
Carel sudah mengumpulkan semua bukti tentang dirinya dan Sharaine saat kuliah dulu sekitar tiga sampai empat tahun lalu, ia juga bingung kenapa orang suruhannya juga menyuruh Carel melihat semua sampai dengan bukti dirinya. Memangnya apa yang harus ia lihat dari dirinya sendiri? Ia sudah tahu dirinya sendiri daripada orang suruhannya. Namun tetap akan ia lihat nanti setelah pekerjaan kantor selesai, karena sampai malam pun sekarang ia sibuk dengan urusan kantor menggantikan Arystan yang tengah sibuk juga menyiapkan untuk acara pernikahan nya bersama Valencia.
Carel selesai dengan pekerjaan nya sekitar jam sebelas malam, ia sudah merasa ngantuk walaupun masih melirik dengan berkas yang diberikan orang suruhannya. Namun matanya sudah perih, jika dipaksakan akan pusing. Tapi karena tingkat keingintahuan nya yang kuat, Carel membuka dan di dalam juga ada flashdisk, Carel hanya melihat dokumen itu sebentar dan meletakkan nya kembali, lalu kembali ke ranjang untuk tidur.
Pagi hari Carel bangun setengah enam, ia bergegas untuk shalat subuh walaupun memang ia paksa karena terbiasa dimarahi Arystan.
Setelah mandi dan shalat, ia menyiapkan pakaian kerjanya dan tas. Kembali ia melihat berkas yang semalam ia buka sebentar namun tidak tahu isinya, ia menaruh tas nya dan mengambil berkas dari orang suruhannya itu.
Carel mulai membukanya dan membaca apa yang sudah diketahui oleh orang suruhannya, ia membaca berkas itu dengan seksama sambil menaruh flashdisk yang juga ada di dalam. Terkejut dengan dirinya yang ternyata selama ini hilang ingatan, kenapa bisa dirinya tidak merasakan apapun?
Carel meletakkan lagi berkas nya dan melupakan flashdisk itu, ia turun untuk menanyakan pada semua orang apa benar selama ini dirinya kehilangan ingatan nya. Tapi kenapa hanya sebagian yang hilang?
"Mami, papi...." Carel memanggil mami Fera yang sedang ikut menyiapkan makanan di meja, papi nya belum keluar dari kamar hanya Arystan yang ikut turun.
"Ada apa son? Pagi-pagi sudah teriak dengan pakaian santai seperti itu." Carel mengenakan celana pendek dan kaos rumahan, ia hanya ingin menanyakan hal penting.
"Kenapa diam, mami sedang bertanya sama kamu. Ada apa teriak-teriak?"
"Ada apa rel? Tumben lo teriak kalau gak ada Sky."
"Carel cuma mau tanya sesuatu sama kalian, ini penting buat Carel dan untuk seseorang." Penting untuk dirinya karena ingatan nya yang hilang, sedangkan untuk seseorang adalah Sharaine, karena Sharaine menanggung semua beban selama ini tanpa dirinya.
Mami Fera menatap Arystan, ia bingung dengan pertanyaan Carel.
"To the point, sebenarnya lo mau tanya apa sehingga penting buat lo dan seseorang?" Tanya Arystan.
"Apa sebenarnya gue lupa ingatan? Apa gue pernah kecelakaan?" Mami Fera Kemabli menatap Arystan.
"Assalamualaikum, mami, kakak." Blue datang sambil berlari diikuti Genta dari belakang.
Namun sampai di dalam seperti nya orang sedang berdiam, dan Carel terlihat tegang menunggu sesuatu.
__ADS_1
"Ada apa nih? Kenapa wajah kakak seperti itu?" Tanya Blue sekali lagi.
"Princess, kamu pagi sekali datang." Blue menghampiri papi Edward dan memeluknya.
"Papi tahu kenapa mereka diam seperti itu saling pandang, apa ada masalah?"
"Kita bicara di ruang keluarga," mami Fera pergi menuju ruang keluarga diikuti Carel dan yang lain.
"Ada apa mi?" Papi Edward duduk di dekat Blue.
"Carel hanya bertanya apa kalian tahu jika Carel lupa ingatan dan pernah mengalami kecelakaan?" Tanya nya membuat mereka yang tadi bingung jadi mengerti.
"Kakak tahu dari mana?"
"Orang suruhan kakak yang menyelidiki, makanya sekarang Carel tanya apa benar?"
