
Valencia tersenyum menoleh pada Blue, ia memberi isyarat agar berdampingan.
"Mati kau..!" Valencia menodongkan pistolnya, sedangkan Blue tetap berjaga-jaga untuk sekitarnya.
"Kemana orangnya? Tapi aku merasa orang itu belum pergi." Ucap Valencia menurunkan pistolnya, karena orang yang ia maksud tidak ada.
"Menurut yang kita dengar, orang itu menginjak sesuatu. Tapi disini juga tidak ada sampah apa-apa kak." Blue menunjuk di hadapannya, tidak ada sampah plastik, hanya ada daun gugur berjatuhan.
"Bisa jadi yang kita dengar salah, karena disini memang tidak ada apapun atau siapapun. Ayo kita kembali latihan Sky!" Valencia mengajak Blue kembali masuk, karena dirinya dan Blue salah menganggap ada seseorang yang mengintai.
Blue belum mengikuti Valencia masuk kedalam, karena dirinya masih curiga. Tidak mungkin pendengaran dirinya dan Valencia sama-sama bermasalah, karena sangat jelas jika itu seperti orang sedang menginjak botol plastik.
Blue menajamkan matanya melihat ke sudut arah hutan di belakang tempat latihan, masih terbilang hanya kebun namun tidak terawat hingga sudah seperti hutan.
__ADS_1
"Sky," panggil Valencia karena Blue tidak mengikuti nya.
"Iya kak." Blue masih mencari-cari, lalu masuk mengikuti Valencia.
Huffftt..
Helaan nafas lega, karena dapat menghindar dari Valencia dan Blue.
"Untung gue cepat sebelum mereka tahu keberadaan gue, gara-gara botol ini gue hampir mati konyol di tembak. Bukan jadi pacarnya, tapi mati." Ucapnya di atas pohon belakang tak jauh dari tempat latihan Blue, botol yang ia injak masih sempat di ambil dan di pegang sampai ikut bersembunyi.
"Kamu harus latihan lebih giat lagi Sky, aku khawatir tempat ini sudah gak aman lagi." Ucap Valencia, karena dari sebelumnya sudah di ketahui oleh Carel. Sekarang ada lagi yang mengetahui, tapi tidak tertangkap.
"Sky udah giat dan sudah bisa semua yang di ajarkan kak Valen, walaupun kadang masih meleset." Jawabnya tersenyum menatap Valencia.
__ADS_1
Mereka hanya duduk, akan lebih santai saja latihan kali ini. Valencia hanya ingin bercerita bersama Blue. Valencia juga tersenyum saat melihat Blue, ia sudah menganggap Blue seperti adiknya. Namun sosok kakak laki-laki yang di harap, itu tidak akan pernah ada, karena dirinya anak satu-satunya dari keluarga yang sudah tidak lagi ada. Valencia adalah anak yatim piatu, sejak dirinya masuk sekolah dasar, ayahnya sudah meninggal sejak itu. Saat dirinya masuk high school, ibunya menyusul ayahnya meninggalkan dirinya sendirian tanpa keluarga yang menemani. Valencia terpuruk hanya tinggal sendirian, karena harta yang di tinggalkan tidak akan membuat dirinya bahagia tanpa kehadiran kedua orang tua nya.
Namun dia mencoba bangkit kembali saat menemukan surat dari ibunya, bahwa dirinya harus semangat walaupun tanpa ibu dan ayahnya. Ia bekerja sambil kuliah waktu itu, tidak mau menghabiskan atau hanya menghamburkan harta yang di tinggalkan orang tuanya. Karena ia tetap memikirkan masa depan nya, jika tidak ada yang menginginkan dirinya sebagai pasangan, Valencia masih punya bekal untuk hari tuanya.
Valencia harus menjadi wanita kuat untuk menjaga dirinya, karena hanya dirinya yang ia miliki untuk melindungi dirinya sendiri.
Valencia : cintai dan sayangi dirimu sendiri, karena hanya dirimu yang menemani saat tidak ada siapapun.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...