
Arystan, Carel dan Genta mengambil motornya untuk mengejar Blue. Mereka khawatir dengan Blue yang mengemudi sendiri.
Blue memang mengemudi dengan kecepatan tinggi, namun Genta dapat mengejarnya dengan motor besar nya. Arystan dan Carel seperti balapan di jalan umum, mengejar Blue dan Genta.
Blue mengerem saat Genta mencegahnya di depan mobilnya, Genta turun dari motornya mendekati mobil yang di bawa Blue. Blue juga turun dari mobilnya, karena melihat Genta sudah mengetuk pintu mobil.
"Lo apaan sih gen? Lo mau gue celaka?" Tanya nya membuka kaca matanya.
"Lo yang apaan? Mau mati sekarang lo? Gue cuma bantuin Arys dan Carel ngejar lo, karena mereka gak mau adiknya yang bandel celaka." Entah kenapa Genta sangat marah dan khawatir, padahal itu hanya adik temannya yang sering membuatmu harus bersabar.
"Gue bisa jaga diri, gue bisa bawa mobil. Kenapa lo ikutan kakak gue coba." Blue tidak suka Genta mencampuri urusan nya, dan ingin keluar dengan tidak mau ada larangan saat membawa kendaraan.
"Sky, jaga ucapan kamu! Kakak tidak suka kamu tidak sopan dengan orang. Genta hanya membantu kakak mengejar kamu, karena bahaya Sky." Arystan tidak tahu adiknya sekarang sangat susah diberitahu.
"Sky hanya ingin bebas jalan berkendara sendiri."
"Kakak takut kamu masih-
"Trauma? Iya, trauma dengan kekangan kakak sekarang. Sky sudah sembuh, Sky sudah bisa bawa mobil atau motor. Walaupun Sky baru belajar lagi bawa mobil." Blue menunduk dengan wajah tak suka nya, ia juga menyesal karena harus tiba-tiba hingga membuat mereka terkejut. Padahal kakaknya hanya khawatir.
"Maaf."
"Kita pulang dulu, biar gue yang bawa mobil." Arystan ingin menggantikan adiknya membawa mobil.
"Yes, berarti Sky bawa motor." Blue langsung mengangkat kepalanya tersenyum, karena ia akan membawa motor besar kakaknya. Genta melihat tingkah lucu Blue tersenyum tipis, sampai tidak terlihat jika ia sedang tersenyum.
"No. I brought the car, bukan berarti kamu harus bawa motor kakak." Arystan hanya akan membawa mobil adik nya, ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Blue.
"Terus motor nya gimana?"
"Masalah motor gampang, sekarang kamu pulang ikut Genta." Blue melototkan matanya, karena harus dibonceng Genta.
"Kenapa gak bareng kakak? Atau sama kak Carel aja."
"Karena untuk melatih hilangnya trauma, kamu harus bisa keduanya. Bukan naik mobil, tapi motor juga."
__ADS_1
"Tapi-
"Carel tidak terlalu pandai membawa motor, mending sama Genta. Carel, ayo pulang!" Arystan melirik Carel yang sepertinya kesal, karena Arystan mengatakan jika dirinya tidak pandai membawa motor.
Motor Arystan di pinggirkan, ia akan menyuruh orang membawanya ke rumah. Setelah itu langsung masuk ke mobil, dan Carel juga bersiap di atas motornya.
"Gue titip adik gue, bertengkar aja dulu baru pulang." Carel sengaja membuat keduanya memanas, ia suka melihat mereka berdebat.
"Sialan lo, anjing." Genta mengeluarkan kata-kata mutiara nya lagi, karena kedua sahabatnya memang seperti itu kadang.
"Janc**k" gumam Blue juga mengikuti Genta, hanya saja lebih halus dari Genta.
Carel tersenyum menatap kedua orang itu lucu, ia sudah kebal dengan kata-kata halus. Lalu melajukan motornya mengikuti Arystan.
