
Beberapa hari saat Blue sudah kembali lagi kuliah, semua juga sudah bekerja seperti biasa, Genta sering bolak-balik ke klinik sambil ke kantor. Berita dari Gerald terdengar sampai keluarga Sagara, ternyata Gerald seperti dihantui oleh rasa bersalah, dan ia menyerahkan diri pada polisi bahwa beberapa tahun lalu dirinya lah yang membuat tiga orang celaka di tambah dengan supir yang memang sudah lama bekerja dengan keluarga Genta.
"Gerald beneran di tangkap, Pi? Apa benar berita nya seperti itu?" Tanya Fera saat semuanya berkumpul.
"Bagaimana jika kita ke kantor polisi langsung dan lihat apa dia benar di tangkap atau tidak." Usulan Carel kali ini masuk akal dan mereka mengangguk, namun Genta izin keluar sebentar.
"Mau kemana?" Tanya Blue.
"Ada yang mau gue urus sebentar."
"Gue mau ikut!" Genta mengangguk membolehkan Blue ikut dirinya.
Papi Edward dan kedua anak laki-lakinya ke kantor polisi untuk melihat langsung Gerald, sedangkan Blue tidak tahu suaminya itu mau kemana.
"Pelan-pelan ya, ingat kita baru mau punya anak, gue gak mau mati konyol hanya karena lo yang gak hati-hati." Genta membawa motornya dengan kecepatan sedang, sampai mereka di tempat yang dituju. Genta membawa Blue kerumahnya, Blue seperti nya hanya sekali dibawa kesana untuk bertemu dengan papa Angga.
"Lo mau ngapain? Terakhir kita kesini dengan bertamu tidak sopan, terus sekarang mau ngapain lagi, gue gak enak sama papa."
"Ikut aja masuk, gue cuma mau ketemu papa sama Neisha." Mereka masuk ke rumah besar itu saat security-nya membukakan pintu.
Baru saja masuk sudah ada suara barang yang di jatuhkan di dalam, Genta buru-buru bersama Blue masuk untuk melihat apa yang terjadi.
"Jadi selama ini kamu yang menyuruh? Sudah pasti iya, karena dia abang kamu?" Ucap Angga sambil marah pada Aletta, ia sudah tahu Gerald yang membunuh istrinya.
"Bukan pa, aku gak tahu apa-apa soal itu." Jawabnya sambil nangis.
"Papa," Genta datang membuat mereka berdua menoleh.
"Lo bawa Neisha ke kamarnya, ya" Genta menyuruh Blue untuk membawa Neisha masuk, tidak sepantasnya anak kecil itu melihat orang tuanya bertengkar.
"Papa minta maaf Genta, kamu benar soal dia yang tidak pantas disebut ibu."
"Bukan saatnya seperti ini, pa. Kita bicarakan baik-baik semuanya. Genta memang tidak menyukai istri papa ini, tapi Genta kasihan dengan Neisha, dia masih membutuhkan mana dan papanya. Genta tidak mau Neisha merasakan hal yang sama seperti Genta yang harus di tinggal ibunya pa."
__ADS_1
"Tapi dia harusnya memang di sel bersama abangnya, dia juga yang pasti merencanakan kecelakaan itu." Aletta menggelengkan kepalanya, ia memang ingin bersama Angga dengan cara apapun dan meminta bantuan pada abangnya.
"Pa, aku benar-benar minta maaf, aku mohon biarkan aku tetap disini pa bersama Neisha." Sebenarnya melihat itu Genta ingin marah namun juga kasihan dengan ibu tirinya, tapi sepertinya papa nya harus lebih-lebih di bujuk.
"Kita bicarakan lagi baik-baik pa, Genta gak tahu lagi mau berpihak pada papa atau dia, tapi yang harus papa tahu, jangan membuat luka pada orang untuk kedua kalinya di tambah Neisha masih kecil pa." Dari saat dirinya dari rumah Blue, ia memang takut ini yang terjadi saat papa nya mengetahui dan ingin memenjarakan Aletta dan mengajukan perceraian.
"Kita bicara baik-baik, Genta panggil Sky dan Neisha. Walaupun Genta belum bisa menganggap dia sebagai ibu tiri, tapi Neisha tetap adik Genta, pa." Aletta menangis mendengar ucapan Genta, bisa-bisa nya dirinya pernah menyakiti dan ingin membuat Genta sengsara dengan berpacaran dengan keponakan nya.
