
Blue mengirimnya pada Genta, ia meminta Genta agar menjemput nya.
Menunggu Genta sambil mencari tempat duduk di dekat kampusnya, Blue keluar dari halaman kampus dan melihat sekitar untuk berjalan-jalan disekitar sana sebelum duduk.
"Sky, ya?" Tanya nya, lumayan juga bisa mengenal Blue yang sedang mengenakan masker.
Blue menatap orang di hadapannya.
"Lo lupa? Gue mantan pacarnya Genta, suami lo." Siapa lagi kalau bukan Arabella.
"Sorry lo tante yang sering jalan sama mama tiri suami gue? Gue gak nanya siapa lo, karena emang se gak penting itu."
"Gue cuma kasih tahu lo, biar ngerti kalau sebenarnya Genta masih cinta sama gue."
"Cinta? Memangnya Gue peduli, gak penting juga buat gue." Blue sudah mulai terasa ada hawa hangat di dalam dirinya yang sebentar lagi bisa saja menjadi panas.
"Anak ingusan kek lo itu gak pantas buat Genta."
"Terus yang cocok menurut lo siapa? Lo? Really? Very impossible. Kejar terus sampai mampus tante, gue dukung apapun yang lo inginkan." Arabella panas dan ingin menampar wajah Blue, namun tangan nya lebih kuat Blue yang menahannya dan mendorong nya kebelakang sampai akan terhuyung.
"Ups sorry tante, gue memang sangat elegan cara main nya begitu halus tidak terang-terangan dan gak berkelas begini." Tidak terang-terangan tapi Blue melakukan nya di depan umum.
"Wanita gila, padahal gue hanya mantan suaminya tapi lo tega banget sampai dorong gue." Arabella pura-pura sedih dilihat orang-orang.
"Kasihan banget ya, dia padahal cuma menyapa." Bisik-bisik orang.
"Oh ya ampun, mantan pacar suami gue. Lo kasian banget sampai terjatuh seperti itu, mau gue bantu?" Blue mendekat dan ingin meraih tangan Arabella, namun belum sampai Arabella meraihnya, Blue sudah pura-pura membelai rambutnya.
"Uh maaf, rambut gue tadi menghalangi penglihatan kebohongan. Kalau cuma ingin nyapa jangan hanya menanyakan suami gue, dan satu lagi jangan berharap terlalu berlebihan itu gak bagus." Blue tersenyum dan berjalan meninggalkan Arabella.
"Bocah kurang ajar, berani sama gue? Okay, gue akan lihat Genta percaya lagi atau gak sama lo kalau sudah terlihat istrinya tidur dengan laki-laki lain." Arabella bangun dan berjalan sembari meraih ponsel di dalam tas miliknya. Yakali punya orang.
"Gue akan kirim fotonya sama lo, tapi harus kerja bagus dan kalau sudah sesuai dengan yang gue mau, lo baru akan dapat bayaran nya." Setelah sama-sama deal, Arabella mematikan sambungan telepon nya.
"Gue paling gak suka nunggu lama, tapi cuma Genta suami gue. Masa iya gue harus nikah lagi biar satu kerja dan satu lagi yang antar gue kemanapun, itu sama aja dengan bodyguard lah bego gue." Blue berbicara sendiri, sambil jalan-jalan.
"Sejak kapan lo pinter? Emang lo bego. Cuma ya gimana istri gue juga." Genta tiba-tiba di dekat Blue dan berkata seperti itu, tertawa melihat istrinya memandang tajam ke arah nya.
"Lucu? Memang bagusnya gue nikah lagi sih, cari yang perfect tidak perlu kerja juga selalu ada di dekat istrinya. Dari pada lo yang di kejar tante girang, sok drama pula di depan banyak orang." Blue masih terbawa suasana dengan tadi.
"Siapa maksud lo tante girang?" Tanya Genta, perasaan dirinya tidak pernah dikejar tante-tante apalagi girang.
"Mantan lo."
__ADS_1
"Bella?"
"Gue gak tahu, yang jelas dia selalu bilang MANTAN. Terus lo dibilang masih cinta dan gak move on dari dia. Kenapa jadi bahas dia sih, gue mau pulang."
"Lo cemburu, dia bilang gue belum move on?" Tanya Genta.
"Sadar woy, gak move on gigi lo. Kalaupun benar apa yang dia katakan juga tidak masalah, gue bisa rawat anak gue dan cari papa baru."
"Mulutnya pengen gue gorok."
"Serah."
"Sky,"
"Apa sih?" Blue menoleh lagi.
"Lo mau kemana? Mobil nya di sebelah sana, bukan sana."
"Oh" Blue memutar badannya mencari mobil nya di parkir dimana. Genta hanya tersenyum sambil mengejar Blue.
Postingan Genta di sosial media miliknya, dengan caption.
Bumil nya lagi ngambek, lucu pakai kemeja kebesaran ❤️🤍
Beginilah bentukan IG Genta memang berbeda guys, sebenarnya bukan bentukan IG nya, tapi yang edit bebu sendiri. Nangees.
