
"Apa karena papi ingkar janji, jadi paoi membujuk gibran dengan hadiah?"
Dieng.....!!!
Kepala Bagas seperti tertimpa batu. Bagaimana gibran bisa tahu, bagas segera memutar otak mencari alasan yang tepat.
" Tidak. Papi memberi gibran kejutan karena papi menyayangi gibran."
" Yakin? Bukan karena ingin membujuk gibran agar tidak lagi kecewa kepada papi?"
" Tentu saja tidak sayang."
Akhirnya mereka tiba di depan rumah. Bagas langsung menurunkan gibran. Dan mengajak nya mendekati kotak besar misterius.
" Apa ini?" tanya Gibran
Bagas mengangkat kedua bahunya.
" Kenapa tidak gibran buka sendiri?"
Gibran lalu menekan tombol buka yang ada di kotak itu, lalu...
Sebuah mobil listrik, keluaran terbaru. Untuk sesaat, Gibran tertegun. Dia tidak percaya dengan hadiah yang ada didepan nya.
" Ini seperti yang ada di TV, dan seperti yang gibran inginkan." Lirih gibran.
Gibran menoleh ke arah bagas, dan langsung berlari dan memeluk bagas.
" Ini benar untuk gibran,?"
" Tentu saja, jadi gibran bisa jalan jalan di taman mengunakan ini, jadi gibran tidak akan lelah."
" Terimakasih papi..."
Cup
Setelah mencium pipi bagas, gibran langsung naik ke atas motor listrik nya.
" Hati hati sayang..." Teriak bagas, saat gibran sudah melaju dengan motor listrik nya.
" Ya papi, gibran sudah bisa mengendarai nya" Teriak gibran.
Lalu ayuna datang,
" Bagas Kenapa kamu membelikan Gibran itu?, bukankah motor listrik itu sangat mahal?. Daripada membelinya kita bisa membawa Gibran ke mall agar Gibran bisa bermain motor itu." Tanya ayuna.
" Tidak mahal kok, hanya 156juta."
" Appa?"
Ayuna nyaris pingsan, dengan sigap Bagas memegang tubuh ayuna.
" 156juta kamu bilang hanya?. Bagas apa otakmu sudah tidak waras?. nominal itu sangat banyak terutama untuk ku."
" Ah, jangan berlebihan, Apa kau tidak tahu jika aku punya banyak uang?, Jadi uang ku tidak akan habis kalau hanya membeli barang kecil seperti itu."
Ayuna menepuk jidatnya sendiri. Lalu ayuna melihat tangan Bagas yang terdapat luka.
" Bagas, tangan kamu kenapa?"
Ayuna memegang tangan Bagas.
" Ini terkena pecahan kaca yang ada di dalam kamarku."
" Kenapa kacanya bisa pecah?" Tanya ayuna.
" Nanti saja aku ceritakan."
__ADS_1
" Tidak sekarang saja, ayo kita duduk di sana. Aku akan mengobati lukamu. Dan kau bercerita."
Ayuna menarik tangan bagas, hingga mereka duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari sana.
" Hai mami papi..." Teriak gibran.
Bagas hanya melambaikan tangan.
" Hati hati sayang." Teriak ayuna.
" Yaa..."
" Kemarikan tangan mu." Perintah ayuna.
Bagas memberikan tangan nya, dan ayuna mulai membersihkan luka serta memberikan nya obat lalu menutupnya dengan perban.
" Jadi katakan padaku, apa yang terjadi pada tanganmu, hingga tanganmu jadi begini."
"Hmmm, jadi...."
Bagas kemudian menceritakan awal mulanya, di mana nina yang mengetuk pintu, lalu tiba-tiba masuk ke dalam apartemennya dengan bersikap seperti pelacvr. Hingga agresif nya nina saat ia mendorong bagas ke atas tempat tidur.
" Wow, jadi apa kau menikmatinya?" Goda ayuna.
" Menikmati apa, aku justru merasa takut. Aku seperti akan diperkosa saja."
" Haha, memang ada ya ceritanya pria diperkosa oleh wanita?"
" Ya ada lah, bukti nya, Aku nyaris saja diperkosa."
" Haha, terus terus..."
" Aku membentaknya, berulangkali. karena nina semakin gila, aku memukul meja, kemudian cermin. Hingga aku tahu dia melakukannya karena ingin terbebas dari kemarahan keluarganya."
" Memangnya apa dia lakukan, sehingga dia tidak ingin Keluarga nya marah."
