Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Bertemu dengan Blue


__ADS_3

Carel dan Arystan telah sampai di dekat rumah nya, mereka berhenti disana.


"Sekarang kak Arys jalan kesana, biar gue belakangan turunnya. Soalnya kalau misalnya mobil ini ke depan gerbang, mereka akan mengecoh membawa masuk Sky."


"Gak apa biar gue turun disini, walaupun gue malas jalan kaki sampai kesana. Gue ingin melihat langsung Sky dalam keadaan baik-baik aja, gue ingin peluk dia." Arystan langsung turun dan berjalan mendekat ke arah gerbang rumahnya, ia mengintip dahulu sebelum masuk. Tepat sekali, siang ini Blue sedang sendiri di luar rumahnya makan cemilannya.


Arystan meneteskan air mata, melihat adiknya langsung yang sudah beberapa minggu tidak ia lihat. Arystan membuka gerbang dengan pelan, mumpung tidak ada yang melihatnya. Blue pasti tidak mau di jaga oleh art dan penjaga nya, makanya ia sendiri saja di luar.


"Sky," panggil Arystan yang sudah masuk dan mendekat ke arah adiknya.


Blue menoleh dan mengalihkan pandangan nya. Arystan berhenti, ia tahu adiknya tidak mau bertemu dengannya dan membencinya. Karena Arystan lah yang membuat Blue di kurung dan cuti sekolah seperti ini.


Arystan berbalik ingin kembali pada Carel yang sudah ada di depan gerbang. Tapi Blue memanggil nya.


"Kak Arys," panggil Blue.

__ADS_1


Arystan terkejut, ternyata adiknya tidak membencinya. Blue berlari memeluk Arystan dari belakang, Arystan juga cepat berbalik dan memeluk adiknya. Art nya dan penjaga baru keluar terkejut karena kedatangan Arystan yang tiba-tiba, sekaligus terharu dengan kakak adik itu yang berpelukan. Carel juga nampak berlari masuk ke dalam pekarangan rumah nya, dan ikut memeluk kakak dan adiknya.


"Kita sangat rindu dengan kamu, princess."


"Sky juga rindu berat dengan kak Arys dan kak Carel."


"Kenapa tidak pernah diam-diam bilang kalau kamu juga di rumah ini, kakak selalu merasa bersalah karena kamu tidak pernah pulang." Arystan dan Carel menatap adiknya.


"Bagaimana bisa Sky bilang, kalau mami dan papi menyuruh penjaga dan art rumah bergantian menjaga Sky di dalam, lalu Sky harus diam saja di dalam. Kecuali kalian berdua berangkat, baru Sky boleh berjemur dan berkeliaran di sekeliling rumah."


"Iya, kakak sangat tahu kalau itu kamu. Makanya kemarin kakak nyuruh Genta dan Valen untuk mengeceknya."


"Jadi kalian sudah tahu kalau Sky ada di rumah ini?"


"Sejak dua hari yang lalu, kita sudah tahu bahwa kamu ada disini. Karena kita lihat dari dalam mobil, kalau kamu berkeliaran di dalam terlihat dari rambut pirang kamu."

__ADS_1


"Mending kita masuk dan ke kamar kita diatas, tapi sebelum nya ke kamar kak Arys dulu. Carel mau hubungi Genta dan Valen, mereka pasti ingin tahu juga."


"Oke, kita naik sekarang."


"Tapi tuan, non. Nyonya sama tuan besar pasti akan marah dengan kami jika tuan membawa non Sky ke atas."


"Salah kalian juga bohong dengan kita." Ucap Carel.


"Kalian gak usah khawatir, saya yang akan bilang sama papi dan mami kalau kita sudah tahu Sky disini." Ucapan Arystan lebih membantu, lebih membuat mereka semua tenang dengan nona nya yang akan di bawa naik ke kamarnya. Dari pada ucapan Carel yang membuat mereka sangat takut, tidak membantu meringankan beban mereka.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2