LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Pernikahan


__ADS_3

Nina menoleh ke kanan kiri, setelah memastikan tidak ada orang yang melintas di area itu, nina mendekatkan wajah nya ke wajah bagas.


Bagas tersenyum kecil, sambil menutup mata.


Nina semakin dekat, semakin dekat, dan..


" Ayo kita segera pulang Gibran palsu sudah menunggu kita." Bisik nina.


" Tapi, luka ku belum diobati." Omel Bagas.


" Kita obati saja dirumah."


Bagas memasang wajah cemberut, mirip anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan sesuatu. Nina tertawa.


Cup


Nina mencium pipi Bagas, dan mengelus-elus kepala bagas dengan lembut.


" Jangan marah bayi besar. Bukankah pernikahan kita sudah tinggal beberapa minggu lagi. Bersabarlah sedikit lagi." Ucap ayuna.


Bagas tersenyum dan mengelus lembut pipi ayuna.


" Aku memang tidak salah memilihmu sebagai pendamping hidupku."


Ayuna tersenyum lembut.


" Ya udah ayo, mau sampai kapan kita terus berpandangan seperti ini?"


" Ah iya,hehe."


...


Beberapa minggu kemudian,


" Mami sangat cantik." Ucap gibran.


" Anak mami juga sangat tampan."


Ayuna memeluk gibran.


" Kakak ipar, ayo." Ucap mesya.


" Gibran sayang, yuk ikut sama tante nisya dan nasya. Kita tunggu mami di altar."


" Siap."


Gibran berjalan, dirinya merasa sedikit pusing. Namun, karena ini momen bahagia mami dan Papi nya, jadi Gibran tidak ingin merepotkan mereka.


" Ayo."


Mesya mengandeng tangan ayuna, dan mereka bersama sama berjalan menuju altar pernikahaan.


" Aku sangat gugup mesya. Pernikahan ku sebelum nya, tidak pernah semegah ini."


" Ah kakak ipar, nikmati saja. Rasa gugup akan hilang setelah kakak bertemu dengan kak bagas dan saling mengucap janji pernikahan."


Ayuna berjalan menuju altar pernikahaan, dimana Bagas sudah menunggu disana, dia juga melihat ke arah sisil dan andi. Lalu mata ayuna menangkap sosok yang pernah mengisi hidupnya, anjas. Dia terlihat seorang diri, seperti nya kali ini selin tidak ikut.


Jelas tidak ikut, karena selin dan Dion sedang mengunjungi anak mereka di apartemen dion.


Acara pemberkatan berjalan hikmat.


" Sekarang saya nyatakan kalian sebagai pasangan suami istri yang sah, mempelai pria silakan mencium pengantin anda."


Tanpa basa-basi, bagas langsung mencium bibir ayuna.


Prok prok prok prok....


Suara tepukan tangan memeriahkan sukses nya upacara pernikahan.


Dari kejauhan, anjas terlihat menitihkan air mata.


" Semoga kau bahagia ayuna." Lirih anjas.


Anjas ingat betul, pernikahan nya dulu dengan ayuna, tidak semeriah dan semoga ini. Itu karena keluarga Anjas menentang pernikahannya dengan ayuna, jadilah mereka menikah dengan sederhana.

__ADS_1


" Selamat ya sayangku, semoga cepat menular."


Sisil memeluk ayuna, mengusap perut buncitnya lalu mengusapkannya pada perut ayuna.


" Aku sih santai, tapi kalau ayeuna mau buru-buru Aku sih yes, joss juga." Ucap bagas.


" Apa an sih?" Ayuna tersipu malu.


" Mami, Gibran mau adik kembar." Celoteh Gibran.


" Tenang boy, papi mu akan mencetak banyak adik untuk menemani mu bermain." Ucap andi.


" Hore..."


" Haha, Selamat bro. Aku akan mengirimkan beberapa trik kepadamu nanti." Ucap andi yang memeluk Bagas.


" Terima kasih brother."


Setelah sisil dan andi, kini giliran ayuna dan Bagas mendatangi orangtua bagas dan meminta berkat mereka.


" Selamat sayang, semoga pernikahan kalian langgeng hingga ajal menjemput."


" Terima kasih ma."


" Sama sama sayang."


Mama bagas memeluk ayuna.


" Buktikan pada papa bahwa kau adalah pria sejati, dengan memberikan banyak cucu untuk papa"


" Siap laksanakan, papa mau cucu berapa? Tiga? empat? tujuh?"


" Kau pikir ayuna itu mesin yang bisa melahirkan anak sebanyak itu?" Ketus mama bagas.


" Ya, namanya juga bagas mewarisi ilmu kanuragan papa."


