Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Menghabisi Aaron n friends


__ADS_3

Di rumah sakit sudah ada orang suruhan Arystan dan Carel untuk menjaga Blue, mereka bertiga berangkat untuk menemui Aaron dan teman-teman nya. Genta sudah mengganti mobilnya dengan motor miliknya dari apartemen, ia tidak sabar ingin menghabisi para bedebah yang mengeroyok istrinya.


"Lo harus tenang gen, bukannya kita sudah biasa seperti ini? Jadi bawa santai aja." Arystan ingin Genta seperti biasanya saja, tidak perlu dengan amarah yang meluap-luap.


"Biasa aja lo bilang? Istri gue di rumah sakit, dan lo bilang gue suruh biasa aja? Lo kira gue bisa lihat Sky seperti itu terbaring lemah? Lo tahu kalau dia terakhir kali terbaring di rumah sakit gara-gara gue, sekarang juga gara-gara gue gak bisa jaga dia. Kalian harusnya marah sama gue, jangan malah nyuruh gue biasa aja." Genta marah dengan dirinya, ia tidak mengerti dengan perasaan nya. Padahal ia tidak suka Blue, namun ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu saat ini.


"Kita gak akan nyalahin lo, karena memang bukan lo yang salah. Tapi kita memang harus tenang menghadapi musuh, gen." Carel mengingatkan lagi bahwa tidak boleh bertindak gegabah dengan urusan membalas dendam.


"Lo cinta sama Sky?" Tanya Arystan.


"Pertanyaan konyol, iya, mana mungkin secepat itu." Genta langsung membuang muka ke samping karena berbohong.


"Kita harus secepatnya menemui mereka, setelah itu harus cepat pulang dan Genta ke rumah sakit. Papi dan mami bisa curiga." Carel takut orang tuanya mengetahui Blue sedang dirawat.


"Kalian lupa kalau papi selalu memata-matai kita semua? Terutama Blue anak kesayangan nya." Arystan dan Carel saling pandang, ia yakin banyak dari yang Blue lakukan dan mereka semua lakukan diketahui oleh papi sedikit banyak nya.


"Waktunya sudah mepet, jangan suruh kita mikir lagi." Genta memutar bola matanya malas, bukannya sedari tadi mereka yang mengajak Genta mengobrol, kenapa sekarang baru ingat kalau waktu mepet.


Mereka langsung datang ke tempat tongkrongan Aaron dan juga teman-teman ny, tidak ada kata ampun untuk siapapun yang menyakiti Blue.


"Wah kita lihat siapa yang datang, Sky sangat lemah ternyata sampai ngadu sama kalian? Lihatlah suaminya itu! Apa dia terlihat tampan? Tentu saja biasa aja, itu hanya kebantu gen dari orang tuanya sedikit." Aaron terlalu banyak bicara, Genta sudah tidak bisa menahannya. Karena semakin ia membiarkan akan semakin besar kemarahan nya pada Aaron.


"Punya nyali juga, jangan ganggu istri gue! Bangsat." Genta memegang kerah baju Aaron dan menonjok nya.


"Itu hanya permulaan, kalau lo masih mau berani macem-macem sama Sky, kuburan akan segera lo tempati." Ancam Genta membuat Aaron takut, karena dirinya tidak bisa beladiri.


"Apa perlu gue yang gali tanah nya buat lo?"


Arystan dan Carel membabat habis teman-teman Aaron, tidak akan ia beri ampun.


"Untung kita masih baik membuat luka memar di bagian tubuh dan wajah saja, tidak sampai buat kalian patah tulang." Genta kembali menarik kerah baju Aaron, Genta menunjuk dengan telunjuk nya.


"Sekali lagi gue lihat wajah lo di sekeliling Sky, habis lo sama gue." Genta mendorong tubuh Aaron sampai terhuyung ke belakang. Genta kembali ingin menghampiri Aaron, namun dihalangi oleh Carel.


"Dia sudah bonyok gara-gara lo, gen. Udah cukup!"


"Tapi dia tega melihat Sky di pukuli temannya, ditambah dia menamparnya." Genta kembali mendekati Aaron dan menamparnya seperti yang ia lihat di video, namun ini lebih keras.

__ADS_1


"Jangan pernah mencoba untuk mengancam istri gue, ngerti lo? Walaupun sampai terjadi Sky balik lagi sama lo, gue kubur lo hidup-hidup." Genta menendang kaki Aaron untuk terakhir sebelum ia pergi, setelah ia puas baru pergi meninggalkan mereka, diikuti Arystan dan Carel. Namun ketika sampai di motor nya, Arystan menahan Carel agar pulang saja, biarkan Genta ke rumah sakit menjaga Blue.


