Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Gerald


__ADS_3

Genta selalu beralasan mengerjakan hal penting di klinik, sedangkan papi Edward tetap harus menyuruh bawahannya menyelidiki apa yang terjadi di klinik sampai berapa hari tidak ke kantor. Jika terjadi sesuatu pada klinik menantunya itu, papi Edward akan membantu. Namun saat diberitahu oleh anak buahnya, ternyata Genta malah tidak pernah ke klinik beberapa hari ini.


"Jangan mencoba membohongi papi, jika kalian ingin tetap menghirup udara segar dengan tenang." Papi Edward dingin dan juga tegas menatap kedua anaknya dengan tajam.


"Haha a- apa maksud papi? Bohong apa?" Carel masih mencoba menyangkal dan tertawa untuk sedikit menutupi kegugupannya. Sedangkan Arystan hanya diam karena papi nya sudah pasti tidak akan tinggal diam dengan alasan Genta dan juga anak kesayangannya tidak pernah menemui nya apalagi menjawab telepon darinya. Hanya pesan yang selalu Blue balas, tentu saja tidak masuk akal bagi papi Edward sendiri.


"Kalian sudah berapa lama mengenal papi? Sehari, dua hari, atau belum mengenal papi sesungguhnya?" Papi Edward mendudukkan dirinya di hadapan kedua anaknya yang nampak menunduk dan tidak lagi mengeluarkan suara. Karena mereka tahu, apapun yang mereka lakukan papi Edward akan mengetahui nya, dan itu tidak akan luput dari pengawasan nya sendiri.


"Apa papi suruh kalian hanya untuk duduk disini seperti patung?" Tanya nya membuat anaknya sesekali mendongak untuk menatap wajah menyeramkan papi nya.


"Dimana Genta? Apa tidak jadi untuk menemui papi disini?"


Genta datang dengan buru-buru, ia melihat kedua ipar nya hanya duduk dan menatap mertuanya dengan pandangan yang kini mengarah padanya dengan tajam.


"As-assalamu'alaikum Pi, Genta tadi buru-buru dari apartemen karena papi ingin bertemu dengan Genta. Ada apa sebenarnya?" Tanya Genta masih berdiri tentu saja itu juga kebohongan besar karena dirinya dari rumah sakit.


"Ah benarkah? Duduk! Kalau begitu kenapa tidak sekalian dengan Sky, kalau dari apartemen."


"Ta tadi Sky sedang ada tugas, iya makanya Genta kesini gak bisa ikut." Jawab Genta dengan sedikit tergagap setelah duduk.


"Sudah puas kalian? Mau seperti dulu lagi atau kalian mengakui sekarang?" Entah keberanian hilang kemana sekarang, mereka hanya merasa dingin dan mengepal tangannya takut dengan papi Edward.


"Jadi, masih ingin diam seperti ini? Baiklah, papi akan menghubungi pihak yang bersangkutan agar kalian tidak lagi bisa menemui nya."


Papi Edward hanya ingin mereka mengaku, namun apa yang ia lihat sekarang? Anaknya terlihat begitu takut padanya, padahal ia hanya ingin melihat semuanya berkumpul.


Genta dan kedua iparnya juga langsung menatap papi Edward, cukup dulu mereka tidak bisa menemui Blue tidak untuk sekarang. Apalagi keadaan yang sekarang membuat mereka lebih menghargai waktu seseorang. Mereka menunggu Blue siuman, namun belum ada tanda-tanda dari Blue akan bangun.


"Genta mohon, jangan lakukan itu lagi! Genta tahu dan mengaku kalau Genta salah tidak bisa menjaga Sky, tapi Genta mohon jangan jauhkan Genta dari istri dan calon anak Genta, Pi." Genta bersujud turun dari tempat duduknya, sedangkan Arystan dan Carel juga melihat itu langsung mengikuti Genta.


Papi Edward mengeram kesal dengan mereka bertiga yang seperti itu, tidak bisakah mereka bicara biasa tanpa perlu bersujud di depannya.


