
" Mama, lihatlah akibat tindak mama yang ceroboh."
" Mama, mama tidak tau jika.. jika..."
" Argh.. mama membuat semua nya menjadi kacau, aku baru saja mencoba ingin mendekati Gibran demi mendapatkan hati ayuna kembali. tapi mama membuat semuanya menjadi kacau."
" Apa maksud kamu ingin mendapatkan hati ayuna kembali?" Ketus selin.
" Tidak usah ikut campur kamu selin." hardik Anjas.
" Tentu saja aku harus ikut campur Aku adalah istrimu Anjas."
" Sudah-sudah Kalian tidak usah bertengkar. Selin benar untuk apa kamu ingin mendapatkan kembali hati ayuna. istri kamu sekarang itu adalah Celine bukannya ayuna." Pekik rini.
" Ma. Gibran itu adalah anak aku dan ayuna jelas saja Aku ingin mendapatkan mereka kembali. Aku ingin kembali bersama anakku. Aku ingin mendapatkan cinta ayuna lagi."
" Tidak bisa begitu dong aku sekarang istri kamu harusnya kamu memprioritaskan aku sekarang. Bukannya malah mengejar-ngejar cinta mantan istri kamu."
" Tapi aku tidak mencintai kamu selin aku hanya mencintai ayuna."
" Kamu tidak bisa melakukan ini padaku Anjas, kita sudah tidur bersama Bagaimana jika ternyata aku hamil Apa kau akan meninggalkan aku?"
Anjas terdiam dia baru menyadari Jika dia baru saja tidur dengan Selin. Selin tersenyum smirk.
" Ini pasti sebuah kesalahan. Aku tidak mungkin tidur dengan mu." Ketus anjas.
Selin mendekati Anjas dan berkata lagi.
" Tapi itulah yang terjadi Anjas. Kita sudah tidur bersama. Lihat lah. Ini adalah bukti jika kau melakukannya dengan sadar."
Anjas terdiam mematung, menatap banyak nya tanda merah di dada selin. Dia juga tidak yakin melakukan nya. Karena dia tidak suka meninggalkan jejek percintaannya.
" Dengar aku tahu kamu tidak mencintaiku aja tapi aku yakin aku akan mendapatkan cintamu, dan aku yakin kamu akan mencintaiku saat kamu tahu bahwa aku akan mengandung anakmu."
" Jangan bicara omong kosong selin. kita hanya tidur sekali tidak mungkin kamu akan langsung hamil."
" Jika ternyata aku hamil kamu mau apa? apakah kamu akan bersedia mencintaiku dan melupakan keinginanmu untuk mengejar cinta ayuna?apakah jika aku memang hamil walaupun kita tidur hanya sekali kau akan membuka hati untuk ku?? " Pekik selin
Anjas terdiam.
" Jawab Anjas jangan hanya diam saja. kau pikir aku wanita seperti diluar sana, yang rela tubuh nya di jamah oleh pria selain suaminya." Ketus selin.
" Dengar anjas. Walaupun kau tidak menyentuh ku selama lima tahun. Tapi aku tetep menjaga kesucian ku hanya untukmu. Dan sekarang, setelah kau meniduri ku. Kau tidak mau mengakui. Bahkan jika ternyata aku hamil, kau juga tidak akan mengaku jika itu adalah bayi mu." Imbuh selin
"Jika memang setelah ini kau hamil aku akan membukakan hati untukmu dan mencoba mencintaimu tapi jika kau tidak hamil Jangan coba-coba berharap aku dapat membuka hati untukmu karena selamanya di dalam hatiku hanya ada ayuna."
Setelah mengatakan itu Anjas memilih untuk pergi ke kamarnya berganti pakaian dan keluar dari rumah.
" Anjar kau mau pergi ke mana?" ucap Rini.
Anjas tidak menjawab dia terus berjalan menuju mobil, masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumah.
" Mama lihatlah bahkan Anjas tidak menoleh padaku lagi." ucap selin dengan muka sedih.
" Sudah sudah tidak usah sedih sayang. Mama doakan kamu segera hamil, agar apa yang dikatakan Anjas benar-benar terjadi."
Rini memeluk Selin. selin tersenyum penuh kemenangan.
Lihat saja anjas. Sebentar lagi, kau akan menjadi milik ku selamanya. Kau akan tidur di ranjang yang sama denganku setiap hari. Batin selin.
.....
Sementara itu Bagas dan ayuna baru saja sampai di rumah kontrakan ayuna.
__ADS_1
" kau baik-baik saja?." tanya Bagas
" ya aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membantu mendapatkan Gibran kembali." Ucap ayuna.
" Sama-sama, aku janji akan selalu melindungi kalian. Bagaimanapun sekarang kalian adalah tujuan hidupku semangat hidupku. Dan segala-galanya bagiku."
Ayuna memeluk Bagas.
" Apalah dayaku tanpa dirimu. Terima kasih Bagas, terima kasih banyak aku banyak berhutang budi padamu."
Bagas melepas pelukan ayuna dan menatapnya.
