
"Kak Valen, ke tempat biasa ya? Please! Sky mau belajar sungguh-sungguh, lebih giat lagi, pokoknya semua yang kak Valen ajarin sky akan bisa dengan hebat." Ucapnya saat menghubungi Valencia.
"Baiklah, tapi sebentar saja sky begitu seterusnya. Bahaya kalau terlalu lama dan kita ketahuan keluarga kamu, aku dalam bahaya." Valencia takut saat mengingat dirinya pernah di kejar oleh Carel, dan tidak membolehkan nya mengajari Blue beladiri. Carel hanya ingin adiknya lembut tidak belajar keras seperti itu.
"Tenang aja kak, satu jam aja. Beri waktu aku satu jam setiap harinya, aku akan bisa menguasai ilmu nya." Blue mengucapkan dengan serius, ia akan sungguh-sungguh. Blue menelepon sambil berjalan untuk menuju tempat yang mungkin sudah tidak lagi terlalu rahasia.
"Sky," panggil seseorang dari atas motornya berpapasan dengan Blue saat di jalan.
"Sky," panggilnya lagi membuat Blue menoleh. Namun Blue kembali melangkahkan kakinya setelah tahu siapa yang memanggil.
"Sky, gue panggil lo." Mengejar dan memegang tangan Blue.
"Gue gak kenal, lo jangan sok kenal ya sama gue. Lepasin!" Blue memberontak, namun tangan laki-laki itu lebih kuat dari tenaganya.
"Kita sudah saling mengenal, kamu jangan pura-pura gak kenal sama gue."
"Sakit. Lo terlalu kuat menahan tangan gue, Genta." Ucap Blue menatap tajam ke arah Genta.
Akhirnya Genta melepaskan tangannya dari tangan Blue, yang sudah terlihat memerah.
"Lo datang-datang bukan nya memberi salam atau apa, malah menyakiti orang. Kamu gak sopan." Blue tidak suka dengan Genta yang tiba-tiba menyakiti nya.
"Gue tidak akan menyakiti lo, kalau lo mau dengar gue ngomong."
__ADS_1
"Gue gak butuh dengar omongan lo, gue bilang kita gak kenal. Cukup pacar gue yang temenan sama lo." Blue hendak berjalan lagi, namun dengan cepat Genta menghadang.
"Sky, gue cuma mau ngomong sebentar!" Genta terlihat memohon, Blue menatap aneh orang di hadapannya.
"Kenapa Genta seperti kak Arys dan kak Carel tadi, apa maksudnya?"
"Sky," panggil Genta.
"Apa?"
"Ada sesuatu yang mau gue tanyain sama lo," ucapnya membuat Blue mengernyit heran.
"Apa yang mau lo tanyakan? Bukannya ada teman-teman lo yang bisa menjawab semua pertanyaan lo."
"Memangnya apa yang mau lo tanyakan? Gue harus segera pergi."
"Lo dapat dari mana pili?"
"Maksudnya?"
"Pili, kucing peliharaan lo itu."
"Memangnya kenapa gen?" Tanya Blue masih tidak mengerti apa maksud Genta.
__ADS_1
"Pili itu kembaran kucing-
Bbbrrrrmmmm....
Seseorang dengan motor besar nya berhenti menghampiri Blue dan Genta. Membuat ucapan Genta belum sempat di lanjutkan.
"Apa yang kamu lakukan disini, sky?" Tanyanya sambil berjalan menatap Genta tajam.
"Kak Valen." Blue tersenyum saat melihat Valencia sudah datang.
"Ayo cepat ikut kakak, jangan bicara sembarangan pada orang selain Arystan dan Carel. Mengerti kamu!" Blue mengangguk dan ikut ke motor Valencia.
"Jangan bicara yang akan menyakiti sky, kalau lo masih melakukan nya, akan berurusan dengan gue." Valencia memakai helm kembali menuju motor nya, mengikuti Blue yang sudah berada di dekat motornya.
"Kenapa banyak yang melarang aku untuk berbicara pada sky, padahal aku hanya ingin bertanya apa hubungan sky dengan Geandra." Batin Genta melihat Blue dan Valencia yang sudah melajukan motornya menjauh.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1