
Valencia dan Carel terburu-buru mendengar kabar bahwa Blue masuk rumah sakit, mereka belum tahu apa kejadian nya sampai adiknya masuk kesana.
Carel melihat Genta dan Arystan yang duduk sedih.
"Gimana keadaan Sky, kak?"
"Sky di dalam rel, kakak belum tahu dokter belum keluar sejak tadi."
"Kenapa? Kenapa Sky bisa seperti ini? Apa karena lo gen, iya?" Carel memegang kerah baju Genta.
Arystan langsung bangun untuk menjauhkan tangan Carel dari Genta.
"Carel ini rumah sakit, yang salah itu gue. Karena membiarkan Genta bertanya pada Sky."
"Apa gue bilang rys, gue takut seperti ini. Bukan makin sembuh, tapi malah semakin memperparah." Ucap Valencia.
"Gue minta maaf, ini salah gue juga. Seandainya gue gak tanya tentang Geandra, pasti Sky tidak akan seperti ini."
"Gue hanya takut mami sama papi tahu, kalau-
Carel menatap Genta, ia hampir saja keceplosan pikirnya.
"Gue udah tahu semuanya rel, kalau sebelumnya Sky adalah Blue, adik kalian."
"Lo memang benar-benar rys, gue bilang jangan katakan pada Genta. Lo tahu akibatnya sekarang? Sky masuk rumah sakit gara-gara kalian berdua." Carel menarik rambutnya kasar, ia tidak tahu jika orang tua nya sampai mendengar berita kalau Blue masuk rumah sakit.
__ADS_1
"Gue salah rel, gue minta maaf."
"Lo minta maaf sama gue, apa akan membuat Sky sembuh? Apa mami dan papi tidak akan marah sama lo? Gak akan rys, lo tetap akan di marahi mereka. Bukan cuma sekali lo membuat Sky mengamuk, tapi berkali-kali."
"Gue cuma ingin Sky sembuh rel, itu aja yang gue inginkan. Gue ingin Sky seperti dulu lagi tidak trauma dengan namanya sendiri."
"Buktinya, apa sampai sekarang dia sembuh? Lo semakin membuat nya menderita rys." Saat Carel marah ia tidak akan menyebut Arystan kakak, Carel akan menyebut nama nya.
"Gue harus hubungi mami dan papi, bagaimana pun mereka harus tahu keadaan Sky."
"Tapi rel, gue takut mami sama papi akan marah dan ribut di rumah sakit."
"Lo lupa ini rumah sakit siapa?" Tanya Carel.
"Ini rumah sakit milik keluarga Sagara, tidak akan ada yang berani marah dengan papi dan mami. Yang ada lo yang akan di marahi mereka berdua."
"Gimana dok keadaan adik saya?"
"Saya baru sadar kalau yang kesini adalah keluarga dari Sagara, saya minta maaf."
"Saya tanya gimana keadaan adik saya?"
"Untuk keadaan adik anda, harus rawat inap di rumah sakit. Karena masih belum sadarkan diri, sebaiknya tidak terburu-buru jika ingin membuat nya menghilangkan trauma yang di deritanya, itu akan membuat adik anda semakin parah. Tapi jika pelan-pelan dan hati-hati, itu akan membuat nya lebih enjoy dan akan melupakan trauma secara perlahan."
"Terima kasih dok, saya akan mengikuti saran dokter."
__ADS_1
"Sama-sama saya permisi."
"Silahkan!"
Carel dan Valencia menatap tajam ke arah Genta dan Arystan, mereka hanya tidak ingin Blue tersakiti. Tapi Arystan menyakiti nya.
"Gue akan bertanggung jawab atas kesembuhan Sky, gue akan membuat Sky kembali seperti semula. Gue hanya minta izin dengan kalian."
"Gue gak percaya dengan lo, gen." Carel sudah tak percaya, ia tidak ingin adiknya kembali merasakan sakit.
"Gue juga, bukannya lo benci dengan Sky? Karena dia bocil?" Tanya Valencia
"Iya, tapi gue mohon sebagai permintaan maaf gue, gue ingin menebusnya dengan membantu dia melepas trauma nya." Arystan, Carel dan juga Valencia saling menatap. Genta seperti nya sungguh-sungguh dengan ucapan nya.
"Gue janji dan akan memberi bukti, dengan pelan membuat Sky kembali seperti semula."
"Gue percaya dengan lo, gen." Ucap Arystan.
"Jangan main percaya aja rys."
"Kalian sudah lama mengenal gue, tidak akan mungkin gue berbohong." Akhirnya Carel dan Valencia mencoba mempercayai ucapan Genta. Mereka akan melihat seberapa banyak bukti yang akan di berikan Genta untuk membuat Blue sembuh.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...