" Dengar aku ingin melindungimu, karena aku sangat mencintaimu dan Gibran. Jadi jangan anggap semua yang aku lakukan ini sebagai hutang budi. Aku benar-benar mencintaimu ayuna. Aku ingin menikahimu."
Bagas lalu berlutut di hadapan ayuna, Bagas mengeluarkan sesuatu yang ada di kantong jas nya.
" Ayuna. maukah kau menikah denganku menjadi bagian dari hidupku melengkapi hidupku??"
Ayuna menangis dan mengangguk. Bagas menyematkan cincin di jari manis ayuna. lalu berdiri dan memeluk ayuna.
" Terima kasih ayuna, terima kasih sudah mau menerima ku."
" Tidak seharusnya Aku yang berterima kasih karena kamu sudah mau memilih diriku yang tidak sempurna ini."
" Jangan katakan kau tidak sempurna Kau adalah wanita paling sempurna dimataku."
" Ayo kita masuk Gibran pasti sudah menunggu kita." ucap ayuna
Mereka kemudian masuk ke dalam dan mendapati Gibran sudah tertidur sepertinya Gibran kelelahan karena terlalu banyak menangis.
Bagas mengendong Gibran masuk ke dalam kamar, karena gibran tertidur di sofa.
" Aku pulang ya, kau istrahat lah." Ucap bagas sambil memegang pipi ayuna.
Ayuna mengantar bagas hingga ke depan, bagas masuk ke dalam mobil.
" Ohya sayang.." Panggil bagas.
" Ada apa?"
" Bersiaplah, nanti malam kita akan memberi tahu mama dan papa, jika kau menerima diriku."
Bagas mengedipkan mata, ayuna tersipu malu.
" Bye.., sampai ketemu nanti malam." Ucap bagas.
..
Malam harinya Bagas mengajak ayuna dan Gibran ke rumah mama dan papa Bagas, untuk memberitahukan kepada mereka bahwa ayuna menerima pinangan dari Bagas.
" Ini adalah berita yang sangat menggembirakan ini harus dirayakan." ucap papa Bagas.
" Tentu saja pa. Mama juga sangat bahagia jadi kapan kalian siap untuk menikah?"
Mama menatap ayuna dan Bagas secara bergantian.
"Bagaimana kalau bulan depan." usul papa.
" Mama sih oke-oke aja gimana dengan ayuna, apa ayuna mau menikah dengan Bagas bulan depan?"
Ayuna menatap Bagas.
" Beri ayuna waktu berpikir mah pah."
__ADS_1
" Tentu saja sayang kami tahu u ini cukup sulit untukmu tapi percayalah Bagas akan membuatmu bahagia." Ucap mama.
" Ya aku tahu itu ma." ucap ayuna.
" aku berikan waktu berpikir 3 hari. kalau kau merasa pernikahan ini terlalu cepat katakan saja kapan kau siap untuk menikah dengan ku." ucap Bagas
" Terima kasih Bagas kau selalu memahami diriku."
" Yuhu makan malam sudah siap Ayo kita makan." ucap si centil Mesya.
" ayo sayang kita makan" Ajak mama pada Gibran.
" ya Oma."
Gibran berjalan bersama mama menuju ruang makan diikuti oleh ayuna Bagas dan papa.
" wow makannya banyak sekali oma?." celoteh Gibran
" Iya sayang karena malam ini adalah malam yang sangat istimewa, jadi kita harus merayakannya Gibran boleh makan apa saja yang gibran mau."
Gibran menatap ayuna seperti meminta izin bolehkah aku makan banyak malam ini. Ayuna tersenyum dan mengangguk.
" Setelah menikah apakah kakak ipar akan tinggal di sini?" tanya nisya.
" Tentu saja Kakak iparmu akan tinggal di apartemen bersamaku." Ucap bagas.
" Kenapa?" tanya nasya.
" jika kakak ipar kalian tinggal di sini pastilah tidak ada waktu untuk kakak dan kakak ipar mu membuat cucu untuk mama. Kalian pasti akan mengajak kakak ipar sepanjang hari, benar bukan?" Ucap mama.
" hehehe Mama tau aja."
" Sembarangan dia kan istriku tentu saja dia harus tinggal di apartemen ku bukan sini." ketus bagas.
" Tapi dia kan juga kakak ipar kami Apa salahnya jika kami mengajak kakak ipar untuk jalan-jalan nonton bioskop atau sebagainya." Ucap mesya.
" Tidak boleh." ucap Bagas
" Dasar pelit.."
" Weekkk."
Bagas justru menjulurkan lidahnya ke arah mesya dan adik kembarnya.
Malam itu adalah malam paling hangat bagi ayuna. Di merasakan kehangatan di keluarga Bagas yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
indahnya kebersamaan batin ayuna.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
follow aku ya kak dan klik favorite jika suka novel ini ☺️☺️☺️🙏🙏💙💙
...jangan lupa...
...like...
... comment...
... foto ...
__ADS_1
...dan hadiah...