
Sekitar jam dua siang, papi Edward dan papa Angga sudah menunggu Blue untuk datang ke kantornya. Genta dihubungi untuk segera turun, namun Genta masih akan menyelesaikan pekerjaan nya.
"Kenapa jadi kita yang menunggu mereka, padahal mereka yang akan menikah, tapi kita yang harus menunggu."
"Tidak masalah, anak saya masih muda. Jadi kita harus membantu nya." Papi Edward malah senang akan mengurus anaknya yang akan menikah. Papi Edward meminta agar anak perempuan nya dia sendiri yang mengurus, mami Fera hanya terima jadi dan mengurus anak lelakinya yang akan menikah nanti.
"Papi," sapa Blue yang baru saja sampai langsung memeluknya.
"Halo sayang."
"Halo om." Menyapa papa Angga dan mencium tangan nya.
"Halo Sky,"
Mereka kembali berbincang sambil menunggu Genta datang.
"Maaf Genta telat."
"Time is money, suka banget buat mereka nunggu lama." Genta hanya duduk diam seperti dimarahi istrinya.
"Sayang, tidak boleh seperti itu. Papi dan papa Angga yang ke awalan menunggu, saking tidak sabarnya kalian prewed." Papi Edward tidak menyalahkan Genta, karena Genta juga menyelesaikan pekerjaan nya.
"Tapi Sky benar juga, kalau waktu yang ditentukan segini ya tidak boleh telat, namanya on time." Papa Angga malah membela Blue.
"Jadi maunya apa? Sekarang jadi atau tidak, Genta banyak urusan pa. Papi juga tahu Genta banyak kerjaan disini."
"Sky juga sibuk latihan, jadi juga punya urusan." Ucap Blue.
"Latihan?" Tanya papi Edward dan papa Angga.
Blue menyadari ucapannya, ia langsung tersenyum untuk menutupi kegugupannya.
"Iya, latihan untuk masuk kuliah. Jadi dipersiapkan dari sekarang." Genta tersenyum mengejek pada Blue.
"Yakin? Apa ada hal lain yang lo tutupi?" Tanya Genta membuat Blue mengepal tangannya.
"Sudah, kalian ini. Kita segera berangkat saja, papi dan papa Angga sudah mengosongkan waktu sore ini untuk prewedding kalian."
"Tapi kenapa harus ada prewed segala, kita ngerti kalian semua sibuk. Jadi tidak perlu ada prewed untuk pernikahan singkat ini." Blue berkata seperti itu membuat papi Edward tidak suka.
"Singkat? Apa maksud kamu, Sky? Apa kamu memang berniat untuk berpisah setelah menikah?" Tanya papi.
"Bukan gitu Pi, maksud Sky itu. Karena singkat langsung menikah, bukan bertunangan dulu."
__ADS_1
"Terlalu lama kalau kalian bertunangan dulu, bukannya kamu mengharapkan cepat menikah sebelum masuk kuliah?" Blue merasa dirinya yang ngebet nikah, padahal itu hanya alasan supaya orang tuanya tidak menyanggupi menikah dan bisa berkuliah di luar negeri. Ternyata itu salah, demi tetap dekat dengan anak perempuan nya papi dan mami rela anaknya menikah sebelum kuliah.
"Papi berangkat sama papa Angga, kalian bawa mobil sendiri."
"Tapi Pi, supir mami ada di depan." Blue tidak mau jika berduaan dengan Genta.
"Tinggal papi suruh pulang, ini kunci mobil papi. Mari pak Angga." Setelah memberikan kunci mobilnya, papi Edward dan papa Angga berangkat lebih dulu, menyuruh Genta dan Blue mengikuti mereka dari belakang.
"Papi apaan sih, aku gak mau foto prewed." Rengek Blue tidak suka foto prewed.
"Drama banget, gue gak suka bawa orang manja." Genta beranjak dan Blue berjalan mengikuti Genta di belakangnya.
Sampai di pintu mobil, Blue membuka pintu belakang, namun Genta menyuruhnya duduk di depan karena bukan supirnya.
Selama perjalanan Genta dan Blue tidak berbicara sepatah katapun, hanya ada deru mesin.