Banyak komentar dari followers Genta, yang mengatakan dilihat dari belakang saja sudah cantik, apalagi dari depan. Genta memang tidak pernah mengunggah foto dirinya bersama Blue dengan wajah terlihat, ia hanya mengunggah foto dari belakang istrinya atau yang lainnya. Banyak juga yang terkejut karena ternyata sudah punya istri nyata dan sudah hamil pula, sudah pasti banyak yang kecewa.
Tentu Genta yang berkomentar baik ia balas, karena sudah memuji istrinya.
"Loh kemana? Bikin teh bukan buat gue?" Genta mencari istrinya, ia tidak sadar saking asiknya dengan ponsel.
Genta melihat Genta meminum teh sambil nonton televisi dan menikmati teh hangat nya.
"Sky, lo buat teh sendiri dan minum sendiri? Gue gak dibikinin sekalian?" Blue hanya melirik Genta.
"Ngomong dong, bosan gitu marah ini malah suka. Lagian yang bilang mantan sama gak bisa move on bukan gue, tapi Bella." Blue kembali melirik dan lebih tajam kali ini karena Genta malah semakin menyebut nama nya.
"Siapa?" Tanya Blue.
"Bella?"
__ADS_1
Blue beranjak dan masuk kamar nya dan ia mengunci dari dalam. Genta masih bingung berpikir apa yang salah dari ucapannya.
"Bego, kenapa gue makin sebut napa Bella? Astaga ini karena lagi hamil atau emaknya yang aneh?" Genta menuju pintu kamarnya untuk masuk, namun di kunci dari dalam.
"Sky, buka pintunya sebentar kita ngobrol."
"Sana ngobrol sama Bella, gue mau tidur." Mendengar ucapan Blue dari dalam kamar nya Genta menghela nafas, sebenarnya istrinya itu cemburu dan Genta malah menyebut nama Arabella. Sepertinya akan diingat sampai kapanpun, apalagi sedang hamil muda dan sangat sensitif dengan Blue yang umurnya masih remaja.
Blue di dalam kamarnya menelepon Carel dan Arystan, ia ingin ikut jika mereka akan pergi. Kebetulan kedua kakaknya akan pergi keluar untuk main bilyard. Blue mengatakan pada mereka agar tidak memberi tahu Genta. Tapi tentu saja sebagai teman sekaligus ipar yang baik, mereka memberitahu suami dari adiknya.
Genta belum melihat ponselnya, ia mengetuk lagi pintu kamar nya untuk menawarkan makan. Namun Blue bilang tidak mau makan, Genta akhirnya bilang pada Blue akan keluar sebentar ke supermarket depan. Kesempatan untuk Blue pergi tanpa berpamitan, ia akan ikut kedua kakaknya dengan memesan ojol.
Genta mencari sesuatu untuk yang dibutuhkan dirumah, Genta juga lihat eskrim untuk ia berikan pada Blue.
"Apa boleh ya, lagi hamil makan eskrim? Gue cek dulu deh di internet." Genta mengambil ponselnya yang sejak tadi ia letakkan di dalam pocketnya, ia langsung melototkan matanya melihat banyak pesan dari ipar nya yang meminta Genta untuk mengikuti Blue saat akan ke tempat bilyard.
"Bangsat anjing." Genta mengambil barang nya dan langsung membawa ke kasir, ternyata masih mengantri beberapa orang.
"Bisa cepat gak sih mas?" Tanya Genta. Orang-orang hanya pada melihat karena Genta nampak sangar.
Setelah Genta kembali ke apartemen, ia hanya menaruh nya di dalam dan masih ingat untuk meletakkan eskrim di freezer. Genta kembali melihat ponselnya ternyata iparnya kembali mengirim foto istrinya yang sedang mencoba bola sodok itu.
"Gaya banget tangan nya, siapa yang ngajarin? Pasti ada yang ngajarin itu, kenapa bisa bagus dan pasti yang ngajarin cowok. Baju nya juga astaghfirullah Sky, lo lagi hamil dan punya suami, bisa-bisa nya pakai baju begitu di tempat bilyard." Oceh nya sambil menuju motor dan melajukan cepat menuju tempat yang sudah dikirim lokasinya oleh Carel dan Arystan.
Ketika sampai Genta langsung masuk dan Blue sedang bermain dengan Arystan, Carel, dan juga Valencia. Genta datang langsung mengambil jaket dan memasangkan ke tubuh Blue.
"Genta? Lo tahu gue disini?" Tanya Blue melihat Genta.
"Pulang!" Valencia melirik yang lain, takut Genta apa-apain Blue.
"Tapi gue lagi belajar main."
"Pulang gue bilang!" Blue mengangguk dan melirik yang lain, ia juga takut jika Genta sudah seperti itu.
"Santai gen, lagian Sky sama kita."
"Kalau bilang telepon gue, bukan cuma kirim pesan, bangsat kalian semua. Sky lagi hamil dan malah di biarin pakai baju kurang sambil belajar main disini. Gue tahu kalian kakaknya, tapi gue suaminya dan gue tidak mengizinkan." Genta menarik tangan Blue pelan untuk keluar, ia masih tetap sadar istrinya sedang hamil dan moodnya berubah-ubah.
Genta memberikan helm pada Blue, ia naik dan menunggu Blue untuk ikut naik. Tidak ada ucapan dari Genta, Blue merasa bersalah karena tidak izin akan keluar.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
see you...