
Blue dan Valencia sudah sampai di mall, Blue bercerita tentang yang ia rasakan, Valencia memberi saran dan tidak menyalahkan Blue, namun memang awal yang di inginkan Blue adalah menikah.
Setelah bercerita, Blue mengajak Valencia ke tempat berbelanja, ia ingin mendandani Valencia.
"Sky, kakak gak mau. Kamu aja ya, atau kita makan aja." Valencia menolak ajakan Blue, ia tidak nyaman jika di dandani seperti wanita dengan pakaian mini dress.
Blue menggelengkan kepalanya, ia tetap memaksa Valencia masuk ke tempat itu. Valencia hanya pasrah di tarik Blue.
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Tolong makeup natural untuk kakak saya, saya akan keluar sebentar mencari bajunya."
"Sky, kakak gak mau disini." Valencia menoleh, namun Blue hanya melambaikan tangannya.
"Kakak disitu aja, Sky gak kemana-mana kok." Pergi dari sana mencari beberapa helai baju, sembari menunggu Valencia selesai dirias.
"Ide yang bagus, gue harus telepon kak Arys." Blue menelepon Arystan, ia mempunyai ide cemerlang.
"Halo, ada apa Sky? Gak mungkin kakak harus kesitu 'kan?"
"Halo kak, benar sekali. Tolong nyusul ke mall sekarang juga." Blue langsung mematikan sambungan telepon nya.
"Yes, kak Arys akan kaget lihat kak Valen cantik." Blue tersenyum dan kembali mencari pakaian yang cocok untuk Valencia.
"Sky, halo. Ada apa sih?" Arystan langsung menghubungi Genta.
"Apa rys? Gue lagi di kantor."
"Gue tahu, dan gue juga sibuk di kantor. Lo ke kantor gue sekarang, Sky tadi nelpon tiba-tiba nyuruh gue ke mall sekarang juga. Gue takut ada apa-apa sama dia dan Valen."
"Kenapa gak langsung berangkat aja, kenapa harus sama gue?" Tanya Genta, yang harusnya berangkat aja tanpa menunggu dirinya ke kantornya dulu.
"Gue maunya bareng lo." Arystan sebenarnya agak ragu, Blue dan Valencia tidak akan kenapa-napa.
"Oke gue ke kantor lo sekarang." Genta jadi kepikiran terjadi sesuatu sama Blue, gadis badas yang sedikit ceroboh bisa saja membuat nya terluka. Genta langsung berangkat dengan motor besar nya menuju kantor Arystan.
...******...
__ADS_1
"Cepat turun rys, gue malas naik lagi ke ruangan lo. Gue tunggu dibawah."
"Oke, gue segera turun." Arystan langsung turun tanpa menunggu pekerjaan nya beres.
"Nyusahin banget emang tuh anak, gue belum izin papi Edward lagi." Genta menghubungi Edward, ia ingin memberitahu kalau dirinya di kantor Arystan.
"Halo gen, ada apa?"
"Genta sekarang lagi gak di kantor Pi, Genta ada urusan sebentar sama Arys."
"Baiklah, tidak masalah. Papi sebentar lagi akan pulang awal."
"Iya Pi." Mereka memutuskan sambungan telepon nya.
"Lama banget sih gen, gimana kalau sampai Sky dan Valen kenapa-napa."
"Ayo cepat!"
"Eh tunggu, bukannya ini motor Sky dan Valen? Berarti mereka ke mall pakai taksi? Kita harus pakai mobil aja gen, biar pulangnya sama-sama."
"Terserah lo aja," Genta sudah pasrah kalau Arystan mengajaknya pakai mobil.
"Kakak nya sudah selesai di makeup." Ucapnya membantu Valencia berdiri.
"Ini beneran kak Valen? Cantik banget." Walaupun dandanan natural, namun sudah terlihat sangat cantik.
"Biasa aja Sky, kakak gak suka begini." Blue malah makin memberikan beberapa paper bag pakaian untuk Valencia. Blue tahu Valencia tidak nyaman dengan pakaian nya, tapi karena Valencia sangat cantik, jadi dia merasa tidak masalah.
"Makasih ya," ucap Blue.
"Sama-sama." Lalu mereka keluar mencari tempat makan di mall itu.
"Apa lagi ini?" Tanya Valencia melihat tangannya yang sudah di penuhi beberapa paper bag.
"Ini untuk kak Valen, dipakai untuk ke kantor dan jalan-jalan. Sekarang Sky lapar, kita makan dulu ya." Valencia hanya menghela nafas berat mengikuti Blue.
Blue dan Valencia sudah duduk di restoran Jepang, Arystan berkali-kali menghubungi Blue, namun tidak di angkat.
__ADS_1
"Sky dimana sih? Lo telpon Sky, gen." Genta menghubungi Blue namun tetap tidak ada jawaban.
"Sampai ketemu nanti, gue pites tuh anak." Arystan kembali menghubungi Blue, karena mereka sudah ada di mall tempat Blue dan Valencia berada.
Blue mengirimkan pesan dan lokasi saat ini dirinya berada, Arystan dan Genta buru-buru ke lokasi yang dikirim Blue.
"Kamu ngapain sih? Kamu nungguin seseorang?" Valencia melihat ke kanan dan ke kiri.
"Eh bukan, kak Valen anteng aja makan." Valencia merasa curiga dengan Blue, tapi dia tetap makan aja, karena merasa lapar.
Blue mengangkat tangannya tersenyum melihat kakaknya, tapi yang melihat itu adalah Genta. Blue buru-buru menurunkan tangan nya. Genta mengajak Arystan ke restoran itu, karena sudah melihat keberadaan Blue.
"Lo ngapain disini?" Tanya Arystan memeluk adiknya.
"Mana Valen, bukannya dia sama kamu?" Tanyanya langsung di tunjuk oleh Blue, Arystan dan Genta melihat orang di depan Blue, memang tidak seperti Valencia yang biasa saja.
"Kak Arys duduk disitu di dekat kak Valen, lo duduk disini gen." Blue terpaksa menyuruh Genta duduk di sebelahnya. Arystan dan Genta masih tidak mengerti dengan keadaan saat ini.
"Jadi, kalian gak kenapa-napa? Gue kira ada sesuatu, karena Sky nyuruh gue cepat datang. Jadi gue ajak Genta, takut terjadi apa-apa dengan kalian." Valencia hanya diam menatap tajam Blue yang hanya tersenyum manis.
"Kak Valen cantik banget hari ini?" Ucapnya tersenyum.
"Apaan sih." Valencia tidak nyaman karena Arystan dan Genta pasti menatapnya.
"Cantik," jawab Arystan.
"Tapi aneh." Lanjutnya. Karena sebelumnya tidak pernah mengenakan mini dress, yang biasa dipakai Valencia adalah celana dan kaos atau jaket.
"Lo masih ada hutang jawaban sama gue, gue bawa Sky keluar sebentar."
"Gue gak mau, apaan sih lo?" Blue tidak mau diajak Genta keluar, tapi melihat kakak nya dan Valencia, Blue akhirnya mau meninggalkan mereka berdua.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...