
Genta selalu datang ke rumah sakit bersama Arystan dan Carel, dengan cara ini ia meminta maaf karena sudah membuat Blue masuk rumah sakit. Namun tidak di perbolehkan masuk oleh penjaganya sesuai yang di perintahkan atasannya.
"Gue kakaknya, gue mau lihat adik gue."
"Mohon maaf tuan, ini adalah perintah dari tuan dan nyonya besar. Bahwa siapapun tidak boleh masuk termasuk kalian bertiga."
"Apaan sih mami sama papi, gue kan mau lihat Sky."
"Pasti di bolehin kok rel, coba hubungi aja mami."
Carel mengamati ponsel nya dan menghubungi mami nya.
"Ada apa rel?"
"Carel mau lihat Sky, mi. Tapi tidak di bolehin masuk sama anak buah mami."
"Itu karena kamu takut mengganggu Sky, jadi papi menyuruh penjaga disitu tidak ada yang boleh masuk. Kecuali mami dan papi, dokter dan perawat."
"Tapi bentar aja mi, kita mau masuk. Mau lihat keadaan Sky."
"Berikan ponselnya pada mereka, biar mami yang bicara."
Carel memberikan ponselnya pada penjaga pintu Blue, biar mami nya mengatakan pada mereka bahwa anaknya boleh masuk tapi hanya sebentar.
"Baik nyonya besar." Penjaganya mengangguk dan setelah itu mengembalikan ponselnya pada Carel.
__ADS_1
"Silahkan masuk tuan, tapi nyonya besar hanya memberi waktu selama 15 menit."
"Sedikit sekali waktu yang di berikan mami, kamu bohong ya?" Tanya Carel.
"Waktu akan semakin berjalan kalau kalian tidak masuk dari sekarang."
Mereka cepat masuk, melihat Blue masih terbaring di atas brankar. Genta merasa bersalah begitu juga dengan Arystan.
"Princess, kamu cepat bangun! Biar kakak yang akan jagain kamu dari orang yang mengganggu kamu. Jangan terus berbaring seperti ini." Carel memegang tangan adiknya, ia ingin menggantikan posisi nya kalau saja bisa.
"Princess, kakak minta maaf. Jangan seperti ini kamu membuat kita khawatir."
"Sky, gue minta maaf. Gue janji akan menebus semua yang lo rasakan." Carel melirik Genta, ia masih marah pada Genta dan Arystan. Namun Blue merespon ucapan Genta dengan menggerakkan jarinya.
"Sky ada merespon ucapan lo, gen. Jari nya barusan bergerak."
"Bodoh banget emang, tinggal pencet tombol aja dokter datang." Genta dan Arystan merasa bodoh begitu juga Carel.
"Maaf, kalian tolong keluar!"
"Kita mau lihat Sky."
"Tuan dan nyonya besar tidak membolehkan kalian masuk, silahkan keluar atau kalian tidak akan bisa masuk lagi."
Dengan kesal mereka keluar dan kembali diam di ruang tunggu.
__ADS_1
"Ngapain sih dilarang segala, memangnya dokter siapa?"
"Lo harus nya tanya mami dan papi itu siapa? Mereka yang melarang kita untuk tidak lama-lama di dalam."
"Dari pada mami sama papi sampai kesini, mending gue cepat ke kampus."
"Gue juga harus cepat ke kantor, bahaya kalau sampai mereka tahu kita masih disini."
"Berarti gue juga harus pergi dari sini? Gue harus ke klinik."
"Terserah lo sih gen, mau masih disini sampai mami dan papi datang, atau keluar bareng kita."
"Yaudah gue ikut kalian, lagian gue juga ada kerjaan."
...******...
"Sebenarnya anak nyonya Fera dan tuan Edward sudah siuman sejak kemarin, dia tadi hanya istirahat saat ada abangnya."
"Baiklah, bagus biar kami langsung bawa pulang kerumah. Kalau ada mereka kesini bilang aja tidak di izinkan masuk."
"Mengerti tuan, kami akan membantu menyiapkan dulu yang di perlukan untuk ke mobil anda." Mami Fera dan papi Edward mengangguk setuju, sedangkan penjaga nya setelah mendengar ucapan dokter langsung menyiapkan mobil dan beberapa mobil lainnya yang akan mengawal atasannya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...