"Ada apa, kenapa dengan mereka, Pi?" Tanya mami Fera saat melihat tiga orang laki-laki bersujud di hadapan suaminya.


"Berdiri kalian! Sekarang sudah tidak ada gunanya lagi, ayah dari gadis yang kalian sekap itu adalah musuh papi." Ucapnya membuat semua nya terkejut termasuk mami Fera.


"Musuh? Apa kita telah kembali memiliki musuh selain-


Papi Edward mengangguk dan mengusap wajahnya kasar. Tiga orang itu berdiri lalu saling pandang tidak mengerti ucapan papinya.


"Kalian sudah cukup dewasa untuk mengetahui bahwa papi memiliki musuh. Bukan hanya musuh di kalangan bisnis, namun musuh kali ini ada setelah mami dan papi baru ke Indonesia."

__ADS_1


Papi Edward mulai menceritakan saat dirinya dan mami saat mulai hidup di Indonesia dan mencoba berbisnis kecil-kecilan sudah ada beberapa orang yang mulai mengusiknya. Hanya saja waktu dulu mami dan papi Edward sedikit beruntung karena di bantu oleh orang tua mereka juga yang memiliki banyak orang kepercayaan di Indonesia dan mami Fera juga berkeinginan menjadi lebih kuat dengan bantuan orang yang ia pilih untuk dilatih.


Orang tersebut sudah memiliki istri dan seorang anak, namun ingin mendekati mami Fera yang saat itu sudah menjadi istri dari Edward Sagara. Sampai dimana Fera hamil anak pertama nya, baru sosok yang selalu ingin merebut mami Fera itu tidak lagi muncul atau mengganggu mereka.


"Bagaimana papi bisa tahu, kalau gadis itu adalah putri dari Gerald?" Tanya mami yang mulai cemas. Gerald adalah musuh menurut mereka karena selalu saja ingin merusak dan menghancurkan bisnisnya.


"Tenanglah! Papi hanya menyuruh Jo untuk memberikan informasi semua tentang keluarga nya." Papi Edward menenangkan istrinya, ia tahu dulu mereka sangat bekerja keras untuk sampai di titik sekarang ini.


"Arys masih bingung apa yang papi dan mami bicarakan, hanya saja yang bisa Arys tangkap dari ceritanya adalah kalau Bella adalah anak dari musuh papi. Berarti? Jangan bilang sekarang di gedung itu-


"Kalian bertindak bodoh, mencelakai anak kesayangan papi dan juga calon cucu papi. Ishh tapi tetap tidak bisa di biarkan masalah ini harus cepat selesai, kalau tidak Sky dalam bahaya besar."


Mami Fera menutup mulutnya, ia juga sedih mendengar anak perempuan satu-satunya dalam bahaya.


"Di gedung itu aman, namun dari luar sudah tidak begitu aman. Karena anak buah dari Gerald ingin bella itu secepatnya di bebaskan."


"Genta tidak akan membebaskan nya Pi, Bella yang membuat Sky seperti sekarang ini."


"Sekarang baru mau mengaku, disaat situasi diluar tidak aman? Cara pikir kalian sangat dangkal untuk papi pahami, dalam kondisi koma saja kalian masih ingin menyembunyikan nya dari papi sama mami?" Mereka bertiga kembali menunduk karena ucapan papi Edward sangat benar dengan yang mereka lakukan.


Mami Fera terkejut, karena yang ia tahu dari suaminya bahwa Blue sedang di rawat akibat tidak mau istirahat total, karena jika di rumah sakit lebih cepat untuk membuat Blue lebih nyaman tanpa mengerjakan apapun.


"Sebenarnya Gerald ini siapa? Kenapa mami dan papi tidak mau berhubungan atau mengenal orang ini?" Tanya Carel yang baru membuka suara.


"Gerald-


Mami Fera melirik suaminya, ia akan memberitahu semuanya pada tiga orang di depannya sekarang. Namun sepertinya Genta belum siap dengan semua itu. Tapi Edward mengangguk tanda ia harus segera juga menceritakan tentang siapa sebenarnya Gerald.


