Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Khawatir nya Valencia


__ADS_3

"Aku pulang ya kak, sudah sore." Ucap Blue pada Valencia.


"Hati-hati sky, aku gak bisa antar kamu. Kalau butuh apa-apa langsung hubungi aku, atau ke apartemen aku."


"Iya aku udah dewasa kak, sudah mandiri. Jadi tenang aja kak Valen."


"Bukan masalah di jalan, yang aku khawatir kan kalau sudah di rumah."


Blue bingung yang di maksud Valencia, bukannya seperti biasa Blue tidak akan masalah jika pulang kerumah.


"Aku takut kamu ketahuan, selama ini apa yang sudah kamu sembunyikan Sky." Hanya itu yang selalu Valencia takutkan.


"Kak Valen tenang aja, tidak akan ketahuan apalagi sampai bawa-bawa kak Valen." Jawab Blue tersenyum, padahal dirinya juga merasa takut kali ini. Valencia makin membuatnya merasa takut akan pulang kerumahnya, namun ia mencoba tenang. Bukan Blue namanya jika kecemasannya terlihat di wajah imutnya.


"Aku langsung pulang ya, kak Valen juga hati-hati loh ya." Ucapnya dengan tertawa.


"Langsung pulang, jangan mampir di jalanan sky."


"Aku akan langsung pulang kerumah kak, aku kan lagi bawa pili. Lagian rumah aku dekat dari sini, kak Valen tahu kan?" Ungkapnya sambil menggendong tas nya dan pili.

__ADS_1


"Aku juga mau pulang sky, besok alasan apalagi yang mau kamu berikan? Besok week end, kamu tidak sekolah dan les dadakan yang kamu bilang itu."


"Bilang sky mau jalan sama teman."


"Siapa teman kamu?" Tanya Valencia.


"Kak Valen itu teman aku 'kan?" Ucapnya tersenyum.


"Memangnya kamu benar-benar tidak punya teman sky?" Tanya Valencia karena Blue sama sekali tidak pernah terlihat jalan bersama temannya.


"Aku ada teman, tapi untuk jalan-jalan bersama gitu sky males. Mending jalan sama kak Arys atau kak Carel."


"Aku senang aja, makanya aku melatih diri. Supaya mereka tidak lagi khawatir kalau aku mau jalan sendiri tanpa mereka."


"Tapi sekarang kamu punya kenalan baru, dokter nya pili."


"Dokter aneh itu? Semoga saja pili tidak demam lagi, tidak akan aku bawa ke klinik nya. Walau demam lagi pun aku bawa ke tempat lain saja."


"Memangnya kenapa sky? Bukannya dia baik?"

__ADS_1


"Kalau baik itu manusiawi, tapi kalau mengenal dia cukup kakak aku saja yang kenal. Namanya saja Magenta kak, tapi resepsionis nya pas aku ketawain namanya langsung diganti jadi dokter Genta." Jelasnya pada Valencia sambil tertawa mengingat nama teman kakak nya bernama magenta.


"Bukannya kamu juga Blue? Tapi tidak suka jika dipanggil nama itu?" Ucap Valencia yang sudah pasti Blue akan marah jika nama nya di sebut.


"Sudahlah kak, aku mau pulang." Blue berbalik ke arah pintu.


"Sky, aku minta maaf. Tapi itu tetap nama kamu sky." Blue tetap melanjutkan langkah kakinya keluar dari tempat persembunyian nya.


"Salah lagi gue, dia menertawakan nama Magenta, nama dia sendiri Blue. Tapi dia tidak menyukai nya. Sebenarnya mereka sama-sama aneh. Semoga aja jodoh, mungkin nanti anaknya di kasi nama pink atau merah, tapi di panggil poci atau kunti." Ucap Valencia sendiri tertawa jika mereka berdua di satukan.


Ia langsung bersiap pulang mengambil tas dan menutup pintu markas nya dari luar.


"Valen," panggil seorang pria. Membuat Valencia tanpa menoleh melotot kan matanya terkejut dan langsung lari sekuat mungkin keluar gang. Valencia tidak melihat siapa orang itu, namun sepertinya ia kenal dengan yang memanggil namanya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2