Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Genta perhitungan


__ADS_3

Genta dan Blue sudah berada diluar restoran, Genta tetap menarik tangan Blue.


"Lepasin gen, bisa gak sih jalan biasa aja?" Genta melepas tangan Blue, kembali dengan masker yang di pakainya.


"Gue cuma mau dengar, lo ngapain ke kantor bokap gue tadi pagi?" Tanyanya.


"Memangnya kenapa? Om Angga juga teman papi, jadi apa salahnya gue kesana." Blue tidak mau memberitahu apa tujuan nya ke kantor om Angga.


"Papa kenal sama papi Edward juga karena rencana pernikahan kita, kalau bukan karena kita akan menikah, mereka gak akan kenal."


"Gen, gue mohon bilang sama om Angga atau papi, kalau kita gak jadi nikah. Bilang sama mereka kita gak cocok dan lo nolak pernikahan ini." Blue memegang tangan Genta.


"Eh, lo pikir gue mau nikah sama lo? Tapi ini gak mudah Sky, apalagi cuma gue yang bilang gak cocok, kita berdua yang harus bujuk mereka." Genta melepas tangan Blue pelan.


"Terus gimana? Kita harus apa? Kalau gak ada jawaban kita balik lagi ke restoran tadi." Blue sudah berbalik, namun Genta menahannya.


"Jangan! Gue tahu lo nyuruh Arystan kesini, karena mau Valen dekat sama kakak lo 'kan?" Blue mengangguk.


"Biarkan mereka berdua, kita cari tempat makan lain. Buat mereka lebih dekat, lagipula Valen tidak akan nyalahin lo, karena yang ngajak lo keluar tadi gue." Blue setuju dengan Genta dan mencari tempat lain.


"Sky kemana sih? Gimana kalau Genta macem-macem?" Tanya Valencia karena Blue dan Genta tidak kembali.


"Lo pikir teman gue apaan? Gue percaya sama teman gue, lagian Sky juga jago beladiri, walaupun lebih kuat Genta. Tapi tenang aja mungkin bentar lagi mereka balik." Jawabnya sambil melirik Valencia.


Valencia mengangguk "Emm Berkas tadi gimana? Maaf gue pergi sama Sky, dan tinggalin kerjaan gue."

__ADS_1


"Gue bagi sama staff lain, setelah itu gue nyuruh mereka kembali meletakkan di meja gue. Semua itu karena bukan salah lo juga, Sky yang maksa buat jalan-jalan sama lo." Apapun demi adiknya, Arystan akan melakukan yang terbaik untuk adiknya.


"Berarti kalau Sky nyuruh lo batalin pernikahan nya, lo mau?" Tanya Valencia menatap Genta.


"Gue gak bisa, karena papi juga sudah merencanakan semuanya dengan papa nya Genta. Semua ini juga karena Sky sendiri yang mau, jadi gue gak bisa membantu." Valencia juga berpikir seperti itu, ia juga tidak bisa membantu nya.


Arystan melihat belanjaan di bawah meja, beberapa paper bag yang di berikan Blue untuk Valencia.


"Banyak juga belanjaan lo?"


"Bukan punya gue, tapi Sky bilang untuk gue ke kantor dan jalan-jalan. Mungkin Sky yang beliin gue sebanyak itu."


"Dari sekian banyak yang di beliin Sky, gak ada jaket atau blazer untuk lo pakai sekarang? Lihat baju lo, gue yakin lo gak nyaman dengan pakaian lo sekarang." Arystan tahu karena Valencia tidak pernah berpakaian terbuka, Valencia mengangguk dan buru-buru melihat pakaian yang di dalam paper bag. Tidak ada satupun blazer, hanya mini dress lengan panjang dan juga celana dan kaos.


"Pakai jas gue, tapi setelah itu laundry dan balikin lagi sama gue." Arystan memberikan jas nya dan di pakaikan ke bahu Valencia.


"Makasih rys, gue bakal balikin nanti." Arystan mengangguk sambil minum.


"Apa mereka pulang ya? Tapi Genta tadi bareng gue, apalagi lo dan Sky gak bawa kendaraan."


"Mungkin mereka dimana gitu, tapi gue yakin masih di sekitar mall."


"Kita keluar cari mereka, mungkin Genta tidak begitu suka dengan makanan Jepang."


"Sky juga tidak menyukai makanan Jepang, gue yang sering beli makanan ini. Apa mereka makan di restoran lain? Kita cari aja, ayo!" Arystan melihat Valencia kesusahan dengan barang bawaan nya, segera membantu membawa nya.

__ADS_1


Mereka berjalan sambil mencari dua orang itu, Arystan melihat lokasi terakhir adiknya berada disana. Menoleh ke arah tempat makan, ternyata ada Genta dan Blue di dalam.


Arystan mengajak Valencia masuk menyusul adiknya.


"Kalian malah pacaran disini, ninggalin gue sama Valen." Blue dan Genta menoleh dan tersenyum melihat jas Arystan dipakai Valencia, dan barang bawaan nya juga sebagian dibawa Arystan.


"Udah sore, kita balik sekarang." Blue beranjak mengajak semuanya pulang.


"Bayar dulu dong, lo yang makan paling banyak."


"Jadi cowok jangan pelit dong, bayarin makan aja perhitungan." Blue berjalan menggandeng tangan Valencia keluar.


"Kalau mau jadi adik ipar gue, harus mampu bayarin makan adik gue."


"Maka dari itu gue ngirit dari sekarang, lo yang bayar rys. Ini juga demi masa depan adik lo." Arystan kesal jika bawa-bawa adiknya ia akan tetap membayar semuanya.


"Anjing." Arystan langsung membayar semuanya dan menyusul Blue dan Valencia.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2