Blue menatap tajam ke arah Genta, gara-gara Genta dirinya tidak jadi untuk pergi. Genta hanya acuh dan mengambil motornya.
"Ayo naik!" Genta menyuruh Blue untuk naik, untuk segera pulang kerumah Blue.
"Gue mending jalan kaki, lo aja yang pergi." Blue memilih berjalan kaki berjalan mendahului Genta. Itu membuat Genta ingin sekali menelan hidup-hidup Blue. Namun amanah dari temannya, ia harus membawa adiknya pulang.
"Ssshh, bisa gak sih lembut aja? Gue bukan hewan, babi lo." Genta melepas jaketnya memberikan nya pada Blue untuk menutupi paha nya, setelah itu Genta langsung melajukan motornya setelah Blue menerima jaket itu, karena belum siap membuat Blue memeluk Genta.
"Lepas!" Genta marah dengan tetap melajukan motornya.
"Lo juga yang buat gue gitu, sengaja kan lo? Apa lo mau tahu ukuran dada gue?" Dengan tidak tahu malunya Blue berkata seperti itu, padahal Genta hanya sengaja agar Blue bersiap.
Genta tertawa kuat mendengar ucapan Blue, "ukuran dada lo yang kecil itu? Gue akuin tingkat pede lo sangat tinggi, tapi jangan sama gue juga. Badan tipis dada datar aja bangga."
Blue semakin kesal dengan Genta, ia mencubit perut Genta kuat.
"Aarggghhh, lo apaan bangsat?" Karena sangat sakit, Genta berhenti mengelus perutnya.
"Lo juga harusnya ngaca gen, lo lebih kepedean banget. Gue meluk itu karena lo juga yang tiba-tiba lajuin motor." Blue menahan kesalnya, ingin sekali menjambak rambut Genta.
Genta hanya menghela nafasnya, lalu kembali melajukan motor.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di pekarangan rumah Sagara.
"Terimakasih." Ucap Genta agar Blue berterima kasih padanya.
"Sama-sama." Jawabnya dan langsung masuk menghampiri kakaknya.
"Anak babi emang," ucap Genta tak sadar jika ada beberapa art.
"Maksudnya tingkahnya, bukan maksud menyebut om Edward dan tante Fera seperti hewan." Genta takut jika art itu mengadu pada majikannya.
"Tenang aja mas, kita juga tahu obrolan anak muda sekarang." Sambil menepuk dada kirinya, seperti anak muda. Genta hanya tersenyum dan mengangguk, setelah itu masuk ke dalam rumah.
"Sky mau kak Arys dan kak Carel janji, jangan bilang sama mami dan papi kalau Sky bawa mobil." Blue tidak ingin orang tuanya marah, walaupun bisa dibilang tidak pernah. Tapi ia hanya ingin selalu terlihat anak yang baik.
"Iya, kakak gak mau kamu kembali di kurung." Arystan akan selalu melindungi dan membela adiknya.
"Kakak sudah ada video untuk di tunjukkan pada papi." Carel sengaja menakuti Blue.
"Lo apaan sih rel." Arystan tidak terima karena khawatir adiknya di hukum.
"Tolong kak, Sky janji akan penuhi apa yang kakak minta." Kesempatan besar bagi Carel, karena tidak perlu bekerja keras.
"Sangat gampang, asal kamu mau menerima calon suami dari kakak." Blue langsung terdiam, karena ia juga telah janji pada papi nya akan menerima calon yang sudah di siapkan papi Edward.
"Tapi, Sky -
"Video kamu tidak sopan berbicara pada Genta, dan juga mengendarai mobil akan segera meluncur ke ponsel papi." Kembali membuat Blue takut dan akhirnya Blue menyetujui, walaupun dirinya akan pusing nanti setelah kedua orang yang di bawa kakak dan papi nya tiba. Blue tersenyum paksa dan menyuruh kakaknya menghapus video itu, padahal Carel sama sekali tidak sempat untuk membuat video, hanya ponsel yang pura-pura ia angkat seperti membuat video.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1