Mereka sampai di tempat prewed yang sudah di siapkan. Suasana yang di pilih adalah tempat terbuka.
"Sky, Genta. Ganti baju kalian, pemotretan nya harus segera dimulai."
"Tapi, baju nya Sky gak suka, selain warna nya merah muda, di bagian belakang juga terbuka." Blue tidak suka berpenampilan terlalu terbuka.
"Pakai aja, itu permintaan mami pada mereka." Blue menghela nafasnya dan pergi untuk mengganti baju. Genta juga mengikuti Blue.
"Sudah selesai," ucap Genta membuat Blue melihat ke kaca.
"Lo apaan sih, gue minta bantu sama orang yang akan membantu gue, bukan lo."
"Bukannya makasih lo malah marah sama gue, yang di luar itu cuma gue, gak tau orang-orang pada kemana." Genta langsung keluar dengan tangan yang sedikit gemetar.
"Gue apaan sih? Kenapa gini." Genta mengganti pakaian nya setelah orang yang akan membantu Blue datang dari toilet..
Mereka keluar dengan pakaian nya, berjalan berjauhan seperti musuh.
"Genta, gandeng dong tangan nya Sky." Papa Angga teriak pada anaknya.
Dengan cepat Genta menarik tangan Blue dan berjalan berdampingan.
"Lo apaan sih, gen?" Blue ingin melepas tangannya, namun Genta menahannya dengan kuat.
"Diam! Ada papi sama papa, jadi gak usah bertingkah."
"Papa, kenapa gak bilang kalau disini. Ternyata ada Genta dan siapa dia, pa?" Tanya Aletta, istri dari papa Angga yang baru.
__ADS_1
"Papa ngapain ngajak orang lain?"
"Papa tidak mengajaknya gen."
"Saya ini mama kamu, bukan orang lain."
"Maaf, tapi ibu saya sudah meninggal. Saya hanya punya papa, dan tidak mengakui tante sebagai ibu saya, kecuali mami Fera." Blue tahu Genta bersedih dengan yang di ucapkan, ia memegang lengan Genta untuk menguatkan. Genta hanya melirik nya.
"Kak Genta," sapa anak kecil yang berada di samping Aletta.
"Neisha, kamu ngapain kesini? Harusnya kamu istirahat di rumah, bukan keluyuran gak jelas."
"Gen, dia masih kecil." Blue mengingatkan Genta kalau Neisha masih anak kecil.
Genta kembali melirik Neisha yang menunduk, ia menghampiri Neisha.
"Kamu ajak pulang mama kamu, istirahat dirumah aja. Kakak tahu kamu capek 'kan? Kakak masih mau foto sama kak Sky, tuh." Genta menunjuk Blue yang berdiri tak jauh darinya, Neisha memeluk Genta sambil mengintip Blue. Blue tersenyum melihat Neisha.
Aletta membawa Neisha pergi setelah berpamitan dengan mereka dengan nada yang sedikit kesal, Genta kasihan dengan Neisha yang punya ibu seperti Aletta.
"Sekarang mulai pemotretan nya, nanti semakin sore." Mereka mengangguk, pengarah gaya sudah menyuruh mereka berdekatan, namun Blue atau Genta tidak mau terlihat mesra.
"Foto yang bener dong gen, makanya jadi orang jangan terlalu tinggi."
"Bukan gue yang ketinggian, tapi lo yang kependekan." Jawabnya menohok.
"Semuanya aja mirip Titan."
Dari banyak nya mereka foto, hanya satu yang pas dilihat dan dipilih oleh Genta dan Blue. Saat Blue diarahkan untuk nyandar di bahu Genta.
"Udah Pi satu aja, besok atau kapan lagi. Sky capek." Blue langsung duduk setelah melihat satu foto yang bagus dan terlihat seperti prewed. Genta memberikan air mineral dan sudah ia buka, Blue tinggal langsung meminumnya setelah berterima kasih.
Setelah berganti pakaian lagi, akhirnya mereka langsung pulang menggunakan mobil, sedangkan motor besar Genta, papi Edward yang membawa nya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1