Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
mengantar ke kantor


__ADS_3

"Lo gak usah pikirin apa yang papi bilang, lo cukup fokus dengan skripsi lo. Pikirin gimana cepat di ACC tanpa ngulang berkali-kali"


"Gue juga gak tahu kak, udah mau fokus nyusun sekarang malah di hancurkan dengan paksaan."


"Kalau lo memang gak minat dan gak suka, nanti kan bisa diomongin baik-baik rel. Papi sama mami juga gak bakalan maksa, itu hanya keinginan mereka."


"Gak tahu, sekarang gue bingung masalah gue ditambah dengan Blue eh Sky yang belum tahu dimana."


"Sky gak perlu lo pikirin rel, papi dan mami pasti memberikan yang terbaik untuk Sky. Dia anak dan adik kesayangannya kita semua, jadi lo gak perlu memikirkan yang sudah terjamin akan terpenuhi semua yang diinginkannya."


Carel mengangguk percaya dengan ucapan kakaknya, karena tidak mungkin orang tuanya memberikan yang tidak baik untuk anak perempuan nya.


Arystan berpamitan keluar dari kamar Carel, ia menatap kearah kamar Blue. Sangat sunyi tidak ada suara adiknya disana.


"Kamu dimana Sky? Apa kamu juga merindukan kak Arys dan Carel? Semoga kamu tetap baik-baik saja di manapun kamu berada. Maaf kak Arys yang membuat mu seperti ini." Arystan meneteskan air matanya, ia menyesal karena telah membuat Blue sakit dan sekarang orang tuanya tidak memperbolehkan mereka bertemu.


Arystan mengelap air mata yang menetes, ia kembali ke kamarnya. Carel mendengar semua yang di ucapkan kakaknya, ia tahu kakaknya lebih banyak pikiran, tapi tetap mencoba untuk menenangkan diri nya.


"Gue tahu kak, lo lebih banyak pikiran juga dan selalu merasa bersalah, tapi masih mencoba nenangin gue yang lagi nyusun dan mencoba menyuruh gue untuk tetap tenang dengan paksaan papi. Gue tahu lo selalu ingin menjadi kakak yang terbaik, walaupun adik lo itu gue yang bandel."


...******...


"Kak Arys, gimana kalau hari ini Carel antar ke kantor?" Carel menawarkan diri untuk mengantar Arystan ke kantor.


"Ada apa rel, kakak bisa ke kantor sendiri. Lo belajar yang baik di kampus."

__ADS_1


"Carel hanya ingin mengantar kak Arys ke kantor, pengen lihat-lihat."


Carel ingin kakak nya ber istirahat menyetir untuk sekarang, sedangkan papi dan mami nya mengira Carel sudah setuju untuk bekerja di kantor dan ingin melihat-lihat keadaan kantor.


"Tumben? Apa yang lo inginkan?"


"Mumpung Carel mau ke kantor, sekalian aja ajarin sesuatu disana rys."


"Carel cuma mau ngantar kak Arys, bukan untuk belajar ke kantor."


"Ayo cepat berangkat rel, udah siang."


"Okayyy."


"Berangkat dulu mi, pi."


"Wa'alaikum salam."


Mereka langsung keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil Carel yang sudah di siapkan oleh pekerja rumahnya.


"Ada apa mau antar kakak ke kantor?"


"Hanya ingin menjadi adik yang baik."


"Lo gak baik atau jahatin kakak sekalipun, lo tetap adik gue, rel." Arystan tidak mau menatap adiknya, ia tentu saja akan sedih kalau ungkapan kasih sayang. Kecuali bila dengan Blue, karena sudah terbiasa ia ungkapkan.

__ADS_1


"Bukankah selama ini Carel melawan kak Arys? Walaupun gak jahat sih dan tetap baik."


"Iya baik, cepat ke kantor biar jadi bos yang baik."


"Baik bos." Mereka tertawa walaupun sama-sama merasa sedih.


"Nanti jangan lupa jemput, jangan pernah berniat untuk balas dendam. Dulu itu kemauan lo sendiri." Arystan mengatakan sambil sudah keluar dari mobil. Beberapa karyawan nya sudah mulai datang.


"Tumben pak Arys di antar supir ke kantor."


"Iya supir nya tampan."


"Gue bukan supir nya, gue adiknya."


"Udah rel pulang, jangan lupa jemput kakak."


"Siap kak, mau ke kampus dulu."


"Iya, hati-hati." Carel langsung pergi, sedangkan Arystan setelah melihat adiknya pergi, ia langsung masuk.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2