"Tante minta maaf, seharusnya tante tidak pernah masuk di dalam keluarga kalian."
"Sudah terlambat, tapi Genta juga sudah belajar ikhlas dengan semua yang sudah terjadi pada hidup Genta. Genta panggil Sky dan Neisha dulu, kalian bicaralah dulu, jangan membuat Neisha sedih." Genta memang tidak menganggap Aletta sebagai ibunya, tapi tetap menganggap Neisha sebagai adiknya.
"Sky, bawa Neisha keluar, kita bicara diluar." Blue membuka pintunya bersama Neisha yang menatap Genta dengan tatapan rindu. Ia memang masih TK, tapi ia tahu Genta itu adalah kakaknya.
"Tidak ingin memeluk kakak?" Tanya Genta berjongkok sambil merentangkan tangannya, Neisha sedikit ragu namun akhirnya berjalan dan memeluk erat Genta. Mereka ke ruang tamu sambil Neisha masih berada di gendongan Genta.
"Maaf Sky, papa tadi tidak menyambut saat kamu datang."
"Tante, apa kabar?" Tanya Blue membuat Aletta mendongak, ia merasa malu sekarang saat di hadapan mereka dan terbongkar semua kejahatan yang di bantu oleh abangnya.
"Ba-baik." Jawab Aletta seadanya.
"Bagaimana perkembangan cucu papa, apa sudah kalian periksakan lagi?" Angga akan membahas hal lain agar tidak canggung.
"Belum pa, sekarang Sky sibuk di kampus. Lagipula sebelumnya juga dari rumah sakit pasti nya baik-baik saja."
"Dari rumah sakit bukan karena periksa, tapi karena kamu yang koma. Papa harap Genta juga selalu memenuhi keinginan kamu, Sky."
"Genta sudah menjadi suami siaga kok pa, setiap apa yang Sky mau juga dia berusaha untuk turutin." Blue melirik Genta yang berada di samping nya.
"Baguslah, jika dia mau direpotkan sama istri dan calon anaknya."
"Sayang, kenapa kamu jadi manja sama kakak kamu? Turun dulu! Memang nya kamu sudah kenal dengan kak Sky, istri kak Genta." Papa Angga hanya tidak ingin Genta merasa lebih marah karena Neisha tetap berada di pangkuanku nya.
__ADS_1
"Sudah kenalan tadi di kamar." Ucapnya sambil malu-malu melirik Blue.
"Pinter banget loh, nanti kalau ada waktu main sama kakak ya di rumah, atau kakak yang main kesini." Blue ingin mengajak Neisha bermain dan punya teman, karena juga selama ini mama nya hanya sibuk belanja dan lebih jarang saat Arabella di sekap."
"Memangnya boleh? Neisha mau." Mereka tersenyum kecuali Aletta yang merasa dirinya tidak becus menjadi orang tua, bisa-bisa nya selama ini ia seperti menelantarkan anaknya.
Genta lalu berbicara serius saat Sky mengajak Neisha kembali bermain di dekat sana, ia hanya ingin meluruskan dan menyuruh papa nya agar tidak gegabah dan memikirkan Neisha. Genta banyak belajar untuk memaafkan seseorang yang mungkin masih mau untuk bertobat.
Aletta juga kembali meminta maaf walaupun tidak bisa mengembalikan semuanya, ia tetap memohon agar bisa belajar menjadi ibu yang baik sebelum begitu terlambat.
Saat dikira semua sudah clear, Genta mengajak Blue untuk kembali kerumah karena sudah waktunya istirahat.
"Nanti Sky bakal sering main kesini, boleh kan pa?"
"Pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu, jangan sungkan jika mau masuk."
"Sky pulang dulu tante, Neisha seperti nya masih ingin bermain." Aletta hanya mengangguk dan tersenyum sedikit.
"Lega banget walaupun harus belajar lagi untuk ikhlas, yakali gue maafin gitu aja pembunuh ibu dan Geandra."
"Eh?" Genta melirik Blue, padahal dirinya akan berkendara motor besar nya, namun mengucapkan itu khawatir dengan Blue yang akan melakukan yang tidak-tidak nanti.
"Gue gak pa-pa, gue juga udah lumayan tenang lo bisa menerima itu walaupun belum ikhlas sepenuhnya."
Mereka menaiki motornya dan menuju ke rumah nya, Blue memeluk Genta dari belakang membuat yang di peluk menjadi salting.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istumariellaahmad98
See you...
__ADS_1