
" Sayang itu seperti Tara?"
" Jangan mengalihkan pembicaraan aku sedang dalam mode marah." Ketus Ayuna.
" Tidak, Aku bersungguh-sungguh lihatlah di sisi kirimu."
Ayuna menoleh ke arah kaca jendela dan benar saja. Ayuna melihat seorang wanita mirip para tengah berlari meninggalkan mall.
" Sedang apa dia di sini?. Dan Kenapa dia memakai kemeja pria?. Bukankah Tara selalu tampil dengan gaun yang indah dan juga aksesoris yang mendukung keindahan tubuhnya?" Ucap Ayuna.
" Aku tidak tahu, tapi lihatlah Dia terlihat seperti sedang berlari dari seseorang mungkin."
" Ah, apa jangan-jangan dia ketahuan mencuri di dalam mall?"
" Tidak mungkin."
" Hmm, benar saja itu tidak akan mungkin terjadi. Buat apa dia mencuri sedangkan dia sendiri kan sudah mempunyai fasilitas yang mewah. Kecuali, Dia sedang dikejar seseorang karena itu dia lari."
Bagas yang melihat lampu hijau segera melajukan kendaraannya dan berbelok ke arah di mana Tara berada.
" Lo kita mau ke mana?" Tanya Ayuna.
" Kita akan bertanya kepada ntar apa yang sebenarnya terjadi, karena firasatku mengatakan telah terjadi sesuatu yang buruk kepadanya."
" Hmm, kau memang adalah kakak sepupu yang paling baik yang pernah aku temui. Aku bangga menjadi istrimu."
" Ah jangan begitu kau membuatku tersipu."
" Hmm, kan aku sudah membuatmu tersipu jadi kau harus menerapkan diriku makan hari ini."
" Dengan senang hati my Queen. Aku akan memanjakanmu selama seharian hari ini. Segera setelah kita selesai berkonsultasi dengan dokter obgyn."
Ayuna tersenyum dan segera melihat Tara yang tengah ketakutan dan selalu melihat ke arah belakang.
" Masuklah." Teriak Ayuna sesaat setelah mobil Bagas berada tepat di depan Tara.
Tara sedikit terkejut karena dia bertemu dengan Bagas dan Ayuna di sini. Karena tidak ingin membuang-buang kesempatan antara segera masuk ke dalam mobil Bagas.
" Kak Bagas Ayo cepat berangkat cepat berangkat kak." Ucap Tara.
" Iya kita akan berangkat tapi tak akan dulu apa yang terjadi pada mau ke mana pakaianmu?, dan kenapa kau lari tergesa-gesa keluar dari mall itu?" Tanya Bagas.
" Kau tidak sedang mencuri di mall itu?" Ucap Ayuna.
" Cerita nya panjang, tapi sebelum itu tidak bisakah kita pergi dulu dari sini Aku akan menceritakannya setelah ini."
" Baiklah tapi kau harus berjanji akan menceritakannya secara detail dan tidak ada yang kau tutupi." Ucap Ayuna.
Tara terdiam sejenak, sebelum akhirnya dia mengatakan iya. Bagas lalu kembali melajukan kendaraannya dan meninggalkan Mall. Tara melihat dari kaca belakang mobil terlihat Doni yang keluar dari Mall.
" Huft.."
Tara akhirnya bisa bernafas lega karena dia telah berhasil keluar dari Doni.
Bagas yang melihat ekspresi lega dari wajah Tara menjadi mengkerutkan dahinya.
"Tara apa yang sebenarnya terjadi padamu?"
" Kak Bagas Aku akan menceritakannya nanti dengan detail tapi sekarang bawa aku ke tempat aman."
" Tentu aku akan membawamu ke tempat aman tapi setelah aku mengantarkan Ayuna untuk berkonsultasi dengan dokter obgyn."
" Ini pakailah ini untuk menutupi bagian tubuhmu yang lain." Ucap Ayuna sambil memberikan jas Bagas yang sedari tadi dia bawa.
" Terima kasih Kak Ayuna."
Ayuna hanya tersenyum, lalu matanya kembali fokus menatap jalanan yang dilewati.
Setelah mereka sampai dirumah sakit. Tara memilih untuk tetap berada di dalam mobil.
" Kau yakin tidak ingin ikut turun?, kami mungkin akan lama berada di dalam" Tanya tega sekali lagi untuk memastikan bahwa Tara benar-benar tidak ingin ikut untuk bertemu dengan dokter obgyn.
__ADS_1
" Tidak, Kak Bagas dan Kak Ayuna pergi saja aku akan menunggu disini."
" Hmm, baiklah."
Bagas dan Ayuna lalu segera masuk ke dalam rumah sakit untuk bertemu dengan dokter obgyn.
Tara melihat ke sekeliling dan memastikan bahwa Doni tidak ada di sana, lalu Tara memilih untuk berbaring sambil menutupi tubuhnya dengan jas Bagas.
