Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Game mengenal pakuratot


__ADS_3

"Nona Sky saat ini mengalami koma."


Jderr


Seperti piasan kilat dan halilintar menyambar mereka yang mendengar, adiknya kritis tidak sadarkan diri yang pastinya akan butuh waktu yang cukup lama untuk sadar, terkecuali ada mukjizat.


"Lalu, bagaimana dengan kandungan nya?" Tanya Genta dengan bibir yang susah untuk ia gunakan terbuka dan menutup nya, semua bagian tubuh nya juga terasa kaku dan sulit digerakkan mendengar istrinya kritis.


"Saya akan membantu semaksimal mungkin tuan, untuk janin yang di dalam rahim nona Sky sangat lemah karena di tambah dari nona sendiri sedang kritis. Tapi kalian sebagai orang terdekat nya harus terus mengajaknya berkomunikasi, walaupun belum pasti hasilnya namun bisa dengan cepat membuat nona Sky segera pulih. Kita semua doakan saja yang terbaik, semoga nona Sky cepat sadarkan diri."


Arystan dan Carel juga tak kalah sedihnya dari Genta, mendengar adiknya kritis saat ini. Namun keduanya menatap teman sekaligus adik ipar nya itu tidak mungkin turut menampilkan raut wajah sedih, karena selain harus bersikap pura-pura kuat mereka juga harus menguatkan Genta. Adik iparnya itu percuma memiliki badan dan wajah yang kokoh dan tampak beringas walaupun tampan, tapi memiliki pengalaman ditinggalkan oleh ibu dan juga adiknya yang membuat dirinya kembali bersedih, ia takut terjadi sesuatu dengan istri dan juga calon anaknya.


"Maaf tuan, saya permisi ke ruangan saya sebentar. Jika ingin melihat nona Sky silahkan, namun tidak boleh membuatnya bersedih. Semangati dia agar lebih semangat lagi untuk segera sadarkan diri." Diangguki oleh Arystan dan Carel, dokter itu tersenyum dan meninggalkan mereka yang belum sepenuhnya menerima jika Blue tidak sadarkan diri.


"Ayo gen, kita lihat Sky di dalam. Lo jangan sedih seperti ini orang yang sedang kritis juga akan merespon, jadi berikan semangat untuk istri dan anak lo." Genta menatap Arystan dengan mata yang memanas, berkali-kali ia usap air matanya yang jatuh.


Mereka masuk untuk melihat Blue yang sedang berbaring di atas brankar, namun nyatanya mata dan hati nya tak sejalan dengan yang mereka pikirkan dari luar. Melihat Blue yang berbaring seperti itu membuat mereka tak kuasa untuk masih terus membendung air matanya.


"Gue dan Carel keluar gen, lo harus disini temani Sky." Arystan berpikir bisa nanti untuk melihat adiknya lagi, saat ini ia dan Carel membiarkan Genta berbicara pada Blue. Genta mengangguk menanggapi temannya, matanya tak berpaling dari wajah pucat sang istri.


"Sky, lo harus baik-baik aja. Tolong bertahan dengan calon anak kita, gue-


Air matanya mengalir sambil ia terus memegang tangan Blue, Genta menatap lekat dan menstabilkan dirinya untuk kembali berucap.


"Gue tahu, walaupun kita melakukan itu tidak dengan kemauan kita sendiri. Tapi kita sudah sepakat untuk membesarkan anak kita bersama Sky."

__ADS_1


Genta kembali mengingat saat kejadian malam itu.


FLASHBACK ON


Mereka yang awalnya bermain game namun sebelum itu membeli minuman beralkohol untuk diminum siapa yang kalah. Tapi keduanya sama-sama sebanding atau seri, akhirnya mereka menghabiskan minuman itu bersama.


Entah mereka sadar atau tidak, mata mereka terbuka dan menuntun untuk keduanya mendekat. Mungkin waktu itu ada angin malam yang berdesir dan menjalari seluruh tubuh keduanya terjadilah hal yang mereka tidak inginkan. Terdengar konyol, namun itulah yang terjadi pada Genta dan Blue.


Saat pagi tiba, Blue membuka matanya dan mendapati wajah Genta sangat dekat dengannya. Blue ingin menjauh, namun ia terkejut dengan tangan Genta yang melingkar di pinggangnya, hal itu mungkin biasa. Yang membuat Blue kembali melototkan matanya adalah dirinya yang mendapati tubuh polos dirinya dan Genta.


"Aaaaa ...." Teriak Blue membuat Genta langsung membuka matanya melihat Blue.


"Lo bisa gak teriak pagi-pagi, gue mau tidur." Kembali ingin memejamkan matanya.


"Bangun lo!"


"Lo apain gue semalam gen? Itu gue sakit dan kenapa kita gak pakai baju lalu itu," tunjuk Blue ke bawah selimut.


Genta membuka matanya dan mengingat apa yang terjadi semalam.


"Gen, gimana kalau gue hamil?" Tanya Blue mulai berkaca-kaca.


"Hsstt gue bakalan tanggung jawab, lo tenang aja ya."


"Tapi gue masih kuliah juga gen, apa kata orang-orang?"

__ADS_1


"Sky, udah ya lagian kita sudah nikah gue bakal akuin anak gue sama orang-orang."


"Lo jahat gen, gue bisa hamil gara-gara lo." Blue memukul pelan dada Genta dan kemudian melemah jadi seperti belaian di dada Genta.


"Lo jangan goda gue Sky, sudah lama gue mau lo jadi seutuhnya milik gue. Tapi gue tahan, dan karena sekarang kita sudah melakukan nya juga lo sudah barusan kembali membangunkan pakuratot, maka lo harus melemaskan nya lagi."


"Pakuratot?" Blue bingung dengan nama yang Genta sebut.


"Panjang kuat berurat dan berotot." Blue membelalakkan matanya saat tangannya sudah di tuntun di atas pakuratot.


"Mesum." Kembali mengulang sensasi yang tak lagi di sebut baru, karena usia pernikahan mereka lima bulan lebih. Baru kali ini mereka merasakan debaran surga dunia untuk kedua kalinya setelah semalam di lakukan tanpa sadar.


Aneh? Tentu Genta dan Blue.


FLASHBACK off


Genta tertawa menceritakan lagi pada Blue, ia mengatakan sangat senang saat itu dengan pura-pura bodo amat atas yang ia dapat dari Blue karena memang sudah lama ia harapkan.


"Gue tahu kalau lo sadar pasti gue sudah lo maki-maki, atau lo tampar gue." Tawa Genta seperti orang gila disertai tangis.


"Tampar gue, marahin gue Sky karena sudah ambil sesuatu yang lo jaga buat orang yang lo cinta." Blue tidak merespon apapun, hanya alat monitor yang terdengar.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2