...******...


"Kok lo baru datang? Kak Arys sama kak Carel juga kemana?" Tanya Blue melihat Genta masuk ke ruang rawat miliknya.


"Lo udah bangun?" Tanya nya membuat Blue memutar bola matanya.


"Pertanyaan gue belum di jawab, malah balik nanya dengan pertanyaan yang udah jelas tahu jawabannya."


Genta tertawa kecil mendengar ucapan Blue.


"Gue foto dulu buat dikirim ke Arys dan Carel."



"Masih sempat tangannya begitu." Genta menggelengkan kepalanya sambil mengirimnya pada dua temannya.


"Kenapa? Lo kangen sama gue?" Tanya nya duduk di sebelah brankar.


"Genta,"


"Lo ngapain dari apartemen pakaian lo begini malam-malam cuma ke rumah sakit?" Tanya Blue.


"Pengen aja sih, udah lama gue gak pakai style ini. Kalau sama lo bawaan nya santai gitu, apalagi ke kantor gak mungkin juga gue pakai celana jeans sama kaos terus jaket gini." Blue percaya aja dengan ucapan Genta, toh gak penting suaminya mau berpakaian gimana.


"Gue mau pulang gen," Blue memelas agar Genta membawanya pulang.


"Disini dulu malam ini dan besok, setelah itu boleh pulang. Keadaan lo masih lemah Sky."


"Please, gen! Gue mau tidur di apartemen aja, disini bunyi nit nit gitu."


"Itu namanya monitor peak gue punya bini, boleh deh pulang malam ini."


"Yes. Terserah dikatain bego juga, yang penting gue pulang."


"Tapi ada syaratnya." Blue menatap Genta dan menghentikan dirinya agar tidak senang dulu.

__ADS_1


"Boleh pulang ke apartemen, tapi syaratnya buat baby sama gue." Genta mengedipkan sebelah matanya, sedangkan Blue langsung terdiam.


"Oke, gue disini sampai sembuh."


Genta mengelus rambut Blue. "Good girl, jadi istri memang harus nurut sama suaminya. Kalau gak, harus di hukum yang mungkin agak mengenakkan." Ucapan Genta yang disertai senyum nakalnya membuat Blue ingin sekali menaboknya.


"Mending lo pulang aja deh, otak lo mungkin udah kegeser dikit. Gue minta jemput sama kak Carel aja nanti."


"Gitu aja marah, nanti juga pengen sendiri."


"Genta, mulut lo bisa diam gak sih? Gue cocolin pakai risol sewajan baru tau."


"Wih enak tuh, mana risolnya?" Blue kesal dengan Genta, bisa-bisa nya diterusin.


"Lo pulang aja, besok gue juga gak bisa bikinin sarapan buat lo. Sekarang lo siapin semuanya sendiri, takutnya kesiangan."


"Perhatian banget sih, mending gue disini aja biar enak lo bangunin gue pagi-pagi."


"Ayolah gen, dari sini ke apartemen jauh lagi lo kesana. Mending lo pulang dan nyalain alarm sebagai pengingat karena bisa aja lo tidur mati."


"Lo kenapa sih, Sky? Gak suka banget gue disini. Gue cuma mau jagain lo, biar ada gunanya gue sebagai suami." Lagi-lagi Blue ingin meluapkan amarahnya pada Genta, namun saat ini lelah dengan kondisi yang terjadi.


Blue memiringkan kepalanya tidak lagi menjawab dan memejamkan matanya, ia sudah bosan berdebat dengan Genta. Genta yang melihat itu membenarkan selimut di tubuh Blue.


"Maaf Sky, happy nice dream." Ucapnya lalu pindah ke sofa, membuka jaketnya dan membaringkan tubuhnya disana.


Blue melirik Genta yang berbaring di sofa, berselimut jaket kulitnya.


"Ada orang tolol kek dia, harusnya seneng gue sakit tapi malah mau ikutan sakit dengan tidur di sofa yang gak nyaman gitu." Blue mengusap rambut Genta dari kejauhan dengan telunjuk nya, ia tersenyum juga dengan ketololan dirinya sendiri.


"Good night my husband, have a bad dream. oh wrong, have a nice dream." Blue tersenyum lalu memejamkan matanya untuk ikut tertidur.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2