" Syukurlah saat aku keluar dari mall aku langsung bertemu dengan Kak Bagas. Jadi aku bisa dengan cepat terbebas dari Doni."
Tara memejamkan mata dan dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan ponsel dan juga barang-barang yang masih berada di tangan Doni.
Satu jam kemudian, Bagas dan Ayuna yang baru saja keluar dari ruangan dokter obgyn merasa lega. Karena usia kandungan Ayuna yang baru menginjak usia 1 bulan, serta tidak ada keluhan di awal kehamilan membuat ayunan tetap diperbolehkan memberi ASI kepada si kembar. Dengan catatan jika terjadi sesuatu seperti pendarahan, Atau gejala lainnya maka Ayuna harus segera kembali ke dokter dan berhenti memberikan ASI kepada si kembar.
" Aku sudah merasa jauh lebih baik setelah mendengar penuturan dari dokter, itu artinya aku masih tetap bisa memberikan si kembar ASI." Ucap Ayuna.
" Iya sayang, dan aku akan mencarikan susu formula yang terbaik untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dan kau harus ingat untuk tetap menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuhmu. Kau sekarang menghidupi banyak nyawa jadi kau harus banyak memakan makanan sehat. Kalau penduduk harus memakan makanan bernutrisi dengan jumlah yang lebih banyak dari yang biasa kau konsumsi."
" Hmm, bicara soal makan bagaimana kalau kita makan siang di mall dan berjalan-jalan, aku rasa Mama tidak akan keberatan jika kita sedikit lebih lama untuk pulang ke rumah."
" Ide yang bagus, lagipula kita sudah lama tidak memiliki waktu berdua. Dan mungkin inilah kesempatan kita untuk menghabiskan waktu berdua." Ucap Bagas sambil memeluk Ayunaa dan mencium keningnya.
" Ayo, kita akan segera menghabiskan waktu berdua setelah kita mengantarkan Tara pulang."
" Oke."
Saat mereka sedang jalan menuju parkiran, Bagas mendengar seseorang yang berteriak memanggil namanya.
" Yudi?" Ucap Bagas saat menoleh dan mengetahui pria yang memanggil dan berlari ke arahnya adalah Yudi.
" Sayang lihatlah itu Yudi." Ucap Bagas kepada Ayuna.
" Iya, sedang apa dia disini?" Tanya Ayuna.
" Entahlah."
Dengan nafas tersenggal-senggal Yudi akhirnya berdiri tepat di hadapan Bagas dan Ayuna.
" Kami baru saja berkonsultasi dengan dokter obgyn."
" Oh.., tunggu apa?, kalian sedang berkonsultasi?"
" Ya, si kembar akan segera menjadi seorang kakak." Ucap Bagas.
" Wow, tidak kusangka ternyata kau jago juga dalam membuat anak." Ledek Yudi.
" Tentu saja, mangkanya segeralah menikah agar aku dapat mengajarkanmu cara cepat untuk membuat anak."
" Hais kalau itu itu tidak usah diajarkan aku juga sudah tahu." Ucap Yudi.
" Ohya, kamu sedang apa disini bukankah kamu ketukar di rumah sakit medical center yang ada di Jakarta pusat ya?" Tanya Ayuna.
" Emm ya, dokter bedah di sini sedang tidak ada jadi aku dipanggil untuk melakukan operasi darurat." Terang Yudi.
" Seperti itu, baiklah kalau begitu aku harus segera mengantarkan Tara pulang sebelum kami akan menikmati waktu berdua." Ucap Bagas.
" Apa Tara?, Kenapa kalian tidak bilang jika kalian mengajak Tara?. Tadi Tara mengatakan Jika dia akan mendatangi setiap foto untuk menyerahkan surat pengunduran diri tapi kenapa sekarang Tara ikut bersama kalian?" Tanya Yudi.
" Aku juga tidak tahu, kami tidak sengaja menemukan Tara yang terlihat ketakutan dan tergesa-gesa keluar dari Mall. Kami juga sedang menunggu penjelasan dari Tara." Ucap Ayuna.
" Boleh aku ikut, Aku juga ingin tahu apa yang terjadi kepada Tara?. Aku sudah berulang kali mencoba menghubungi ponselnya tapi selalu ditolak hingga aku mengetahui bahwa ponsel Tara tidak lagi aktif."
" Tentu."
Mereka bertiga kemudian sama-sama berjalan menuju mobil Bagas.
Ceklek, Bagas membuka pintu mobil dan mendapati Tara sedang tidur terlelap.
" Hmm, sepertinya dia terlalu lelah hingga tertidur. Atau mungkin karena kita berkonsultasi terlalu lama jadi membuat Tara bosan dan memilih untuk tidur." Terang Bagas.
" Kalau begitu biarkan aku yang membawanya pulang." Ucap Yudi.
__ADS_1
Bagas dan Ayuna saling menatap sebelum akhirnya bersama-sama menatap kearah Yudi.
