Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Pacar gue


__ADS_3

"Sky akan berangkat lebih awal, karena hari ini adalah ujian. Jadi tidak boleh telat sampai disana, lagipula Sky sudah sarapan di kamar tadi. Assalamu'alaikum Sky berangkat."


"Wa'alaikum salam. Tapi kamu tidak boleh berangkat terlalu awal, papi tahu kamu menghindari pertanyaan papi." Papi Edward tahu betul dengan tingkah anaknya itu.


"Bukan Pi, tapi sebagai murid yang rajin dan hari pertama ujian, Sky tidak boleh datang terlambat ke sekolah."


"Duduk sebentar sebelum kamu berangkat, banyak orang yang mau mengantar kamu sampai sekolah. Jadi duduk dengan tenang sambil makan roti, ada yang ingin papi tanyakan."


"Oh papi ada-ada aja, nanti sore bisa kita bicarakan berdua. Kalau sekarang gak bisa Pi, Sky harus berangkat." Karena jika sore hari rumahnya akan sepi dan Genta juga tidak ada disana.


"Tidak ada alasan untuk membantah papi, sayang. Sekarang duduk dan dengarkan ketika papi bertanya nanti." Akhirnya Blue duduk mendapatkan tempat di samping Genta, lebih tepatnya di paksa duduk di sebelahnya.


"Apa lo?" Ucap Blue pada Genta yang meliriknya. Genta kembali menatap piring dan beberapa pilihan makanan di hadapannya tanpa menjawab Blue.


"Sky, mami tidak pernah mengajarkan tidak sopan seperti itu pada yang lebih tua. Genta laki-laki yang baik, untungnya disitu dia sabar." Mami Fera tersenyum pada Genta, padahal Blue mengerucutkan bibirnya karena mami Fera seperti membela Genta.


Mereka melanjutkan sarapan, tidak dengan Blue yang selalu menatap jam nya. Ia ingin cepat berangkat dan jauh dari Genta.


"Tidak perlu di lirik jam tangan kamu, papi tahu itu baru dan untuk berangkat ke sekolah masih belum waktunya." Ucapnya sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


"Yes papi sudah selesai sarapan, jadi Sky langsung berangkat." Ia beranjak dan ingin mencium papi nya.


"No, papi belum bertanya apapun dan kamu sudah mau berangkat." Arystan dan Carel sekarang masih banyak diam untuk mengetahui apa yang akan papi nya tanyakan pada adiknya.


Blue kembali duduk di dekat Genta tidak suka.


"Kapan mereka menikah Pi?" Tanya Carel tiba-tiba, membuat mata Blue dan Genta seakan ingin keluar dari tempatnya.


"Lo apaan nanya begitu disini? Mami sama papi akan marah kalau seperti ini." Bisik Arystan di telinga Carel, namun saat Carel melirik kedua orang tuanya, mereka hanya tersenyum.

__ADS_1


"Pertanyaan Carel sangat bagus, papi harus secepatnya menemui papanya Genta." Sambil memegang dagunya memikirkan bagaimana caranya menemui orang tua Genta.


"Untuk apa Pi?" Tanya Genta membuat papi dan mami menatap bingung.


"Maksud Genta, ada perlu apa sampai mau menemui papanya Genta?" Lanjutnya, karena melihat kedua temannya juga menatapnya.


"Kenapa kamu tanya lagi, semuanya sudah jelas kalau papi akan membicarakan tentang kalian dan merencanakan pernikahan."


"What? No, Sky belum menyetujui permintaan papi. Kenapa akan tiba-tiba seperti ini?"


"Maaf Pi, Sky buru-buru. Kita selesaikan setelah papi pulang kerja, Sky udah telat. Assalamu'alaikum," ucap nya mencium wajah papi dan mami nya lalu berangkat sambil melirik tajam ke arah Genta.


"Biar Genta yang antar kamu." Blue berhenti saat papi Edward mengatakan Genta yang akan mengantarkan nya ke sekolah.


"Sky bisa jalan kaki."


"So sweet banget, mami mau yang seperti Genta." Mami memegang wajahnya karena terpesona melihat Genta langsung mengerti dengan apa yang harus di lakukan.


"Papi lebih dari Genta, mi."


"Mau seperti Genta untuk jadi menantu kita Pi." Arystan dan Carel buru-buru pamit mengambil tas dan kunci motor, mengikuti Genta keluar dari rumah.


"Sky, ayo naik! Gue antar lo sampai sekolah." Genta menyuruh Blue untuk naik ke motornya, namun Blue tidak peduli dengan keberadaan Genta.


"Ayo cepat naik sebelum gue tarik."


"Gue gak mau nikah sama lo, gen. Tolong bilang sama papi kalau lo gak bisa nikah sama gue, karena lo udah punya pacar." Ucap Blue, Genta nampak berpikir lalu kemudian mengangguk setuju. Memberikan helm saat Blue naik ke atas motor, tapi duduk seperti menjaga jarak.


Genta mengerem tiba-tiba seperti sebelumnya, namun kali ini di sengaja. Supaya Blue lebih dekat dengannya.

__ADS_1


"Lo mau gue celaka, ya? Sering banget hampir buat gue kejungkal."


"Masih hampir belum jatuh."


"Itu artinya udah lo rencanakan, kalau lo mau celakain gue."


Genta kembali melajukan motornya dan mengantar Blue di depan pagar, banyak dari siswa sekolah yang melihatnya.


Blue membuka helm dan memberikan nya pada Genta, begitu pula dengan Genta yang juga membuka helm. Membuat semua yang melihatnya teriak seperti kerasukan.


"Siapa Sky? Kenalin dong." Ucap beberapa teman sekolahnya.


"Pacar gue." Jawabnya singkat.


"Lo cepat pergi dari sini!" Blue berlalu pergi setelah mengucapkan nya, ia pergi seperti kepiting rebus sambil merutuki dirinya.


Genta tersenyum mendengar ucapan Blue, "Jangan pernah mengganggu Sky, atau akan berhadapan dengan gue." Genta memakai helm nya dan pergi dari sekolah.


"Mulut sialan, kenapa gue bilang gitu di depan banyak orang. Tapi apa peduli mereka, tidak ada yang berani sama gue." Batin Blue, ia sangat yakin karena tidak begitu dekat dengan teman sekolahnya, Blue lebih suka sendiri.


Genta senyum-senyum saat mengingat Blue mengatakan jika dirinya "pacar". Namun Genta tersadar, bahwa orang yang di dalam pikiran nya adalah Blue.


"Aisshhh"


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


See you...

__ADS_1


__ADS_2