" Heleh, ilmu kanuragan apa?" Tanya mama bagas.


" ilmu kanuragan kejantanan dalam mencetak anak lah, buktinya kita sekarang menjadi keluarga yang bahagia." Ucap papa bagas.


" Itu karena mama yang subur bukan karena ilmu kanuragan papa."


" Halah pokoknya wadah yang berkualitas."


" Ya nggak bisa dong jelas bahan bakunya yang berkualitas."


" Papa. Nanti tidur di loteng lo." Ancam mama.


" loh, ya jangan dong. Nanti paijo main sama siapa?"


" Ya sama kucing."


" Ck, kalau kucingnya hamil gimana?"


" Ya papa harus tanggung jawab. Di nikahi." Ketus mama.


" Memang mama mau punya madu kucing?"


" Ya enggak sih!."


" Ya udah, nanti si paijo main sama si surti, gimana?"


Mama tampak berpikir.


" Boleh deh, dua ronde ya." Ucap mama.


" Ck, sampai pagi pun paijo siap ma."


Bagas dan ayuna saling berpandangan.


" Woy, yang nikah itu bagas, kenapa jadi kalian yang mau honeymoon sih." Omel Bagas.


" Lah, memangnya Mama dan papa tidak boleh honeymoon?" Tanya papa.


" Ya boleh. Tapi ini kan pesta pernikahannya Bagas, harusnya bagas dan ayuna yang membicarakan itu bukan mama dan papa."

__ADS_1


" His sirik aja anak muda, yuk ma kita berbaur dengan tamu. Nanti malam kita akan menggapai bintang bersama sama."


" Ayuk."


Mereka meninggalkan bagas dan ayuna, mereka bergandengan tangan layaknya dua sejoli yang sedang dimabuk cinta.


Ayuna hanya tertawa kecil melihat tingkah laku dari mama dan papa bagasz yang kini sudah resmi menjadi mama dan papa mertuanya.


" Ayuna, Selamat ya atas pernikahanmu dan bagas." Ucap anjas.


" Terima kasih, anjas. Ohya, dimana Selin apa dia tidak ikut?"


" Emm tidak, Dia sedang ada acara arisan bersama dengan teman-temannya."


" Oo.."


Ayuna hanya ber o ria, lalu anjas beralih pada bagas, memeluk nya dan mengucapkan selamat.


" Jaga permata indah itu dengan baik. Kalau tidak, aku akan mengambil nya kembali." Bisik anjas.


" Tenang saja brother, aku akan menjaga permata itu hingga dia akan menjadi berlian yang berharga. Yang hanya dimiliki oleh bagas."


Anjas melepas pelukannya, dan menepuk bahu Bagas.


" Silahkan nikmati hidangan nya." Ucap Bagas.


" Terima kasih. Seperti nya aku harus pulang, aku ingin menjemput selin."


" Baiklah. Sekali lagi, terima kasih atas kehadiran mu." Ucap bagas.


" Ya."


Dan sekali lagi, anjas menyalami ayuna.


" Berbahagia lah."


" Tentu."


" Dan, masihkah aku boleh bertemu gibran?" Tanya Anjas.


" Ya, kapanpun kau menginginkan nya, datanglah." Ucap ayuna, bagas mengiyakan perkataan ayuna.


" Terima kasih, kau memang beruntung memiliki ayuna." Ucap anjas pada bagas.


Setelah mengatakan itu, Anjas pamit, dan dirinya tidak lagi terlihat, karena banyak nya tamu undangan.


Ayuna mencoba mencari gibran, lalu dia melihat gibran yang duduk, dan terlihat menahan sesuatu.


Dengan cepat, ayuna mendatangi gibran.


" Sayang, kau baik baik saja?"


Gibran mendongak, menatap wajah ayuna, dan tersenyum.


" Gibran baik baik saja mami, gibran habya sedikit lelah." Ucap girban berbohong. Sebenarnya dia merasakan sakit kepala.


" Gibran kenapa tidak minta diantar ke kamar istirahat?"


" Gibran tidak ingin melewatkan pesta mami dan papi."


" Oh sayang, tapi kesehatan mu lebih penting. Mami tidak ingin gibran merasa lelah. Ayo sekarang mami anta4 gibran ke ruang istirahat."


" Baiklah."


Ayuna memilih menggandeng tangan Gibran, karena gaun yang dikenakan ayuna, tidak memungkinkan untuk menggendong Gibran.


Gibran berjalan sambil menahan sakit di kepala nya.


Semoga saja, aku tidak mimisan lagi, karena jika itu terjadi mami pasti akan sedih. Batin gibran sambil menatap ayuna.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiah ya kak β˜ΊοΈπŸ’™πŸ’™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2