" Ayolah, Kenapa kalian menatapku seolah-olah aku akan menculik Tara dari kalian?. Aku hanya akan mengantarkan para pelanggan mendengarkan apa yang terjadi pada Tara, bukankah kalian tadi bilang akan menikmati waktu berdua?"
Bagas dan Ayuna saling menatap, ini sungguh diluar kendali mereka. Disisi lain mereka juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Tara. Di sisi lain, ini adalah kesempatan yang bagus untuk mereka melakukan waktu berdua. Karena jarang-jarang mereka dapat pergi berdua seperti ini.
" Hmm, baiklah. Aku akan membiarkan membawa Tara pulang, dan pastikan kau tidak meninggalkannya sebelum Tara benda-benda berada di rumah dan sebelum Tara benda-benda menceritakan apa yang terjadi kepadamu. Aku akan mengunjungi Tara begitu kami selesai melakukan waktu berdua." Ucap Bagas.
" Sayang apa kau yakin?, kau tidak ingin mengetahui apa yang terjadi pada Tara?" Tanya Ayuna.
" Sayang, kita bisa menanyakan itu nanti. Bukan kah Tara sudah berjanji akan menceritakan semuanya kepada kita. Yang tidak bisa ditunda adalah waktu kedua kita. Jarang jarang kan kita dapat menghabiskan waktu berdua."
" Hmm, baiklah."
Akhirnya Yudi memindahkan tubuh Tara ke dalam mobilnya. Sangking lelapnya hingga Tara tidak menyadari jika dirinya tengah digendong oleh Yudi dan sudah berpindah mobil.
Mobil Yudi dan Bagas sama-sama keluar dari parkiran rumah sakit dan berpisah di jalan raya.
Ayuna dan Bagas benar-benar menghabiskan waktu berdua mereka berjalan-jalan layaknya dua sejoli yang baru saja dimabuk asmara. Mereka makan siang bersama, saling menyuapi satu sama lain. Bermain permainan yang dulu tidak pernah bisa mereka lakukan hingga menonton bioskop berdua. Tidak lupa sebelumnya Bagas juga memberi tahu kepada Mama, bahwa mereka akan pulang terlambat karena akan berjalan-jalan sebentar.
" Awh.." Rintih Ayuna setelah mereka baru saja selesai menonton film drama Korea.
" Kenapa?" Tanya Bagas
" Tidak, sepertinya stok ASI dalam diriku sudah penuh. Kita sudah keluar selama berapa jam?" Tanya Ayuna.
Bagas melihat ke arah jam tangannya.
" Emm, jika dihitung dari kita meninggalkan rumah mungkin sudah sekitar 5 atau 6 jam."
" Pantas saja, dadaku terasa sangat sakit karena volume kasih yang seharusnya keluar tidak dikeluarkan. Dan aku juga tidak membawa pompa asi karena kita pikir setelah berkonsultasi kita akan langsung pulang."
" Aku akan memompanya untukmu." Ucap Bagas.
" Caranya?"
" Pertama tama, kita harus mencari toilet." Ucap Bagas.
" Ha?, Kenapa harus toilet?"
" Ya, emangnya kamu mau jika aku memompa nya di sini di tempat umum yang banyak orang berlalu-lalang seperti ini?"
Ayuna melihat sekitar dan benar saja banyak orang yang lewat karena saat itu mereka masih berada di depan pintu masuk bioskop.
" Hehe iya, Ya sudah ayo kita segera ke toilet dan memangnya kamu tahu cara memompa ASI dengan benar bagaimana?"
" Tau lah. Aku kan jagonya." Ucap Bagas sambil tersenyum nakal.
Akhirnya mereka berdua berjalan menelusuri koridor dan berhenti di salah satu toilet yang berada di belakang bioskop tempat dimana Ayuna yang Bagas baru saja selesai menonton film Korea.
Bagas lalu mengambil tanda toilet sedang dalam perbaikan.
" Untuk apa tanda itu?" Tanya Ayuna.
" Agar tidak ada yang mengganggu proses dalam memompa ASI." Ucap Bagas santai dan langsung menarik ayunan masuk ke dalam salah satu toilet khusus penyandang disabilitas.
Bagas lalu memasang papan pengumuman itu di depan pintu masuk toilet yang mereka masuki.
" Bagas bagaimana caramu untuk membantuku menghilangkan rasa nyeri ini?, sedangkan kamu sendiri tidak memiliki pompa ASI kan?" Tanya Ayuna.
" Aku memiliki nya. Alami, dan tidak akan menimbulkan rasa sakit justru akan menimbulkan rasa nyaman dan nikmat." Ucap Bagas yang langsung membuka kancing pakaian yang dipakai Ayuna.
Lalu Bagas mulai melakukan apa yang biasa dilakukan saat bertarung dengan Ayuna.
Bagas mulai memerah dan mengeluarkan isi dari ASI hingga Ayuna tidak lagi merasakan sakit.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1