Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Belok


__ADS_3

Arystan jadi terlihat bodoh di depan adik dan mami nya, yang memohon tapi tidak di mengerti oleh siapapun. Sebenarnya mami Fera hanya pura-pura tidak mengerti.


"Kakak hanya tidak ingin mami terus mendesak ku menikah." Ucapnya menatap adik-adik yang kebingungan.


Mami Fera langsung mengangkat satu alisnya, ia merasa tidak lagi membahas masalah nikah.


"Tapi Carel sudah memiliki calon kakak ipar yang pas untuk kak Arys, mi." Carel mengucap sambil tersenyum menatap kakaknya yang sudah menatap tajam ke arahnya.


"Siapa? Apa pas juga jadi menantu mami?"


"Sesuai dengan yang di inginkan mami, dia mandiri, cantik, putih, tinggi, dan lagi jago beladiri." Kata terakhir yang di ucapkan Carel baru di mengerti oleh Blue, ia tahu siapa yang di maksud kakaknya.


"Cepat kenalkan ke mami, rys. Mami dan papi sudah tua, ingin cepat melihat salah satu anaknya menikah."


Arystan yang menatap tajam Carel beralih menatap mami Fera yang memelas. Apa dirinya memang harus secepatnya menikah pikirnya.


"Mami sudah mengenal orang itu kok mi," ucap Carel semakin membuat Arystan kesal.

__ADS_1


Mami Fera berpikir keras, siapa yang ia kenal dengan ciri-ciri yang di sebutkan oleh Carel tadi? Anaknya saja tidak pernah membawa wanita ke dalam rumahnya.


"Siapa yang mami kenal? Wanita saja kalian tidak pernah bawa dari semenjak kalian sekolah sampai kerja, mana ada wanita main kesini, yang ada teman laki-laki semua. Mami sempat mengira kalian berdua belok." Ucapan mami Fera membuat Arystan dan Carel melototkan matanya mendengar ucapan mami nya, sedangkan Blue tertawa dengan yang ia dengar.


"Sky juga mengira seperti itu mi, mungkin dua kakak ini tidak menyukai perempuan." Ucapnya sambil tertawa.


"Ada apa, kalian semua ngumpul disini?" Tanya papi Edward, karena mencari istri dan juga Blue tidak ada di bawah dan art mengatakan ada di atas. Makanya papi Edward langsung menyusul ke atas.


"Katanya Arys sudah ada calon Pi. Mami beruntung, ternyata anak kita tidak belok." Jawab mami Fera. Sedangkan anaknya kembali merasa takut, kalau Blue akan dibawa turun dan di kurung oleh papi Edward.


"Benar rys, kalau kamu sudah ada calon?"


"Ada Pi, dia masuk kriteria mami dan papi pokoknya." Bukan Arystan yang menjawab, namun Carel.


"Lo apaan sih rel, siapa calon gue? Lo memang suka ngada-ngada. Jangan percaya sama Carel, Pi."


"Kenapa lo gak anggap Valen sih kak. Dia itu mandiri, cantik, baik, tinggi, putih-

__ADS_1


"Dan jago beladiri. Itu yang mau lo bilang 'kan? Lo tahu juga agama dia, kalau dia berbeda dengan kita." Arystan mengingatkan Carel, kalau Valencia berbeda agama dengan mereka. Mami dan papi nya saling pandang, ternyata yang di maksud oleh Carel adalah Valencia.


"Jadi, yang kalian maksud adalah Valen? Yang sekarang kerja dengan Arys? Kenapa gak bilang dari lama sih kalau kamu sama dia, tapi dia non muslim."


"Arys gak sama Valen, mi. Carel aja yang suka jodoh-jodohin orang." Arystan menatap tajam Carel, ia kesal adiknya itu malah membeberkan itu pada orang tuanya. Menurutnya cukup saat bertemu saja adiknya itu mengoloknya.


"Tapi, kak Valen baik banget, dia yang ngajarin Sky banyak hal. Kak Valen juga yang ngajarin Sky beladiri, memanah, menembak. Semua yang kak Valen ketahui diajarkan sama Sky." Ucapnya tersenyum. Arystan dan Carel saling pandang, ada saja yang di takutkan. Padahal tadi sudah hilang rasa takutnya.


Papi dan mami yang tadi senang anak tertuanya tidak belok, ternyata anak bungsu nya membuat masalah baru dengan mereka.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2