
Mami Fera masih ada di belakang melatih muridnya, Blue yang sudah terbiasa pulang langsung naik ke atas kamarnya. Tidak mencari dulu orang rumah ada di mana. Blue memang tidak manja, tapi selalu di manja. Mungkin kalau dirinya minta antar jemput ke sekolah oleh semua anggota keluarganya, mereka akan melakukan nya. Namun Blue lebih memilih berangkat dan pulang sekolah sendiri.
"Luluran udah, sekarang maskeran, lalu musik." Blue selesai mandi langsung menghidupkan musik di kamarnya, dan berjoget. Blue lupa mengunci pintunya, Carel melihat nya saat pinggulnya di lenggak-lenggok ke kanan dan ke kiri.
"Sky," panggil nya. Namun Blue tidak mendengar Carel.
Carel berjalan mematikan musik nya. Baru Blue berhenti saat musik tidak terdengar lagi. Blue melihat kakaknya sedang berkacak pinggang menatapnya tajam.
Blue hanya cengengesan. "Kenapa kak Carel bisa masuk? Padahal pintu sudah aku tutup."
"Di tutup, tapi tidak di kunci rapat. Musik nya jadi terdengar kuat sampai keluar." Jawab Carel.
"Lagian sky cuma mau joget bentar, tapi di ganggu sama kak Carel." Blue duduk di kursi meja rias nya memanyunkan bibirnya, ia baru akan menikmati jam dirinya tidak latihan. Karena Valencia hanya memberi waktu satu jam setelah pulang sekolah.
"Bukan aku yang ganggu, tapi kamu yang mengganggu sky. Kamu mau mami dan muridnya ke kamar kamu semuanya?"
"Gak mungkin juga kedengaran sampai ke belakang, kak Carel aja yang suka mengada-ada."
"Sky, apa ada yang mengganggu kamu?" Tanya Carel duduk di ranjang adiknya.
Blue menatap Carel sambil memijat wajahnya, apa yang di maksud kakaknya itu adalah Genta.
"Apa Genta yang kakak maksud?" Tanya Blue.
"Apa dia mengganggu kamu? Apa dia bertanya yang tidak-tidak? Atau dia sudah menyakiti kamu sky?" Tanya Carel pada adiknya.
__ADS_1
"Kenapa kakak bertanya seperti itu? Apa kakak tidak percaya pada teman kakak?" Tanya balik Blue pada kakaknya.
"Ti-tidak, hanya saja kakak takut terjadi apa-apa sama kamu."
"Untung saja tadi ada kak Valen,"
Blue baru menyadari kalau yang disebut adalah Valencia.
"Apa kamu menyebut Valen? Valen murid senior mami? Kenapa kamu bisa mengenalnya?" Carel memicingkan matanya, padahal dirinya sudah lebih dulu tahu bahwa adiknya itu sudah lama latihan dengan Valencia.
"Siapa yang menyebut nama Valen? Sky bilang Karen tadi teman sekolah aku."
"Berarti tadi Genta sempat menemui kamu?" Tanya Carel. Sudah tahu bahwa adiknya berbohong.
Blue mengangguk, "Genta hanya bertanya tentang pili, tapi aku gak ngerti pili maksudnya apa kak?" Tanya nya pada Carel.
Kesempatan untuk Carel lolos, ada Arystan yang memanggilnya.
"Iya kak, aku segera keluar."
"Eh gak bisa, kak Carel harus jawab dulu pertanyaan aku." Dengan cepat Blue menahan tangan kakaknya.
"Kak Arys!" Carel di tahan Blue. Bisa melawan, namun ia takut menyakiti adiknya.
Arystan datang membuka pintu kamar Blue, melihat Carel di tahan oleh Blue.
__ADS_1
"Sky, kenapa kamu menahan tangan Carel?"
"Sky nanya tadi, kenapa Genta bisa nanya pili dapat dari mana? Terus sky gak ngerti sama pertanyaan Genta. Aku tanya kak Carel malah mau pergi." Jawabnya pada Arystan.
"Jadi Genta sudah berani menemui kamu?" Tanya Arystan.
"Memangnya kenapa kak?"
"Tidak pa-pa." Jawabnya menatap Carel yang juga menatapnya.
"Sky, kakak akan keluar sebentar dengan Carel. Kamu disini saja jangan kemana-mana."
"Memangnya aku biasanya kemana? Dugem juga di kamar sendiri."
"Kalau mau joget tutup rapat pintu takut ada yang ngintip."
"Tidak ada yang berani naik keatas, kecuali kalian berdua."
"Kakak pergi dulu sky, ayo rel!" Blue mengangguk.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...