"Iya, kamu kecelakaan pagi hari dan Arystan yang membawa kamu karena di hubungi pihak kampus."
"Mami hanya tahu saat gue telepon suruh ke rumah sakit, jadi hari itu pihak kampus telepon gue karena mereka juga tahu gue masih kuliah disana sebagai kakak lo. Menurut saksi yang melihat, pada saat itu lo belum begitu sadar dari kobam seperti mengejar seseorang tidak melihat kanan kiri yang ternyata ada mobil dan lo main lari aja." Penjelasan Arystan membuat Carel memaksa untuk mengingat.
"Tapi, kenapa gue susah untuk mengingat kejadian itu atau sebelumnya?"
"Lo dinyatakan amnesia tapi hanya di bagian lo yang kobam sampai siuman, bagian itu saat lo di kampus malam hari hilang." Carel menggelengkan kepalanya, ini mustahil terjadi. Bagaimana bisa kejadian ini terjadi pada dirinya? Lupa ingatan di bagian sedang mabuk saja. Carel mulai menjambak rambutnya dan menangis berarti benar jika Carl adalah anaknya, walaupun belum ia lihat lagi yang ada di dalam flashdisk.
"Lo kenapa, rel?" Tanya Arystan takut terjadi apa-apa dengan adiknya.
"Gue gak guna, gue bodoh." Memukul kepalanya sendiri.
"Carel, kamu kenapa? Apa kepala kamu sakit?" Tanya mami nya ikut khawatir.
Carel hanya menggelengkan kepalanya, dan pamit untuk kembali ke kamar untuk siap-siap ke kantor.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sama Carel?"
"Gue sebenernya bisa jika untuk menebak, tapi bisa saja salah dan hanya pemikiran gue aja sih." Arystan melirik Genta.
"Apa? Kenapa gue tidak tahu apa-apa sekarang." Arystan melirik Genta.
"Lo sibuk dengan persiapan pernikahan lo, jadi mana mungkin tahu apa yang terjadi sekarang."
"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Arystan pada Genta.
"Lo jangan tanya gue, mending lo tanya langsung sama orangnya. Lagian dia bilang sama gue kemaren kalau sebelum dia sendiri yang ngasih tahu, jangan mencari tahu tentang Carel."
"Dari pada gue ngobrol sama lo gak kelar-kelar, mending gue ke klinik sekarang. Titip istri gue ya rys, kasihan sekarang lo pengangguran biar ada kerjaan." Genta langsung pergi meninggalkan Arystan.
"Kurang ajar lo, bisa-bisanya gue dibilang pengangguran. Tapi sekarang gue emang lagi gak kerja sih, jadi bisa disebut nganggur. Serah mereka aja dah, urusan pernikahan gue aja belum beres juga photo prewedding sama milih undangan." Arystan juga masuk ke dalam rumahnya, untuk menghubungi Valencia.
Carel sudah berada di kantor, ia kembali membuka berkas dan flashdisk yang belum ia buka. Carel menyambungkannya dengan USB ke komputer nya, ia juga tidak sabar apa isi dari flashdisk tersebut.
Ternyata beberapa potongan rekaman video cctv saat di kampus 3-4 tahun lalu, mereka party atas kemenangan dan Carel ikut saat itu dan ada yang membawa minuman alkohol untuk merayakan nya, Carel ikut serta minum karena dirinya juga sering. Namun saat dirinya ingin pulang dengan kepala yang masih pusing setengah sadar, adik tingkat nya membantu Carel berjalan, Carel melirik dan tersenyum.
Sharaine adalah adik tingkat nya saat itu yang membantu Carel, berjalan menuju mobil tepat di dekat mobil Carel malah mencium bibir Sharaine, saat itu Sharaine terkejut dengan perlakuan Carel yang tiba-tiba.
Bukan nya berhenti Carel malah membawa masuk Sharaine ke ruang musik, dan saat itu video selesai lalu kembali mengulang saat Sharaine keluar dengan menangis melihat kearah kanan dan kiri. Sampai disitu beberapa saat kemudian Carel sambil memegang kepalanya keluar memanggil Sharaine yang berlari, ia acak-acakan di dalam video tersebut dan kembali selesai. Tidak ada lagi video karena sudah itu yang terakhir, Carel kembali menatap kosong memikirkan dirinya yang seperti ini.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1