
Carel dan Blue sudah dinyatakan lulus, tinggal menunggu wisuda untuk beberapa hari. Blue semakin gelisah dengan pernikahan yang sudah di depan mata menurut nya, karena papa Genta sudah mengetahui bahwa anaknya akan segera menikah.
"Aku harus ngomong sama papi sama papa nya Genta juga, pernikahan ini harus dibatalkan. Aku akan ke kantor nya pagi ini," ucapnya setiap hari dan malam, Blue selalu gelisah dengan keadaan nya sekarang. Permintaan yang ia buat agar papi nya mengizinkan, malah membuat nya tersiksa.
"Sky, ayo turun! Sudah waktunya sarapan." Panggil Arystan dari luar.
Blue mengirim pesan tanpa berteriak, ia akan melewati sarapan pagi ini.
"Sky, kakak mau masuk. Buka pintunya!"
Blue membuka pintu kamar nya, Arystan langsung masuk ke kamar adiknya itu dan kembali menguncinya.
"Kamu kenapa? Cerita sama kakak." Arystan tahu ada sesuatu yang terjadi pada adiknya, terlihat dari wajah yang gelisah.
"Kak, tolong bantu Sky. Bilang sama papi dan mami, kalau Sky mau kuliah disini aja, tapi tidak dengan menikahnya." Mendengar itu Arystan sudah tahu yang membuat adiknya gelisah, namun papa Genta sudah tahu.
"Kakak gak bisa bantu apa-apa Sky, karena ini permintaan kamu sebelumnya. Kamu memberi syarat yang pasti sudah jelas papi setujui, melihat Genta juga laki-laki yang baik untuk kamu, karena sahabat ku dan Carel." Arystan kasihan dengan adiknya, ia tidak tahu harus membantu dengan cara apa.
__ADS_1
"Sky akan berpura-pura sudah hamil."
"Pikirkan keluarga kita kedepannya Sky, kamu juga akan dikenal sebagai wanita murahan, dan itu akan tetap membuat kamu menikah." Ide gila seperti itu lebih parah dari menikah dengan Genta saja, nama keluarga nya jelek dan tetap harus menikah.
"Oke, Sky akan menggunakan cara Sky yang lain untuk papi bisa membatalkan rencana pernikahan." Blue tersenyum dengan ide yang sudah terbersit dibenaknya.
"Jangan macam-macam Sky." Blue hanya tersenyum melihat kakaknya, walaupun belum tentu berhasil namun tetap harus optimis.
Mereka akhirnya turun bergabung dengan yang lain di meja makan, memulai sarapan dengan tenang walaupun dihati kesal dengan sekitar nya.
"Untuk hari ini Sky ada urusan sebentar pi, ada latihan sedikit untuk acara wisuda nanti. Oke, Sky sudah selesai sarapan." Blue langsung berlari naik ke atas.
"Urusan latihan? Sejak kapan dia mau melakukan nya di sekolah?" Tanya mami Fera, karena sebelumnya tidak pernah melakukan apapun acara di sekolah.
"Apa yang di rencanakan Sky? Aku harus ikuti Sky nanti." Batin Arystan.
Genta dan Carel juga melihat keanehan itu, tapi menurut mereka mungkin memang ingin melakukan nya, karena ini wisuda terakhir Blue sekolah.
__ADS_1
Blue menunggu semua orang berangkat, dan mami sudah ke tempat latihan. Waktu nya Blue beraksi dengan yang akan ia lakukan. Namun tanpa Blue ketahui, Arystan menunggu Blue berangkat, ia akan mengikuti adiknya akan pergi kemana.
Blue keluar dengan celana jeans hitam dan jaket kulit, rambut di gulung ke dalam helm nya. Blue menggunakan motor besar nya, melihat itu ingin sekali Arystan memaki adiknya dan menghentikan Blue. Namun saat ini ia hanya harus memantau Blue akan kemana, sambil menjaga nya dari belakang.
Benar dengan dugaan awal Arystan, bahwa Blue akan kesana.
"Apa yang akan kamu lakukan Sky?" Tanya Arystan melihat adiknya memarkirkan motor dan berjalan masuk ke dalam kantor itu.
Untuk saat ini Arystan tidak bisa mengikuti adiknya sampai kedalam, karena ada meeting pagi maka dari itu Arystan mengendarai motor nya. Arystan lanjut dengan perjalanan ke kantor nya, Blue tersenyum miring melihat kakaknya pergi. Blue tahu Arystan mengikuti nya, namun ia membiarkan kakaknya mengetahui dirinya kemana.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1