" Ya, ternyata selama Nina di negara xxx, dia sering melakukan hubungan panas dengan kekasihnya. Hingga Nina hamil, namun saat Nina meminta pertanggungjawaban kekasihnya. Kekasihnya itu membantah jika anak yang ada dalam kandung Nina adalah miliknya."
" Kasihan sekali." Ucap ayuna iba.
" Kenapa harus kau?" Tanya ayuna penasaran.
" Karena, keluarga Nina hanya mengenal diriku. Sebagai satu-satunya lelaki yang pernah berkencan dengan Nina. dulu Nina adalah anak yang polos dan lugu, dan aku tidak menyangka dia sekarang berubah menjadi wanita yang bebas."
Ayuna mengusap lembut bahu bagas.
" Nina yang memilih jalannya sendiri bukan, Jadi kau tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi. Biar lah Nina yang menemukan solusi atas masalahnya sendiri. Agar dia bisa mengerti, betapa hidup itu sangat berarti. Dicintai seseorang itu adalah sebuah kebahagiaan yang sejati."
Bagas menoleh ke arah ayuna.
" Ya, kau benar. Dan aku beruntung bisa memberikan cinta dan seluruh perhatianku padamu."
" Tidak. Aku yang beruntung, karena aku dicintai oleh orang sepertimu. Kau mau menerima ku dan putraku, kau menyayangi Gibran seperti kau menyayangi putramu sendiri."
" Bagiku kau dan gibran adalah satu. Jadi, Aku akan berusaha semampuku untuk membuat kalian berdua bahagia"
" Jangan hanya aku dan Gibran, kau pun juga harus bahagia." Ucap ayuna.
" Aku bahagia jika melihat kalian bahagia. Aku bahagia jika aku bisa melukis senyuman di wajah kalian."
" Kau membuatku merasa menjadi ratu." Ucap ayuna tersipu.
" Kau memang ratu. Ratu dalam hatiku."
Bagas memeluk ayuna, lalu gibran yang tidak tau kapan datangnya. Langsung masuk dalam pelukan mereka.
" Mama sedang apa disini?" Tanya papa Bagas yang melihat istrinya ada di balkon rumah.
" Lihatlah pa, Bagas kita sudah menemukan kebahagiaannya."
Papa melihat ke arah bagas dan ayuna yang sedang berpelukan.
__ADS_1
" Ya kau benar ma. Papa juga bahagia akhirnya Bagas menemukan wanita yang tulus mencintainya. Semoga mereka akan menjadi pasangan selamanya seperti kita." Ucap papa Bagas sambil memeluk istrinya dari belakang.
...
Dikantor anjas, dion yang masuk keruangan anjas langsung terkejut karena Anjas langsung memeluk nya.
" Hei, ada apa ini." Tanya dion pura pura tidak tahu.
Anjas melepas pelukannya dan berkata,
" Aku tidak lagi memintamu untuk memata-matai selin."
" Kenapa?"
" Karena sekarang semuanya sudah. Selin hamil anak kembar, karena itu perutnya terlihat besar."
" Wow, benar kah?. selamat untuk mu teman baik ku."
Kini giliran Dion yang memeluk anjas.
" Terima kasih teman. Hari ini aku sangat bahagia, berikan semua karyawan di kantor ini bonus."
" Siap laksanakan bos." Ucap dion sambil memberi hormat pada anjas.
" Haha, tidak usah begitu. Sana cepat, bagikan bonus pada semua karyawan." Perintah Anjas.
Dion lalu keluar dari ruangan Anjas, setelah Dion membagikan bonus kepada seluruh karyawan kantor. Ponselnya berdering.
" Halo sayang, kamu merindukan aku?"
" ----"
" Baiklah, aku akan datang."
Dion meletakan kembali ponsel nya kedalam saku celana.
" Tumben selin minta bertemu siang hari, pasti ada sesuatu. Tapi apa?, anjas terlihat bahagia." Guman dion.
Setelah minta izin pada Anjas, untuk pergi sebentar karena ada urusan keluarga. Dion segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan pulang ke apartemennya.
" Dion.." Sapa selin, saat dion sudah sampai di apartemen nya.
" Sayang, ada apa?" Tanya dion.
Cup
Cup
Cup
Dion langsung mencium wajah selin, san dan perut selin.
" Aku tidak bisa terus melakukan kebohongan ini." Ucap selin.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Duh, kenapa lagi sama selin ya?, apa dia mulai mencintai anjas?
Temukan jawapan nya, di part selanjutnya, yang sedang otw dikerjain ☺️☺️
Sekali lagi beritahu author jika ada kata kata yang amburadul.
...Jangan lupa tinggalkan...
...like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...