
"Pacar lo terlalu kekanakan rys." Ucap seseorang dari arah kursi, membuat Blue menoleh. Blue bahkan tidak sadar jika ada orang sedang duduk di sana.
"Siapa kak?" Tanya Blue pada kakaknya, lalu melepas pelukannya dari Arystan.
"Kamu tidak mengenalnya?" Tanya balik Arystan. Blue menggelengkan kepalanya, ia tidak mengenal laki-laki itu.
"Bukannya dia yang sudah mengobati pili, apa kamu lupa, sky?"
Blue menatap laki-laki itu dengan seksama, ia sedikit mengingat wajah dokter itu. Namun penampilan nya tidak mencerminkan seorang dokter, seperti yang ia temui di klinik waktu periksa pili.
"Pacar lo terlalu kekanakan untuk mengingat sesuatu yang sudah membantu nya." Ucap Genta melihat Blue dengan sinis. Teman dari Arystan dan Carel itu, sepertinya tidak menyukai Blue yang sebagai pacar Arystan.
"Jaga ya bicara, lo! Gue cuma lupa kalau lo itu dokter yang pernah membantu pili." Ucap Blue menunjuk dengan tangannya.
"Sky, turunkan tangan kamu! Tidak sopan." Arystan menyuruh Blue menurunkan tangannya yang sedang menunjuk ke arah Genta.
"Tapi kak-
"Sky, dia juga tamu aku disini." Ucapnya mengedipkan sebelah matanya.
Blue langsung duduk di kursi depan kakak nya, ia memanyunkan bibirnya kesal dengan Genta.
"Lo lihat rys, bukannya pacar lo terlalu kekanakan? Gitu aja ngambek."
__ADS_1
"Lo-
"Dia terlihat lucu saat kesal, pipi nya seperti bakpao. Apa lo gak lihat dia sangat gemas, gen." Ucapnya tersenyum pada Blue.
"Itu menurut lo, karena dia pacar lo kan, rys? Apa lo takut dia ngambek?" Ucap Genta yang melihat ke arah Blue tak suka.
"Kenapa? Lo iri karena lo jomblo 'kan?" Ucap Blue dengan mengejek.
"Kalau pun, hanya ada satu gadis di dunia ini, dan itu lo. Gue lebih memilih jomblo seumur hidup." Jawab Genta memalingkan wajahnya. Ia lebih memilih tidak memiliki pasangan, jika gadis yang ada di dunia ini hanya tersisa Blue.
"Sombong sekali, awas aja lo jilat ludah sendiri."
"Sudah, lama-lama gue jodohin kalian berdua." Ucap Arystan sambil mengecek berkas.
"OGAH...!!!" Jawab mereka bersamaan. Arystan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Gue gak ada bosannya sama sky, dia seperti princess di hidup gue." Jawabnya tersenyum. Tentu saja princess di hidupnya, karena Blue adalah adik kesayangannya.
"I love you."
"I love you more."
"Mau muntah gue lihat kalian berdua, udahlah gue mau pulang aja. Bisa-bisa gue ikut stress lama disini."
__ADS_1
"Iri, bilang dong. Kasihan jomblo." Ucap Blue mengejek Genta.
"Dasar bocil." Arystan hanya geleng-geleng kepala melihat sahabat dan adiknya.
"Jangan lupa, nanti malam kita ke tempat biasa rys. Gue malas lihat pacar bocil lo." Ucapnya melenggang pergi keluar dari ruangan Arystan.
"Huuu dasar dokter stress, terlalu sering ngurusin hewan jadi aneh."
"Sky, jangan seperti itu tidak baik."
"Yaelah kak, emang dia berkata baik?" Tanya Blue.
"Sama aja sih, awas aja kalian berdua jodoh."
"Ih amit-amit, gak mau sky punya suami yang aneh. Sky mau yang seperti papi, tampan seperti kak Arystan dan kak Carel, dan pengertian seperti semua penghuni di rumah."
"Termasuk pili?" Tanya Arystan.
Blue mengangguk, namun akhirnya menggeleng. Tidak mungkin dirinya mempunyai pasangan seperti pili, yang hanya bisa makan dan manja. Jangan lupakan, membuang kotoran pada tempatnya. Iya, Blue ingin pili seperti kucing yang lain, membuang kotoran sembarangan.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...