
"Kita harus ke apartemen Genta, rel." Ucap Arystan yang menarik Carel keluar dari kamar Blue.
"Mau ngapain ke apartemen Genta? Gue capek baru pulang dari kampus."
"Kita harus bilang sama dia, jangan pernah ganggu sky. Kalau lo gak mau ikut, biar gue aja yang kesana." Ucap Arystan. Karena mengajak Carel tidak mau ke apartemen Genta.
"Iya gue mau kak, pakai motor gue aja biar cepat." Carel menyerahkan kuncinya pada Arystan.
"Lah, kenapa gue? Lo aja rel, gue mau bonceng santai." Ucap Arystan. Ia hanya ingin berbonceng.
"Oke, ayo naik!" Carel tersenyum miring. Ia akan ngebut membawa kakaknya ke apartemen Genta.
Carel membawa Arystan dengan kecepatan tinggi, Carel tertawa pasti kakak nya terkejut.
"Carel, tidak perlu ngebut. Pelan-pelan saja." Ucapnya mengeplak bahu adiknya pelan.
"Santai aja kak jangan takut." Teriaknya.
"Bukan takut, tapi kita sampai terlepas dari apartemen Genta gara-gara lo ngebut."
"Hah?" Carel menatap sekeliling memang sudah terlepas dari arah apartemen Genta.
Akhirnya Carel memutar motornya, untuk ke apartemen Genta.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih."
"Makanya gak usah ngerjain yang lebih tua, gini kan akhirnya."
__ADS_1
"Lebih tua juga beda dua tahun." Jawab Carel yang memang hanya beda dua tahun.
"Dua tahun juga lebih tua rel." Sahutnya Arystan santai.
Mereka sampai di apartemen Genta, mereka langsung turun dari motornya dan naik menggunakan lift, setelah sampai mereka memencet bel.
"Apa Genta gak ada di apartemen nya? Mungkin dia sekarang lagi di klinik."
"Tidur kali di dalam."
Brmmmm
Motor Genta tiba, ia melihat ada motor temannya.
Genta buru-buru naik ke apartemen nya.
"Arys, Carel." Genta menyapa saat melihat Arystan dan Carel di depan apartemen nya.
"Genta, kita kesini cuma mau nanya. Apa tadi lo datang menanyakan pili pada sky?" Tanya Carel.
"Jadi, bocil itu ngadu sama kalian? Gue cuma ingin tahu pili dapat dari mana? Itu aja."
"Sky gak ngadu, tapi gue yang nanya lo ada ganggu atau gak?"
"Kenapa lo nanya seakan gue pengganggu, rel."
"Genta, kita mohon! Ini demi kebaikan bersama. Kita gak mau sky merasakan sakit."
__ADS_1
"Kenapa kalian sangat memohon, bukannya sky hanya pacar Arystan?"
Arystan dan Carel saling pandang, mereka tidak mungkin mengatakan sekarang bahwa Blue adalah adiknya.
"Kenapa kalian diam? Apa yang kalian sembunyikan? Gue hanya ingin tahu hubungan sky dengan adik gue, dan juga dengan pili. Biar kalian ingat, ayo masuk! Mili ada di dalam."
"Lain waktu aja gen, gue mau langsung pulang aja."
"Kalau kalian tidak bisa katakan alasan mengapa gue tidak boleh bertanya pada sky, gue akan tetap melakukan nya."
"Kalau lo menyakiti nya, sama saja lo menyakiti kita Genta."
"Gue hanya ingin bertanya, bukan menyakiti nya."
"Tapi pertanyaan lo akan menyakiti nya, dan akan membuatnya mengingat sesuatu yang menyakitkan."
"Maksud kalian? Kenapa kalian juga bisa merasa sakit, kalau sky yang sakit?"
"Yang jelas, jangan bertanya apapun pada sky dan menyakiti nya."
"Kenapa kalian sangat melarang, apa hubungan kalian sebenarnya dengan sky?" Genta sangat penasaran dengan hubungan antara mereka dan Blue, kenapa sangat melarang untuk bertanya dan menyakiti Blue. Padahal Genta hanya ingin bertanya, bukan menyakiti nya.
"Gue pacar sky." Jawab Arystan yang menurut Genta tidak masuk akal jika Carel juga ikut campur.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...