
Arystan sudah berhenti makan, Genta juga baru selesai mengelap mulutnya. Berbeda dengan yang satu lagi masih santai menyantap sisa makanan yang belum habis.
"Gila anjing lo rys, gak lo kasih makan berapa hari?" Ucap Genta pada Arystan sambil menatap Carel, menyebut Carel sebagai anjing nya Arystan.
"Anjing pala lo, gen. Gue adiknya kak Arys, bukan peliharaan nya. Gue cuma sayang makanan yang sudah di beli tapi tidak di habiskan, apalagi makanan nya enak gini mubazir gen."
"Iya, gue senang punya teman kayak lo gini rel. Gue baru tahu kalau lo sangat mengerti tentang mubazir, gue bangga juga perut lo terbuat dari karet alami."
"Lo kira gue gak ngerti sama mubazir? Agamis banget gue, lo gak bakal tahu."
"Cukup Allah yang tahu." Genta percaya gak percaya sama temannya itu, bukan karena orang tuanya yang bule dan mualaf. Genta hanya kurang yakin dengan temannya yang melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim di KTP.
Setelah lama memakan makanan yang masih ada, akhirnya Carel berhenti juga dan tetap tidak menghabiskan makanan yang ada di meja. Carel tidak mampu untuk memasukkan nya lagi ke dalam perut nya.
"Kenyang banget gue." Ucapnya sambil bersandar ke kursi, lalu mengeluarkan sendawa yang nyaring. Untung saja tidak ada orang disana, kalau tidak Genta dan Arystan merasa malu.
"Lo sungguh tidak mencerminkan orang kaya."
"Gue udah bilang yang kaya itu orang tua gue, gue cuma numpang."
"Iya lupa, tapi setidaknya kan ada gitu orang numpang tetap belagu kaya. Apalagi table manner yang pasti sudah di ajarkan di rumah."
"Gue dan Arys di ajarkan sejak kecil soal table manner, tapi kalau cuma makannya sama lo doang mah biasa aja gue."
"Sopan sama gue rel, gue lebih tua dari lo."
"Tua tua dan tua, itu yang di sebut kak Arys juga kalau lagi ngasih tahu gue. Gak di bilang juga gue tahu kalian berdua lebih tua dari gue."
__ADS_1
"Maksudnya biar lebih sopan aja, sama yang lebih tua."
"Iya gue tahu sopan sama yang lebih tua. Kalian berdua 'kan teman gue, lagian cuma beda dua tahunan doang." Ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit hampir menghabiskan semua makanan di meja.
"Dua tahun itu juga jarak rel, lo maunya bilang yang lebih tua seperti tante Fera dan om Edward?"
"Nah, mereka memang sudah beranjak tua. Tapi badan masih sangat bugar dan wajah masih terlihat seperti umur tiga puluhan."
"Mami sama papi selalu olahraga teratur dan mami juga badannya bagus karena seorang guru beladiri, sering bergerak. Jadi otot-otot badan nya lebih kuat tidak lembek atau bergelambir walaupun anaknya sudah tiga." Terang Arystan. Bahwa otot jika sering di gerakkan dan berlatih akan kuat membuat orang jadi awet muda. Sedangkan orang yang malas bergerak dan sering tiduran saja itu akan keropos, tulang jadi osteoporosis, dan cepat membuat kulit wajah atau tubuhnya keriput seperti tidak terawat, walaupun memakai produk mahal tapi jika malas berolahraga, dimasa tua nya akan terasa jika otot tulang di tubuhnya tidak kuat.
"Gue cuma penasaran sama Blue, kalian pasti ada foto nya 'kan? Gue mau lihat dong Blue seperti apa."
Arystan menyembunyikan ponsel nya di dalam jaket miliknya, sedangkan Carel meletakkan nya di meja.
"Gue mau lihat rel, lo pasti punya kan? Apalagi dari cerita kalian yang sayang banget sama Blue, gue penasaran banget sama dia seperti apa? Pasti dia cantik ya, seperti tante Fera waktu mudanya." Menurut Genta tentu saja cantik, karena mami Fera sudah masuk kepala empat aja masih terlihat cantik.
"Lo kenapa sih rel? Siniin hp lo, gue mau lihat Blue seperti apa." Genta ingin merampas ponsel Carel, namun cepat ia tahan.
"Gen, mending lo tahu Blue di rumah aja. Soalnya lebih cantik aslinya, iya. Gue juga gak ada fotonya."
"Gak mungkin, sini hp lo." Genta mengambil paksa ponsel milik Carel.
Genta melihat ponsel Carel, yang ia lihat pertama adalah foto Carel dan Blue sedang berada di kamar berdua sangat terlihat mesra dengan pipi yang di tempelkan dan menghadap kamera sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi mereka. Genta yang melihat itu langsung melirik ke arah Arystan, ia juga melirik Carel setelah nya.
"Rel, lo beneran ini?" Tanya Genta.
"Siniin hp gue gen." Carel berusaha merampas ponsel nya, namun Genta tetap menahan nya.
__ADS_1
"Lo ternyata ada main belakang?"
"Apaan sih gen?" Arystan bertanya pada Genta, yang jelas dia sudah tahu bahwa Genta pasti terkejut setelah melihat ponsel adiknya ada foto Carel dan Blue.
Genta lalu menunjukkan ponsel Carel pada Arystan, tidak ada keterkejutan di wajah Arystan, dia hanya tersenyum.
"Lo santai aja? Gak marah sama adek lo?"
"Udah biasa gen, mereka kan dekat biarin aja."
"Gila lo rys, lo gak cemburu sama sekali dengan Carel yang jelas-jelas foto berdua dengan Sky."
"Gak apa juga mereka dekat, bukannya lebih bagus?"
"Hah? Bisa begitu?" Tanya Genta masih tidak percaya dengan temannya.
Arystan mengangguk sambil menatap Carel yang takut, bukan takut karena foto nya di ketahui Arystan, tapi takut ketahuan Genta kalau sebenarnya Sky itu adalah Blue.
Genta melirik Carel dan mengembalikan ponselnya, ia tidak tahu apa yang ada di pikiran Arystan terlalu percaya dengan adiknya. Bisa saja adik dan pacarnya main belakang, tapi ini Arystan hanya santai saja.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1