
"Maksud kamu apa Sky?" Tanya papi dan mami nya, karena mendengar anaknya belajar semua itu. Mereka tidak pernah mau mengajarkan karena masih ada Arystan dan Carel yang mampu menjaga adiknya, makanya mereka tidak mau untuk mengajarkan yang berat.
"Hah?" Sky bingung dengan yang di ucapkan barusan.
"Sky, kamu tadi bilang semua sama mami dan papi, kalau kamu belajar beladiri sama Valen." Carel memberitahu adiknya dengan membisikkan di telinga nya, dan seketika Blue melototkan matanya. Arystan hanya diam membisu melihat mimik wajah papi dan mami nya yang berubah.
"Apa benar yang kamu katakan tadi, Sky?" Tanya papi mendekati Blue.
"Hanya bermimpi untuk diajarkan kak Valen, Pi. Lagipula Sky gak ada waktu untuk belajar dengan kak Valen. Papi dan mami tahu sendiri 'kan? Kalau mau belajar apalagi baru, pastinya butuh waktu yang lama untuk bisa menguasai semuanya. Kalian juga tahu, Sky masih remaja yang lemah, mana mungkin bisa menguasai ilmu beladiri secepat itu." Papi Edward dan mami Fera saling pandang, benar juga yang di katakan Blue kalau menguasai ilmu beladiri tidak secepat itu. Blue juga tidak ada waktu, karena dirinya sekolah.
Alasan yang sangat tepat untuk papi dan mami nya. Arystan dan Carel juga sama, jika mereka tidak tahu kalau Blue belajar beladiri, mereka juga bisa saja tertipu dengan kata halusnya Blue.
"Mami juga heran kamu bicara seperti itu, kamu juga sekolah dan les, mana ada waktu untuk belajar beladiri dengan Valen yang juga bekerja di kantor Arystan." Arystan dan Carel langsung mengangguk setuju dengan ucapan mami, karena mereka tidak mau adiknya kembali di kurung.
__ADS_1
"Kecuali kalau kamu bolos dari les," ucap papi Edward menatap Blue.
"Kalau Sky bolos les, mana mungkin Sky masih bertahan jadi juara kelas Pi. Jadi juara kelas itu gak gampang loh, Sky ikut les supaya bertahan sebagai murid yang pintar di kelas." Blue terus meyakinkan papi nya, bukan Blue namanya jika tidak bisa meyakinkan keluarga nya dengan yang ia lakukan.
"Papi percaya, anak papi pintar. Sebentar lagi juga ujian dan kamu akan segera masuk ke perguruan tinggi." Papi Edward memeluk putrinya, ia tahu Blue anak yang pintar, ngeles. Hihi
Blue tersenyum di pelukan papi nya, sudah mulai bisa beraktivitas kembali seperti biasanya. Karena orang tuanya juga tidak marah kalau Blue pindah ke kamar atas.
"Jadi, kapan Valen dibawa main kesini rys?" Tanya mami Fera pada Arystan.
"Menurut Sky, kak Valen akan ikut suaminya. Karena selama Sky mengenal kak Valen, dia sepertinya akan ikut saja dengan pasangannya nanti. Kak Valen juga sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain pasangan nya 'kan?" Jawab Blue karena sudah mengenal Valencia lama, sejak Blue SMP memang sudah minta di latih oleh Valencia tanpa sepengetahuan keluarga nya.
"Kenapa kamu berbicara seperti mengenal Valen sudah lama? Bukannya sepantaran dengan Arystan? Dan mami juga melatihnya saat dia SMP-SMA, saat dia kuliah mami sudah tidak melatihnya. Apa kamu mengenalnya?" Tanya mami Fera curiga, karena Blue masih kecil saat dirinya melatih Valencia.
__ADS_1
"Mami seperti tidak mengenal Sky, dia kan seperti peramal. Hanya dengan melihat orangnya saja dia sudah tahu orang itu seperti apa." Ucap Carel yang membantu adiknya menjawab. Sementara Arystan hanya diam sejak tadi, setelah mendengar Valencia hanya sendiri saja dan wanita yang mandiri.
"Sekarang Sky juga bisa terawang kak Carel," ucap Blue meyakinkan semuanya dengan wajah serius nya.
"Kamu beneran bisa Sky?" Tanya mami Fera.
"Kak Carel sekarang, kalau Sky terawang. Dia jomblo." Blue berlari di belakang papi dan mami nya sambil tertawa. Carel ingin mengejar adiknya karena telah mengejek dirinya, tapi mami dan papi nya menghalangi Carel untuk mengejar adiknya. Blue yang di belakang orang tuanya menjulurkan lidahnya pada Carel, karena berhasil membuat Carel kesal. Arystan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...