Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Mengantar ke kampus


__ADS_3

Saat malam hari Blue membersihkan wajahnya, di belakangnya Genta sudah menunggu untuk menggosok gigi tanpa mengenakan baju.


Setelah selesai Blue tidak langsung keluar, ia menunggu suaminya selesai menggosok gigi.


"Lo ngapain masih disitu?" Tanya Genta setelah selesai menggosok gigi dan mengelap wajahnya dengan handuk.


"Gue nungguin lo," jawab Blue dan mendekati Genta.


Genta mengernyitkan dahinya, menatap tangan Blue sudah ada masker wajah yang siap di pasangkan.


"Sky, gue gak mau maskeran. Lo gak perlu ngerawat wajah gue." Blue tetap memasangkan nya di wajah Genta.



Genta menolaknya, namun masker itu sudah menempel jadi mau tidak mau Genta menerima nya.


"Tunggu sekitar 15-20 menit aja sambil di gosok lembut, setelah itu bilas aja. Gue mau tidur duluan." Blue ingin meninggalkan Genta, namun tidak akan mudah karena Genta sudah menahan pinggang Blue.


"No, lo harus tungguin gue. Ini kerjaan lo yang buat gue begini, gak usah manyun gitu." Blue menunggu sampai lima belas menit lamanya, keluar juga di ikuti oleh Genta.


"Sepuluh menit aja gen, gue mau tidur besok masuk kuliah." Blue sudah bosan menunggu Genta melepas masker nya.


"Lo bilang dua puluh menit, jadi tunggu aja sebentar lagi. Konsisten dong jangan setengah-setengah, percuma kalau belum waktunya dilepas." Blue menatap kesal Genta, dan merutuki dirinya sendiri karena sudah mengatakan dua puluh menit.


Blue menguap karena ngantuk, Genta melihat itu kasihan.


"Lo kalau ngantuk banget Yaudah tidur aja, lima menit lagi gue lepas kok." Blue mengangguk karena memang sangat mengantuk, Genta melihat Blue yang langsung berbaring. Genta melepas masker yang diberikan Blue dan membersihkan wajahnya.


"Lumayan lembut sih, tapi yakali gue jadi cantik." Mengusap wajah nya yang terasa lembut. Lalu berbaring di sebelah Blue yang sudah di sekat dengan guling.

__ADS_1


"Good night and happy dream my wife," ucap Genta tersenyum, ia tidak menyangka akan mempunyai pasangan seperti Blue. Wanita yang selalu membuat dirinya kesal, dan Blue juga tidak menyukai nya. Namun ia hanya ingin menikah satu kali seumur hidupnya.


Seperti biasa mereka bangun untuk shalat subuh, walaupun keduanya keturunan bule tapi tetap dengan kewajiban nya sebagai umat muslim menjalankan perintah nya.


"Gue mau ke kampus hari ini, pakai motor aja ya? Motor udah diantar sama bodyguard mami"


"Gue yang antar, gue mau lihat di area kampus lo seperti apa? Teman yang akan bareng lo juga seperti apa? Gue mau tahu semuanya, jangan sampai juga lo bilang masih single, walaupun pernikahan kita seperti ini, gue gak mau ada yang berharap sama lo."


"Gue tau diri gen, gak perlu kasih tahu lagi. Cincin pernikahan selalu gue pakai."


Blue menunjukkan cincin pernikahan nya. Genta malah ikut menunjukkan bahwa dirinya juga memakai cincin pernikahan nya tanpa pernah ia simpan.



Genta memotret nya untuk ia unggah seperti biasa, hal-hal kecil yang hanya tangan ataupun kaki. Genta melakukan itu untuk kepentingan nya, supaya banyak orang tahu jika dia sudah ada yang punya walaupun belum saling suka.


"Kenapa di foto segala?" Tanya Blue melihat Genta yang langsung memotret tangan mereka berdua.


"Gak apa, gue cuma nanya." Genta hanya mengangguk.


"Gue ke klinik setelah gue antar lo ke kampus, biarkan aja motor lo disini gak masalah."


"Serah lo aja deh, gue cuma sebentar di kampus. Kalau gue pulang cepat naik apa pulangnya?"


"Gampang Sky, hubungi gue aja kalau gak kakak lo. Sekarang gue pengen antar lo, mau tau kampusnya."


Setelah selesai sarapan, mereka berangkat ke kampus untuk mengantar Blue, Blue nurut aja ketika ingin diantar Genta. Ke kampus juga tidak mau cari pasangan, ia hanya ingin belajar. Blue tahu diri karena dirinya sudah menikah, tidak akan lagi mencari pasangan.


Blue sudah sampai di parkiran kampus, Genta melihat nya dari dalam mobil.

__ADS_1


"Gak sekalian lihat dulu, antar gue masuk ke dalam." Blue melihat Genta yang melihat dari dalam mobil menyuruhnya ikut masuk.


"Gue dari sini aja, besok-besok baru masuk."


"Kalau nanti memang gak bisa jemput, bilang sama gue. Gue mau minta jemput siapa gitu."


"Siapa gitu? Lo cuma boleh di jemput Carel atau Arystan, gue gak izinin lo dijemput selain mereka" Genta melirik tajam Blue.


"Supir mami atau papi gak boleh? Lagian tadi gue mau pakai motor sendiri lo gak bolehin, sekarang malah ribet pulangnya takut gak ada yang jemput. Males banget sih." Blue tiba-tiba turun tanpa pamitan dengan Genta.


"Sky," panggil Genta ikut turun mengejar Blue.


"Sky, gue minta maaf. Tapi gue usahakan jemput lo kesini." Blue hanya menatapnya dan masuk ke kampus.


"Salah lagi gue, apa gue gak usah ke klinik aja ya." Namun Genta ada perlu di klinik untuk mengecek data selama dirinya tidak kesana.


"Mending gue nyuruh Carel atau Arystan nunggu, pasti mereka mau."


Genta mulai menghubungi Carel. Carel yang langsung mengangkat telepon dari Genta menanyakan apa keperluan nya. Genta menyuruh Carel untuk menunggu Blue di area kampus, karena dirinya akan ke klinik.


Karena Carel kerjanya juga santai, ia menyanggupi. Kembali memanasi Genta, akan mengenalkan dengan rektor kampus atau anaknya.


"Gue bacok juga nih anak, untung teman sekaligus ipar gue, kalau gak udah habis aja." Genta langsung berangkat ke klinik setelah menyuruh Carel menunggu di luar kampus.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2