
Ketika sudah keluar dari ruang meeting, Genta langsung mengikuti papi Edward keruangan nya.
"Om eh papi," panggil Genta.
Papi Edward menatap Genta yang seperti kebingungan, papi Edward hanya tersenyum dengan wajah bingung di depan nya.
"Kenapa? Apa kamu mau papi yang ajarkan? Atau sekretaris papi dan staff lain selain Della?" Tanya nya. Karena Genta juga terlihat tidak nyaman jika yang di tunjuk untuk mengajarkan nya adalah Della.
"Itu nomor dua Pi, yang pertama adalah yang papi sebutkan tadi di ruang meeting." Ucapnya menomorduakan urusan Della, karena baginya itu tak penting.
"Apa yang papi sebut di ruang meeting?" Papi Edward pura-pura lupa dengan yang ia ucapkan di ruang meeting pada beberapa staff.
"Papi mengucapkan terakhir sebelum mulai meeting tadi."
"Papi lupa gen, yang mana?" Papi Edward ingin Genta sendiri yang menyebut nya.
"Kalau Genta calon menantu papi." Jawabnya melihat mimik wajah papi Edward yang sedang memegang dagunya dengan sebelah tangan, sambil menatap Genta.
"Ada yang salah? Apa kamu mau menikah dengan Arystan?" Tanya papi membuat Genta syok.
"Papi nyuruh Genta menikahi Arystan? Tapi Arystan laki-laki seperti Genta, Pi." Ternyata yang di tawarkan adalah Arystan anak lelakinya. Genta hampir jantungan saat mendengar nama Arystan.
__ADS_1
Papi Edward tertawa mendengar jawaban Genta.
"Berarti kalau Arystan wanita, kamu mau?"
"Ya gak gitu juga, dia juga sahabat Genta."
"Arystan versi wanitanya kamu mau? Dan bukan juga sahabat kamu. Jadi tidak khawatir dan mikir lagi kalau mau nikah." Papi Edward tersenyum mengobrol dengan Genta.
"Versi wanita maksud papi apa? Arystan punya kembaran Pi? Kenapa gak pernah cerita?" Apa ini yang disebut sahabat atau teman dekat yang di maksud oleh Arystan dan Carel, mereka tidak memberi tahu nya bahwa Arystan punya kembaran.
"Percuma badan besar dan kuat, tapi tidak peka dan mengerti dengan yang papi maksud."
"Sky adalah versi wanita dari Arystan, mereka hampir mirip walaupun princess papi tetap nomor satu." Sambungnya.
"Sekarang sudah mengerti gen?" Tanya nya sekali lagi, karena melihat Genta diam saja ia yakin sudah mengerti. Namun Genta malah menggelengkan kepalanya, membuat papi Edward menepuk jidatnya.
"Papi ingin kamu menikah dengan Sky anak bungsu papi. Bukankah Sky versi wanita Arystan?" Papi Edward meminta pendapat dari Genta, apa Blue mengikuti wajah kakaknya atau tidak.
"Astaghfirullah, kenapa gak dari tadi aja sih, bikin kepala gue puyeng denger nya." Batin Genta yang tadinya mengira kalau sahabat nya memiliki kembaran.
"Genta."
__ADS_1
"Mereka berbeda Pi," jawabnya.
"Papi gak bilang mereka sama, apalagi karakter Sky yang manja dan keras jika ada pendapat nya yang berbeda dengan kita. Kalau Arystan lebih ke soft dan cool. Tapi yang paling beda itu Carel, papi sampai heran dia mood booster bagi semua jika sedang sepi. Karena orangnya periang dan selalu bercanda."
Papi Edward dan mami Fera adalah orang yang sibuk, meski begitu mereka tetap menyempatkan diri untuk dekat dengan anak-anak nya. Orang kepercayaan nya juga selalu mengirimkan video mereka ketika dirumah. Jadi orang tuanya juga tidak akan ketinggalan perkembangan anak jika waktunya bekerja tidak sempat untuk melihat anak-anaknya.
"Jadi bagaimana gen?" Tanya papi serius menatap Genta.
"Apanya Pi?" Tanya nya lagi.
"Sudahlah lupakan, papi mau lanjut kerja lagi." Papi Edward mengembuskan napasnya panjang. Lalu kembali fokus menatap pekerjaan nya.
"Genta menerima tawaran papi, untuk menikah dengan Sky." Jawab Genta tanpa ragu, karena ia ingin membantu Blue agar sembuh total dari trauma yang dialami nya. Walaupun harus berpikir dua kali jika harus menikahi gadis yang tidak menyukainya. Sebenarnya sama, namun keinginan ingin membantu dan sudah berjanji lebih besar dari ketidaksukaan nya.
Syok gak yah si papi? Huhu wait for the next episode.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...