Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Baikan


__ADS_3


Blue seperti biasa sesuka hati mengenakan pakaian rumah, Genta hanya menonton televisi di luar. Tapi ia berjalan masuk untuk membantu Blue, mereka tidak ada sama sekali mengeluarkan suara.


Selesai Blue memasak Genta membawa makanan nya keluar, masih sangat sunyi tidak ada suara manusia yang keluar, hanya benda yang mereka gunakan.


Mereka makan dengan sangat tenang, saling melirik namun tidak ada yang mengeluarkan suara. Sampai mereka usai makan, membawa piring kotor ke dapur. Genta kembali ke depan televisi, Blue yang melihat itu ikut duduk menonton siaran entah dia tidak fokus lihat siaran apa.


"Gue minta maaf," Blue berucap seperti itu, namun tidak melihat kearah Genta.


"Lo ngomong sama gue?" Tanya Genta melirik Blue.


"Menurut lo, gue ngomong sama hantu?"


"Bisa jadi, lagian kalau ngomong sebut namanya atau lihat orangnya. Ini tiba-tiba ngomong minta maaf, gue juga bingung."


Blue menurunkan sedikit ego nya untuk meminta maaf pada Genta. Ia menatap Genta sambil menutupi bagian paha nya dengan bantal.


"Genta, gue mau minta maaf sama lo, gue selama jadi istri lo berapa hari ini gak pernah nurut ataupun berkata baik."


"Memang," jawab Genta membuat Blue kembali merasa kesal.


"Tahan, jangan marah lagi baru minta maaf." Blue mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Lo maafin apa nggak? Perasaan cuma bikin kesal aja, sebenarnya bukan cuma gue yang salah, tapi lo juga harusnya minta maaf." Blue kembali seperti biasanya pada Genta.


Genta memegang tangan Blue.


"Kesempatan nih"


"Lo istri gue, gue juga minta maaf, Sky. Gimana kalau malam ini kita mulai?" Genta memainkan matanya sambil mengelus tangan Blue.


"Dasar om cabul banget," Blue melepas tangan Genta namun sambil tersenyum.


"Terus kapan? Sampai lo lulus kuliah? Harusnya kita udah punya anak dua, Sky." Blue menutup mulut Genta, bisa-bisanya merengek di situ. Tidak ada jaga image sama sekali.


"Malu banget gue," Blue beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar, padahal tidak ada siapapun.


"Malu sama siapa coba, disini cuma kita Sky. Kita mah mau mulai di mana aja, gak ada masalah." Genta malah membahas masalah seperti itu sambil mengejar Blue ke kamar.


"Genta, bisa diem gak, lo. Gue masih anak-anak."

__ADS_1


"Anak-anak yang bisa bikin anak." Genta dengan bangga tertawa, Blue ingin sekali menyumpal mulut suaminya supaya diam.


"Gen,"


"Iya sayang." Jawabnya tertawa.


"Genta, geli banget gue. Mau gue diemin lagi?" Blue mengancam nya dan itu membuat Genta menutup mulutnya dengan tangannya.


"Nah, kalau gitu kan enak, gue aja yang ngomong. Kita nginap di rumah papi yuk?" Tanya Blue, namun Genta hanya menggelengkan kepalanya.


"Boleh ngomong sekarang." Blue menurunkan tangan Genta.


"Besok atau lusa aja, ya? Kita malam ini di sini aja, gue males keluar." Genta menjatuhkan dirinya di bahu Blue, kesempatan di dalam kesempitan.


"Iya, tapi jangan gini juga. Cepat tidur aja istirahat biar gak males lagi."


"Tidurnya mau di peluk istri." Genta masih bergelendot manja di tubuh Blue.


"Lo seperti nya ketempelan gen, mau gue bacain Yasin?" Tanya Blue.


"Maunya dicium." Genta mendekatkan wajahnya pada Blue, dengan cepat Blue kembali menahan suaminya.


"Tidur ya om cabul, besok pagi harus segera bangun dan kerja. Biar dapat duit dari papi dan papa mertua yang banyak." Blue menepuk bantal di ranjang, lalu menjatuhkan Genta dengan kuat.


Akhirnya setelah banyak drama mereka tidur, Blue sangat terlelap dan Genta melancarkan aksinya memeluk Blue. Karena jika sedang sadar, Blue akan memarahi nya atau bisa saja memakinya.


...******...



"Lagi apa?" Tanya Genta baru bangun tidur setelah shalat subuh ia kembali terlelap, lalu mencari Blue yang sudah tidak ada di samping nya ternyata sedang membuat sarapan.


"Lagi main bola." Jawab Blue cepat.


Genta tertawa, "ngelawak lagi lo."


"Lagian lo gak lihat gue lagi apa? Kalau udah tau gak usah tanya lagi apa, tanya masak apa gitu baru bener."


"Masak serabi?" Tanyanya, Genta seperti nya pernah makan ini tapi sedikit beda. Genta mengira Blue salah adonan atau gagal membuatnya.


"Namanya pancake, nanti diatasnya disiram madu atau tambah gula. Kalau serabi seperti nya lebih susah bikinnya deh, gak tahu juga gue cuma bisa bikin ini." Blue membuat nya juga resep dari sosial media bukan karena dirinya sudah ahli.

__ADS_1


"Gue pernah makan ini, cuma memang hampir mirip serabi."


Blue selesai membuat sarapan, ia membawanya ke meja makan.


"Lo mau pakai madu, gula atau garam?" Tanya Blue mengambil pancake ke piring untuk Genta.


"Ada yang pakai garam juga?" Tanya nya melihat Blue polos.


"Gue mau kasih yang beda aja, siapa tahu menurut lo lebih enak."


"Gue gak masalah beda, yang terpenting dapetin lo." Genta sudah sangat over menggombal.


"Untung gue baik, kalau gak udah gue siram cabe sama garam diatasnya." Blue menyiramkan madu diatas pancake Genta.


"Makasih sayang." Genta memonyongkan bibirnya tanda memberi kiss udara.


"Belum mulai makan gue udah mual lihat lo."


"Makasih."


"Bukan pujian pak, sadar dong." Blue memotong pancake nya.


"Semua kata dari mulutmu memang berbahaya, tapi gue anggap semua sebagai kata cinta." Genta menyanyi dengan mengganti lirik dari lagu Agnezmo, paralyzed.


"Belajar dari mana? Pasti kak Carel yang ajarin lo gelai gini?"Genta mengangguk, sebenarnya sedikit jijik dengan ucapan sendiri, namun apa boleh baut.


"Sky,"


"Hm."


"Nanti malam gimana?" Tanya Genta.


"Boleh."


"Eh apaan? Gak ada." Genta kembali badmood, padahal awalnya bahagia.


Mereka melanjutkan sarapan pancake nya, setelah nya berangkat kerja dengan mengantar Blue lebih dulu ke kampus.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2