Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Om?


__ADS_3

Edward dan Arystan serta anak buah nya masih terkejut dengan Blue yang terlihat baik-baik saja, maksudnya terlihat sedang makan dan terlihat senang walaupun sedang di culik.


"Dimana Gerald? Suruh dia keluar! Apa jangan-jangan sudah kalian masukkan racun di dalam makanan putriku." Blue tetap makan tidak mendengarkan ucapan papi nya, Carel yang mendengar itu langsung berhenti mengunyah dan mengambil sendok adiknya.


"Kenapa kakak mengambil nya? Sky belum selesai makan." Blue sambil meminta sendok nya kembali dengan mulut penuh makanan.


"Kamu dengar yang papi katakan? Bagaimana jika ada racun di dalam makanannya?" Blue berpikir sejenak, menurut nya harusnya sejak tadi dirinya sudah terkapar tidak berdaya karena makanan sudah banyak yang dirinya habiskan.


"Edward, Nice to see you again, long time no see." Gerald keluar dari tempat nya, ia mendengar teriakan Edward.


"Cih, tidak perlu berbasa-basi kau sudah menyogok anakku dengan makanan yang sudah pasti dia akan suka." Gerald hanya tersenyum.


"Apa yang kau inginkan? Bukankah putri mu sudah kau ambil."


"Putri? Siapa maksud papi? Jangan bilang-


"Iya, benar sayang apa yang kamu pikirkan tentang anak Gerald adalah Arabella." Blue langsung menghentikan makannya, ia benar-benar tidak tahu jika orang yang menculiknya adalah ayah dari Arabella.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya, Gerald? Aku tahu kamu tidak hanya ingin menculik putriku, tapi ada hal lain." Edward sudah bisa menebak pemikiran Gerald sebelum-sebelumnya.


"Kamu tepat sekali, karena aku hanya ingin kau berkunjung kemari dan membicarakan kesalahpahaman yang ada sejak dulu." Jawab Gerald membuat Edward mengangkat satu alisnya bingung.


"Tidak pernah ada salah paham, karena semua kesalahan itu perbuatan mu."


"Tentu saja salahku, maka dari itu aku ingin kita berbicara untuk meluruskan kesalahpahaman yang aku perbuat dulu sampai membuat orang-orang celaka." Blue berjalan mendekati papi nya dan kakaknya, ia merasa takut saat dirinya masih tidak begitu pulih seperti ini ditambah janinnya masih sangat rentan jika diajak bermain sedikit.


"Jangan takut anak manis." Gerald tersenyum menatap Blue.


"Jangan pernah berani mengusik adikku ataupun keluarga ku." Ucap Arystan dengan wajah datarnya.


Gerald tepuk tangan dengan sambil menggelengkan kepalanya.


"Ternyata bukan hanya anak perempuan mu yang aku suka, ternyata anak tertuamu juga sangat mirip seperti dirimu, Edward."

__ADS_1


"Berhenti dengan tawa jelek mu itu Gerald, sudah tidak ada lagi urusan diantara kita, jangan pernah lagi mengganggu keluarga ku!" Carel ingin sekali tertawa mendengar papi nya mengejek Gerald.


"Sudah kubilang tidak mengusik nya, tapi aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman. Jika kamu tidak mau mendengar nya, aku akan terus mengganggu keluarga mu termasuk Genta."


"Pi, apa hubungan nya dengan Genta? Bukannya tadi om marah karena Genta terluka?" Tanya Blue membuat Gerald tersenyum.


"Kamu akan terkejut jika kau mengetahui nya." Disertai senyuman miring dibibir nya.


"Sampai kapan kau akan menyembunyikan nya Edward? Bukannya kita keluarga?" Edward yang tadinya ingin berbalik tidak jadi mendengar ucapan Gerald.


"Aku tidak sudi berkeluarga denganmu."


"Buktinya sudah ada, sekarang aku keluarga mu."


"Sebenarnya siapa dia, Pi? Apa hubungannya dengan kita?"


"Tidak ada hubungan apapun antara kita dengan dia." Mereka menoleh saat ada suara seseorang menjawabnya.


"Mami,"


"Lama tidak bertemu, ternyata kau semakin licik dengan menculik putriku." Mami Fera melipat tangannya sambil menatap tajam Gerald.