"Gerald adalah papa dari Arabella yang juga kakak kandung dari Aleta ibu tiri Genta sekarang." Mereka terkejut, ternyata papi dan mami sangat mengetahui siapa Gerald ini.


"Papi sebenarnya ingin menjelaskan sekarang pada kalian, tapi lebih baik kamu secepatnya kembali ke rumah sakit sebelum papi bawa Sky ke tempat dimana kalian tidak bisa melihatnya lagi." Ancam Edward.


"Besok. Besok Genta tagih penjelasan papi, semuanya tanpa terkecuali. Sekarang Genta pamit untuk menjaga Sky di rumah sakit." Genta berpamitan dan segera menuju rumah sakit untuk melihat perkembangan istrinya yang sedang koma.


Edward menerima telepon dari nomor yang tidak ia kenali.


"Halo"


"Halo Ed, apa kau masih mengenal suara ku?"


"Gerald?"

__ADS_1


"Ternyata ingatanmu hanya mendengar suara sangat bagus, jadi tidak perlu aku berkenalan lagi denganmu?" Gerald menghubungi Edward, mereka yang berada disana sedikit terkejut dan merasa khawatir dengan adiknya yang di rumah sakit.


"Ada apa kau menghubungi ku?"


"Santai Ed, bukankah kita teman? Apalagi aku mendengar ternyata kau menikahkan anakmu dengan keponakan ku." Terdengar jelas suara gelak tawa dari seberang telepon, Edward hanya mengepal tangannya kuat.


"Apa yang kau inginkan? Kau sungguh bukan orang yang banyak basa-basi hanya untuk menelepon ku saja, bukan?" Tentu Edward tahu Gerald tidak akan menghubungi seseorang yang tidak dianggap penting menurutnya.


"Fera, tentu saja bukan Ed. Bella sedang di sekap anak dan menantu mu, jadi aku hanya ingin anak itu kembali. Aku bosan mendengar mama dan juga tante nya terus merengek padaku meminta Bella cepat kembali, atau harus aku besuk putri mu yang sedang di rumah sakit?" Senyum menyeringai mulai terbit di bibir Gerald.


"Mereka hanya ingin memberi pelajaran pada putrimu, karena berniat ingin mencalakai putri dan calon anak nya."


"Putri mu sangat bisa di andalkan saat sedang mengandung pun masih bisa membela diri, berbeda dengan anak yang kalian sekap itu tidak mau mempelajari apapun dengan alasan tangannya yang halus akan kasar. Aku hanya ingin kita membuat kesepakatan Ed." Pinta nya pada Edward. Fera sudah menggelengkan kepalanya, ia tahu Gerald akan berbuat macam-macam.


"What do you mean? What kind of deal?"


"Tentu saja menukar putri kita, bukankah kecantikan Fera menurun pada anakmu, ah aku lupa namanya tapi yup Blue Skyla, aku mengingat nya Ed."


"Jangan macam-macam Gerald, sampai kapanpun aku tidak akan mau menukar putri ku dengan anak mu." Fera sudah berapi-api mendengar ucapan yang terus keluar dari mulut Gerald.


"Wah wah How are you dear? We haven't seen each other in a long time."


"Hentikan omong kosong mu Gerald, jangan kembali mengusik keluarga ku."


"Kau sungguh tidak berubah Fera, aku semakin menyukaimu. Bagaimana jika kita melanjutkan rencana dulu, jadi kita tidak perlu menukarnya karena putri kita semua." Dulu bukan rencana mereka berdua, namun direncanakan Gerald untuk bisa memiliki Fera.


"Dasar gila!"


Suara tawa Gerald membuat Arystan dan Carel bergidik, pasalnya yang terdengar seperti seringaian disertai tawa Kunti laki.


"Keluarga mu yang kembali mengusik ketenangan ku, jadi jangan salahkan aku ikut bermain."


Fera dan Edward serta anak-anak nya hanya diam, bagaimana ini terjadi? Padahal Arabella yang salah terhadap Blue, maka dari itu mereka membiarkan Blue dan juga anak-anak nya mengurung Arabella.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2