
Blue sama sekali tidak ada latihan wisuda, ia hanya mencari cara bagaimana caranya agar dirinya gagal menikah. Sebagian orang ingin pernikahan nya lancar berhasil, namun Blue mengharapkan kebalikan nya.
"Gue lama-lama bisa gila juga, sekarang mendingan gue telepon kak Valen ajak dia jalan-jalan ke mall." Blue mengambil ponselnya, bukan Valencia yang ia telepon tapi kakak nya.
"Ada apa dek?" Tanya Arystan.
"Kak Valen ada?" Tanya Blue, padahal harusnya langsung saja menelpon Valencia.
"Kenapa telepon kakak kalau nanya Valen? Kakak kira kamu mau bilang kangen atau ajak kakak jalan." Arystan sudah mengharapkan jika adiknya ingin jalan bersamanya, atau mengatakan jika Blue merindukan Arystan.
"Sebentar kak, Sky takut kalau kakak marah kak Valen angkat telepon. Jadi Sky hubungi atasannya biar gampang ngomong sama kak Valen."
"Aisssh nih anak ada-ada aja." Arystan langsung menghubungi Valencia.
"Selamat siang, saya Valen-
"Keruangan saya sekarang!" Ucapnya langsung menutup telepon.
"Kak Arys sering marah kalau di kantor?"
Tok tok...
"Masuk!"
"Nggak sayang, sebagai atasan aku hanya ingin tegas." Jawabnya sambil menatap Valencia yang berjalan masuk.
"Sayang? Mau pamer sama gue ternyata." Batin Valencia.
"Orangnya udah datang, kamu mau ngomong?" Ucap Arystan tetap menatap Valencia.
"Iya kak." Arystan memberikan ponsel nya pada Valencia, namun Valencia tidak mengambil nya.
"Ini ambil, ada yang mau ngomong sama lo"
"Gila lo rys, gue kesini cuma disuruh begini?" Valencia kesal jika disuruh ke ruangan nya hanya di suruh berbicara dengan orang.
"Angkat aja dulu, lo kira tangan gue begini gak sakit?" Ucap Arystan membuat Valencia langsung mengambil ponselnya.
"Halo, siapa?" Tanya Valencia.
Karena tak kunjung memberi jawaban, Valencia kembali bertanya.
"Lo bisa ngomong 'kan?"
__ADS_1
"Bisa dong, halo kakak cantik." Blue tersenyum mendengar Valencia kesal.
Valencia melihat nama yang tertera di layar, ternyata memang benar yang menelepon nya adalah Blue.
"Kenapa gak langsung telepon kakak? Biar kakak gak perlu repot-repot ke ruangan ini." Valencia melirik Arystan yang menatap nya tajam.
"Sky takut kak Arys marah kalau kak Valen angkat telepon di waktu jam kerja, jadi Sky hubungi kak Arys aja biar kak Valen gak dimarahi."
"Iya, memang atasan kakak suka marah-marah gak jelas. Apalagi kalau dilihat angkat telepon, bisa-bisa langsung di pecat Sky."
Blue tertawa mendengar nya, kakaknya tidak akan seperti itu, apalagi jika pekerjaan nya bagus.
"Kamu ada perlu apa mau ngomong sama kakak?" Tanya Valencia.
"Sky mau ajak kakak jalan-jalan, Sky malas di rumah aja. Mau ya, please!"
"Tapi Sky, kakak lagi kerja. Gimana kalau agak sorean?" Sambil melirik Arystan, Valencia tidak berani di jam kerja seperti ini jalan-jalan.
"Ayo kak, please! Sky mau cerita penting."
"Kamu tanya sama kakak kamu aja, kakak gak berani." Arystan yang melihat pekerjaan nya kembali menatap Valencia.
"Oke."
Valencia memberikan ponsel nya pada Arystan.
"Itu ngomong aja sama Sky, gue mau balik ke ruangan."
"Halo, Sky."
"Kak, izinin kak Valen keluar temani Sky jalan-jalan. Sky bosan dirumah aja, dan pengen cerita juga sama kak Valen." Meminta izin pada Arystan supaya membolehkan Valencia keluar.
"Boleh, tapi sekarang Valen masih harus menyelesaikan pekerjaan nya. Jam dua an Valen baru bisa di ajak."
"Please! Bekerja sebentar aja, sisanya kak Arys yang kerjakan." Blue memohon pada Arystan supaya membolehkan Valencia ikut dengan nya.
"Kamu ke kantor aja dulu, kalau untuk jalan-jalan bisa ajak kakak aja Sky. Lagian mana mungkin pekerjaan yang sudah kakak berikan pada Valen, malah harus kakak lagi yang kerjakan."
"Sekali-kali aja kak, lagian ini urusan cewek. Kakak kerja di kantor aja cari cuan buat modal nikah."
"Kakak belum bisa kasih keputusan sekarang, ke kantor aja dulu." Arystan tidak mau memberikan keputusan lewat ponsel, ia akan menjawabnya sambil menatap adiknya.
"Oke, bye muaahhh" Blue langsung mematikan sambungan telepon nya.
__ADS_1
"Bye, astaghfirullah Blue Skyla. Untung adek gue, kalau bukan udah gue banting." Melihat ponselnya, Blue yang memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
...******...
"Kak Valen," Blue datang ke ruangan Valencia lebih dulu sebelum ke ruangan kakaknya.
"Eh kamu udah datang, sebentar kak Valen mau kerja dulu." Valencia tidak melihat lagi ke arah Blue, ia melanjutkan pekerjaan nya.
"Kita pergi aja, kak Arys gak akan marah sama kita." Blue mendekat kearah Valencia mengajaknya untuk kabur dari kantor.
Ehemmm...
"Kamu duduk dulu, kakak kerjain semuanya sebentar. Setelah itu kita keluar."
"Kak Arys, sekarang jam istirahat, jadi waktunya Sky dan kak Valen jalan-jalan." Blue menghampiri Arystan.
"Lo pergi aja sama Sky, biar gue yang kerjain semuanya." Ucap Arystan terpaksa karena Blue terus memohon.
"Belum bisa rys, gue kerjain ini aja sebentar lagi beres kok, lagian ini tugas gue." Valencia tetap mengerjakan pekerjaan nya.
"Sejak kapan lo menentang gue? Dan sejak kapan ada yang berani sama gue? Gue atasan lo." Valencia berhenti dengan pekerjaan nya dan menatap Arystan.
"Oke, kerjakan semuanya, jangan sampai ada yang masih tertinggal." Valencia membereskan mejanya dan mengambil tas nya.
"Lo," tunjuk nya pada Valencia.
"Gue mana pernah menentang lo, gak berani gue. Lo kan atasan gue." Valencia tersenyum manis pada Arystan.
"Sky, ayo kita berangkat."
"Let's go." Blue menggandeng lengan Valencia.
"Kalian gak butuh gue buat temenin, gimana kalau ada yang macem-macem?" Padahal Arystan ingin ikut dengan adik dan sekretaris nya, namun karena gengsi ia hanya ingin menjadi bodyguard. Lupa bahwa dua wanita itu jago beladiri.
"Lo lupa gue dan Sky."
"Yaudah sana berangkat cepat."
"Pekerjaan sebanyak ini harus gue bagi dengan yang membutuhkan, karena gue baik jadi harus bagi-bagi." Ucapnya membawa berkas dari ruangan Valencia. Arystan akan meminta bantuan pada yang lain agar menyelesaikan pekerjaan yang ditinggal oleh Valencia.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...