
"Gue harus pakai alasan apa sekarang, untuk bisa ngobrol dengan Genta lebih lama." Ucapnya sebelum berangkat dari rumahnya ke klinik, Arabella masih mencari cara supaya bisa mengobrol dengan Genta. Karena setelah putus dari Arabella dulu waktu kuliah, Genta sudah tidak mau lagi berhubungan dengan wanita itu.
Lama Arabella berpikir, ia membawa kucing peliharaan mama nya. Karena dengan anjingnya Genta tidak menerima.
Sampai di depan klinik Genta, Arabella dihubungi oleh mama nya.
"Mau dibawa kemana kucing mama, bel?" Tanya nya karena tahu dari art rumahnya bahwa kucing peliharaan nya dibawa Arabella keluar.
"Minjam sebentar ma, soalnya tadi aku lihat kucing mama demam." Jawabnya takut jika mamanya marah.
"Tidak mungkin deh, semalam mama lihat baik-baik aja. Kenapa tiba-tiba demam gitu?" Ucap mama nya heran dengan kucing nya yang di katakan demam oleh anaknya.
"Gak tahu, makanya mau aku periksa dulu ma."
"Yaudah jangan lama-lama, mama tunggu di rumah." Mama nya percaya saja bahwa kucingnya sedang demam.
Akhirnya mamanya memutuskan panggilan telepon nya, Arabella menarik nafas dan langsung masuk ke klinik Genta.
"Mau periksakan hewan apa ya, kak?" Mereka menanyakan dulu hewan apa yang mau di periksa, karena takut hewan yang tidak di sukai Genta.
"Kucing," jawabnya malas.
Orang yang menanyakan sedikit kesal, namun tetap tersenyum.
__ADS_1
"Padahal sudah sering di usir, tapi tetap saja kesini. Dasar wanita gak tahu malu." Batin nya menatap Arabella.
"Kenapa melihat ku seperti itu? Sudah boleh masuk apa belum?" Tanya Arabella yang ingin langsung menemui Genta.
"Saya antar ke ruang periksa nya, biar sekalian anda juga menunggu disana."
"Aku bisa sendiri, aku mau ke ruangan Genta dulu."
"Tapi kak, langsung ke ruang periksa hewannya saja. Tidak perlu ke ruangan dokter Genta."
"Terserah aku lah, aku yang lebih mengenal Genta." Ucapnya merasa paling mengenal Genta.
Arabella menuju ruangan Genta, sedangkan karyawan Genta kembali ke tempatnya.
"Sangat mengenal dokter Genta, tapi sering di usir." Ia kesal karena Arabella merasa paling mengenal Genta.
Genta melihat siapa yang datang sudah malas, ia pura-pura melihat berkas di depannya.
"Genta, gue mau periksakan kucing mama. Tadi dia bersin-bersin gitu, gue yakin lagi sakit." Arabella langsung duduk di depan Genta, dan meletakkan kucing dan tempatnya di bawah.
"Karyawan gue pasti udah bilang, kalau mau periksa ada tempatnya. Bukan disini, ini ruangan gue."
"Yaudah kita kesana bareng-bareng, gue gak tahu dimana ruang periksa nya. Karyawan lo gak ada ngantar gue, tapi gue disuruh kesini." Ucapnya menjelekkan karyawan Genta, selama ini menurut Genta karyawan tidak pernah seperti itu. Baru dengan Arabella disuruh keruangan nya dulu.
__ADS_1
Genta beranjak dan keluar dari ruangan nya menuju karyawan yang menerima tamu, ia mau bertanya kenapa tidak mengantar Arabella.
"Genta, kita langsung periksa aja, nanti kucing mama bersinnya menular pada yang lain." Namun Genta hanya menatap nya, lalu pada kucingnya yang nampak biasa saja.
"Tadi kenapa tidak mengantarnya ke ruang periksa? Kenapa malah di suruh ke ruangan saya?" Tanya Genta menatap karyawan nya.
"Saya sudah mau mengantar nya dok, tapi dia sendiri yang mau langsung ke ruangan dokter. Dia juga bilang lebih mengenal dokter dari pada saya." Terang karyawan nya membuat Arabella kesal.
"Kamu jangan ngarang cerita ya, kamu sendiri tadi yang tidak mau mengantar aku ke ruang periksa. Jangan percaya dia gen, gue gak bohong." Pembelaan dirinya yang menuduh karyawan nya mengarang saja.
"Gue tahu, lo selalu jujur bel. Ayo cepat periksa kucing mama lo, atau perlu lo periksa sekalian." Ucap Genta berjalan menuju ruang periksa. Karyawan Genta tersenyum, dan Arabella menunjukkan kepalan tangannya pada karyawan itu.
Arabella mengeluarkan kucingnya, dan menyuruh Genta memeriksa nya.
Tidak sedang demam atau ada penyakit, tapi Genta ingin mengerjai Arabella karena juga mengganggu dirinya.
"Kucing mama lo ini ada penyakit yang dapat menyebabkan yang merawat tertular virus, namun tidak akan lama. Mungkin sekitar beberapa minggu saja demam nya." Genta juga takut jika kucing itu di buang, atau tidak di perhatikan lagi oleh pemiliknya. Karena Genta juga suka kucing dan menyimpan kucing adiknya. Arabella terlihat takut, saat Genta memeriksa dan memasukkan nya ke dalam tempatnya lagi. Arabella sedikit menjauh dan mengambil tisu untuk menjinjing tempat itu setelah di periksa.
Genta tertawa setelah Arabella keluar, ia akan menceritakan itu pada Arystan nanti.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...