"Wow lihat siapa yang datang, padahal aku tidak menyiapkan apapun untuk menyambut kedatangan mu, Fera." Ucapnya tersenyum dengan dibarengi kedipan mata nakal khas nya.


"Cih masih saja tidak berubah."


"Kau akan tahu jika mendengar penjelasan ku, semua kejadian dulu adalah kesalahan pahaman yang aku lakukan."


"Hentikan! Kita sudah tidak mempercayai mu, Gerald. Tidak perlu banyak cara dan memutar gaya untuk membuat kita percaya lagi, karena apapun tentang mu dan keluarga mu sudah kita anggap penjahat." Ucap Fera yang mulai memanas.


"Apalagi itu ada sangkut pautnya dengan menantuku." Sambung nya membuat Blue, Carel dan Arystan menatap mami nya.


"Ada apa sebenarnya dengan kalian? Sky tidak mengenal om ini, tapi dia mengenal suamiku. Apa yang kalian semua bicarakan Sky tidak mengerti." Arystan dan Carel hanya menyimak, karena mereka juga tidak mengerti dengan kejadian ini.

__ADS_1


"Apa kamu tahu siapa yang menyebabkan orang tua Genta dan adiknya meninggal? Kamu juga mengalami trauma dengan kejadian itu, sampai sekarang mami dan papi menutupi nya itu karena tidak mau Genta memiliki dendam yang besar seperti mami dan papi. Sekarang kalian harus tahu jika laki-laki di hadapan kalian ini seorang penjahat."


"APA?"


"WHAT?"


"No, Fera. Semua memang aku dalangnya, tapi ini salah paham dan aku menyesali nya."


"Ternyata selama ini kau dalang nya? Kakak beradik yang sangat cocok menghabisi keluarga ku dan mengambil kasih sayang papa."


"Genta," seru mereka melihat Genta datang dengan wajah dan tangan penuh lebam. Blue menghampiri suaminya, ia berkaca-kaca melihat suaminya mengetahui kenyataan ini dengan keadaan yang memilukan.


"Gue gak apa." Jawabnya tersenyum pada Blue, ia tahu istrinya mengkhawatirkan dirinya walaupun belum sempat bertanya.


"Om minta maaf, tapi ini semua benar-benar salah paham dan diluar dugaan." Gerald masih terus membela diri mengakui dirinya tidak bersalah.


"Om? Sejak kapan Genta memiliki om seperti anda. Jangankan om dari ibu tiri, semisal dari ibu asli pun Genta tidak akan mengakui anda sebagai om. Kelakuan anda sangat tidak pantas disebut manusia, membunuh seseorang demi kebahagiaan adiknya, anda juga tidak tahu seberapa butuh dan hancurnya seorang anak ditinggalkan ibu dan adik nya untuk selama-lamanya." Nafas Genta memburu dengan semburat wajah memerah.


"Maaf." Lirih nya sendu, percuma menjelaskan jika tidak ada yang mau mendengar nya pikir Gerald.


"Apa sebaiknya kita juga mendengar dulu alasan dari om itu? Sky tidak membenarkan membunuh seseorang itu baik tapi mungkin kita bisa lebih paham lagi jika sudah mendengar apa yang akan di jelaskan." Blue berkata dengan nada pelan, karena melihat wajah orang-orang di dekatnya terlihat marah.


"Lo mendukung dia? Dia sudah bunuh ibu dan Geandra, Sky. Apa yang lo pikir sekarang dari penjelasan dia itu akan benar, bukan mengada-ada? Gue tetap tidak akan percaya."


"Oke, sekarang lo bicara dulu sepuasnya apa yang lo ingin katakan. Maki atau apapun yang membuat lo lega dulu, setelah itu beri kesempatan untuk om itu menjelaskan." Blue dan Genta saling menatap, tatapan yang membuat Blue menciut namun ia juga harus mendengar dari Gerald.


"Sky," Arystan takut jika Genta sampai bertindak kasar dengan adiknya, karena ketika Genta emosi seperti itu bisa jadi semua orang atau barang di dekatnya hancur. Namun selama bersama Blue, Genta selalu mampu untuk menahan emosional pada dirinya.


"Baiklah." Jawab Genta membuat Blue tersenyum, sedangkan Carel dan Arystan saling pandang. Teman yang kadang sesuka hati itu dengan tampilan urakan memang sangat tidak cocok dengan profesi nya yang sebagai dokter.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2