Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Arystan marah


__ADS_3

"Gue gak ngerti sama kalian, alasan kalian gak masuk akal sama sekali. Walaupun lo rys, suami Sky sekalipun. Gue mau tetap tahu apa hubungan Sky dengan adik gue, Geandra."


"Tapi yang gue takutkan bukan jawaban yang lo dapatkan gen, tapi rasa sakit yang di derita Sky."


"Iya, apa? Gue mau tahu, apa yang di derita Sky kalau gue nanya tentang Geandra? Apa sebenarnya yang terjadi dengan Sky, sehingga membuat nya sakit kalau gue bertanya tentang Geandra, adik gue?" Tanya Genta dengan nada tinggi. Kedua temannya hanya memikirkan perasaan sakit Blue, tapi tidak memikirkan perasaan nya.


"Dia bisa ingat semua nya, semua masa lalu yang membuat nya sakit dan berkurung diri di kamar setiap hari, tidak bicara dengan siapapun." Jawab Arystan tak kalah tinggi.


"Stop rys! Jangan di teruskan!" Carel menahan kakaknya agar tidak melanjutkan ucapannya pada Genta.


"Biarkan rel, biar semuanya jelas sekarang."


"Tidak. Sky akan marah sama lo rys. Ayo pulang!" Carel menarik paksa Arystan agar pulang.


"Maaf Genta, untuk saat ini tolong berhenti ingin tahu tentang pili, sampai semuanya benar-benar pulih." Ucap Carel menoleh sebelum masuk ke dalam lift.


Genta tidak mengerti dengan semuanya, ia hanya menatap kepergian kedua sahabatnya. Arystan marah pada Genta karena tidak mau menuruti perintah nya. Bukan tidak mau, namun apa yang di inginkan mereka, alasannya tidak jelas. Ia hanya ingin mengetahui hubungan antara Blue dan adiknya apa yang salah dengan itu pikirnya.


Genta masuk kedalam apartemen nya, setelah menatap temannya masuk kedalam lift.

__ADS_1


"Mili, apa kamu tahu dimana pili sekarang? Apa benar pili yang berada dengan Sky adalah kembaran mu? Coba kamu terawang."


"Percuma gue nanya sama Mili, waktu kejadian dulu kan dia gak ikut." Genta sudah pusing dengan semua yang terjadi, walaupun Mili kucing milik adiknya itupun ikut dan tahu kejadian adiknya kecelakaan dulu, tidak mungkin bisa menceritakan pada nya. Dia hanya kucing dan hanya terdengar suara miaww tidak akan terdengar suara seperti dirinya.


"Lo apaan sih rys, Genta bisa tahu kalau sebenarnya Sky adalah Blue, adik kita. Bukan pacar lo."


"Gue gak tahu lagi caranya bilang sama Genta, rel. Kalau Genta terus kekeh ingin tahu, apa tidak sebaiknya kita bilang aja kalau Sky adalah Blue adik kita."


"Lo gila ya rys? Sky pasti marah kalau Genta tahu kalau dia Blue." Ucap Carel marah, karena ia yakin adiknya pasti akan marah juga jika Genta tahu dirinya Blue.


"Lalu, nanti Genta akan bertanya sendiri pada Sky kalau dia kenal dengan Geandra, setelah itu Sky trauma dan ngamuk lagi? Gitu maksud lo?"


"Di rumah ada papi sama mami, ada Sky juga."


"Mau lo apa sih rys? Gue bingung sama lo."


"Gue butuh bodyguard buat Sky." Ucapnya membuat Carel berpikir bahwa dia tahu siapa orang yang tepat untuk Blue.


Carel tersenyum sedangkan Arystan bingung menatap adiknya yang tadi marah-marah sekarang malah senyum gak jelas.

__ADS_1


"Lo gak gila 'kan rel?" Tanya Arystan.


"Gue waras rys, gue tahu siapa orang yang pas untuk mendampingi Sky."


"Siapa?" Tanya Arystan menaikkan satu alisnya.


"Lo pasti kenal, gue yakin lo akan setuju dengan gue."


"Jangan terlalu yakin, ide lo kadang aneh."


"Ini untuk Sky, gue gak akan aneh-aneh." Carel yakin Arystan setuju dengan orang pilihan nya kalo ini. Dia tidak akan mengecewakan Arystan dan keluarga nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2