
Genta naik menyusul Blue setelah membawa satu wadah berisi es juga handuk kecil, Genta mengetuk pintu Blue dan segera masuk tanpa menunggu nya di perbolehkan.
"Gue belum bilang boleh, kenapa lo langsung masuk aja. Di kursi depan kamar aja, jangan di kamar berdua seperti ini."
"Disini juga gak masalah, lo lihat pintunya udah gue buka lebar." Genta mengambil handuknya dan ia membungkus es batu dengan itu, tidak memperdulikan apa yang di katakan Blue. Karena menurut Genta pintu sudah terbuka, jadi orang tidak akan salah paham.
"Tapi gen-
"Sky, diam!" Blue terdiam saat kompresan es batu mengenai sudut bibirnya, terasa perih membuat Blue meringis.
"Sakit? Sorry Sky, lo tahan sebentar."
Karena pintu juga terbuka saat Arystan dan Carel sampai bertepatan dengan ucapan Genta, membuat keduanya langsung melotot mendengar itu dan sudah berpikir yang tidak-tidak. Apa yang di lakukan Genta di kamar Blue?
"Lo ngapain di kamar Sky, gen?" Tanya mereka langsung masuk, namun yang mereka lihat adalah Genta sedang mengompres wajah Blue.
"Sky, kamu kenapa?" Tanya Arystan.
__ADS_1
"Sky gak apa kak, cuma luka sedikit." Jawabnya tersenyum sambil meringis merasakan sakit di sudut bibirnya.
"Lo apain adik gue gen? Gue tahu kalian sering berdebat, bertengkar, tapi jangan sampai main tangan gini dong." Arystan menuduh Genta sembarangan seperti ini, Genta tetap membantu Blue mengompres wajah nya, tanpa menjawab pertanyaan dari Arystan.
"Lo dengar gue 'kan gen?" Arystan tidak suka sedang bicara, namun orang lain tidak memperdulikan nya. Arystan menarik baju Genta membuat Genta menoleh.
"Lo apaan sih kak, Genta gak ngapa-ngapain. Malah dia yang bantuin Sky."
"Bisa aja dia yang membuat Sky seperti ini." Tangan Arystan di angkat dengan pelan oleh Genta, ia kembali melanjutkan mengompres wajah Blue.
"Haissshhh, kamu kenapa Sky? Jawab!" Arystan mengusap rambutnya kasar.
"Nanti Sky tidak makan malam bersama, Sky sudah ada banyak stok camilan di lemari. Jadi sampaikan pada mami sama papi, Sky di kamar aja." Sambungnya, karena diantara mereka belum ada yang berbicara.
"Tapi kamu tahu papi dan mami 'kan? Papi tetap akan menemui kamu." Papi Edward dan mami Fera tetap akan khawatir dengan keadaan Blue.
"Sky tahu, jadi sekarang kalian semua keluar. Sky boleh mengusir kalian semua, karena ini kamar Sky." Arystan dan Genta sudah akan keluar, namun Carel masih di dekat Blue.
__ADS_1
"Kenapa kak Carel masih disini?"
"Kakak mau disini aja temani kamu ya? Nanti kalau makan malam kakak baru akan keluar." Carel memohon agar Blue mengizinkan dirinya untuk tetap di kamar nya.
Blue tersenyum, membuat Carel mengira bahwa Blue mengizinkan.
"Tapi tidak sekarang, temani Sky nanti saja."
"Tapi Sky-
"Sky mohon kak! Tolong keluar." Karena Carel masih tidak bergerak, Genta dan Arystan menarik Carel dengan sedikit memaksa. Padahal kesempatan nya menipis untuk Blue menerima orang yang Carel pilihkan, tapi ketika ingin berbicara berdua waktu nya tidak tepat. Mereka keluar menutup pintu, Blue langsung mengunci pintunya dan segera masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya sebelum istirahat. Blue juga harus belajar lagi untuk ujian yang sudah di depan mata, kalau tidak dirinya akan mengulang dan kembali duduk di sekolah.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...