
Selesai dengan melatih ketangkasan, walaupun cuma Carel dan Genta yang maju. Tapi beberapa anak buah mami nya sudah terjatuh. Carel dan Genta, Arystan, Valencia. Membantu membangun kan mereka.
"Maaf pak, mami yang menyuruh kita dan kalian juga yang tidak mau untuk mundur, tidak mau." Ucap Carel meminta maaf.
"Saya juga minta maaf, karena membuat kalian seperti ini." Tambah Genta.
"Tidak masalah, kami akan pulang dan meminta bantuan medis disana."
"Baiklah, hati-hati." Mereka membungkukkan badannya, walaupun ditahan oleh atasannya, tetap saja sebagai bawahan mereka tetap patuh. Lalu setelah itu mereka undur diri dan pergi meninggalkan rumah sakit dengan mobil yang sudah tersedia. Setelah anak buah mami nya pergi Valencia yang menyadarkan mereka tujuan utama nya, bukan untuk bertanding dan melihat kepergian mereka.
"Kenapa lo gak bilang dari tadi sih len."
"Gue mah ikut aja."
Mereka langsung buru-buru ke ruang rawat inap Blue pertama kali dirawat. Namun setelah mereka masuk, tidak ada siapapun di dalam.
"Loh, Sky dimana?"
"Di kamar mandi mungkin?"
"Sky, kamu di dalam ya?" Arystan memanggil nya, namun tidak ada jawaban. Akhirnya di bukanya pintu kamar mandi, dan tidak ada siapa-siapa di dalam.
"Gak ada Sky di dalam, lalu Sky dimana rel? Gak mungkin Sky kabur, mau lewat mana. Di depan aja penjaga semua."
"Tapi rys, Sky bukan anak bodoh dia cerdik dan juga kalau masalah penjaga di depan, itu cuma sepele bagi Sky." Jawab Valencia
"Memangnya Sky bisa beladiri? Bukannya dia tidak pernah berlatih?" Tanya Genta.
Arystan, Carel dan Valencia saling pandang, memang mereka tidak pernah menceritakan tentang Blue atau Sky yang Genta tahu.
"Eh maksud gue karena dia cerdik, jadi bisa ngakalin penjaga dengan cara apa gitu. Kan bisa aja penjaga juga percaya dan lupa sama seperti kita tadi, dan sekarang kita yang diakalin."
"Jadi Sky sekarang dimana?"
"Hubungi mami lagi rel." Carel mengikuti saja apa yang di katakan abang nya.
"Loudspeaker rel."
__ADS_1
"Ada apa lagi? Sudah puas buat anak buah mami bonyok?"
"Mami gak nanya gitu keadaan kita gimana? Malah lebih khawatir sama anak buahnya."
"Mami gak khawatir sama kalian, kalian sudah besar."
"Tapi mereka juga lebih besar mi."
"Carel."
"Iya mi."
"Ada apa kamu nelpon mami? Mami sibuk."
"Sky hilang mi, dia gak ada di ruang rawat nya mi. Kalau penjaganya masih di depan dan gak tahu, menurut Valen mungkin Sky kabur mi." Valencia sudah memberi aba-aba agar tidak menyebutkan namanya. Namun sudah terlambat, Carel bocor.
"Kenapa Valen bisa berpikir begitu? Apa Sky bisa melawan anak buah mami? Atau kabur lewat jendela rumah sakit?" Carel menyerahkan pada Valencia, namun Valencia tidak mau dan berlindung di belakang Arystan.
"CAREL.." Panggil mami Fera karena Carel tak kunjung menjawabnya.
"Kamu dengar apa yang mami tanyakan? Atau tidak mau menjawab?"
"Carel dengar mi." Carel menyodorkan pada Arystan, tapi dia juga takut-takut. Namun melihat adiknya takut, Arystan kasihan lalu mengambil ponselnya.
"Apa yang mami tanyakan tadi mi?"
"Kenapa kalian seperti menghalangi mami untuk bertanya tentang Valen? Ada apa dengan dia?" Tanya mami Fera.
"Tidak ada apa-apa mi dengan Valen, dia hanya bekerja di kantor Arys 'kan?" Valencia di belakang Arystan sudah merasa takut jika mami Fera yang bertanya tentang dirinya.
"Lalu Sky sekarang ada di mana mi?"
"Kamu nanya? Kamu mau tahu dimana Sky?" Jawab mami dengan kembali tersenyum, sebenarnya mami Fera baik hanya terbiasa dengan melatih harus lebih garang.
"Arys mau tahu mi."
"Carel mana? Takut dia sama mami? Kalau takut sama mami tunggu pulangnya."
__ADS_1
"Carel gak takut kok mi."
"Kalau gak takut, mami juga akan tunggu pulangnya."
"Sky sebenarnya dimana mi? Kenapa mami santai saja kalau Sky gak ada di ruang rawat nya."
"Mami tidak akan memberitahu pada kalian, sebelum sadar apa kesalahan kalian. Sampai membuat Sky masuk rumah sakit, dan kata dokter setelah sadar mengamuk. Tapi dokter berikan obat penenang. Jangan cari Sky sebelum kalian menyadari kesalahan kalian semua, trauma Sky akan lebih susah sembuh jika kalian terlalu terburu-buru untuk menyembuhkan nya."
"Iya mi, kita minta maaf mi."
"Mending kalian pulang, jangan terus disana. Atau mami telepon pihak rumah sakit, supaya kalian semua di rawat satu minggu."
"Jangan mi, iya kita akan pulang."
"Bagus, bye son"
"Bye mi." Mereka sama-sama mengakhiri panggilan telepon nya.
"Jadi Sky dimana?"
"Jawaban mami tadi, kita renungi kesalahan kita karena membuat Sky masuk rumah sakit."
"Masalah yang membuat salah itu lo sama Genta rys, disini gue juga yang merasa takut sama mami kalian."
"Itu berarti karena lo ada kesalahan, kalau lo merasa takut sama mami."
"Ayo kita cepat pulang, dari pada kita di rawat seminggu disini."
Mereka langsung buru-buru keluar, mengingat ucapan maminya tadi di dalam telepon.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1