
Blue sudah selesai ujian sekolah, ia hanya di depan tv dalam kamar nya dan di depan tv ruang keluarga lantai dasar. Sama dengan Carel yang juga selesai sidang, mereka berdua duduk rebahan seperti orang yang sedang pacaran.
"Kak Carel gak ke kantor?" Tanya nya bersender di bahu Carel.
"Kakak butuh liburan Sky, baru juga selesai sidang malah harus kerja lagi." Jawabnya mengelus rambut Blue.
"Besok atau lusa kita rencanakan healing berdua, tapi jangan bilang sama siapa-siapa."
"oke deal." Carel menyetujui ajakan adiknya untuk healing
"Kamu kapan nikah?" Tanya nya membuat Blue mengangkat kepalanya menatap Carel.
"Maksud kakak kalau kamu terima, jangan marah dong." Carel takut adiknya marah dengannya.
Blue menggelengkan kepalanya, "Sky bingung, tapi sebenarnya Sky ingin sekali menolak. Karena Sky tidak menyukai Genta, yang jadi masalah sekarang Aaron selalu ganggu. Jadi Sky bilang aja mau nikah dan tunggu undangan akan segera dikirim ke Aaron."
"Kamu diapain sama dia? Apa Aaron macam-macam sama kamu?" Tanya nya khawatir dengan suara nyaring.
Blue menutup mulut kakaknya, "Hussst, jangan nyaring-nyaring kak, Sky gak apa. Justru mereka yang kalah, karena Sky hajar mereka."
"Oke, tapi kalau sampai dia macam-macam lagi sama kamu, bilang sama kakak." Ucap Carel berbisik dengan Blue.
Arystan dan Genta ke ruang tv menghampiri Carel dan Blue yang sedang berbisik senyum-senyum.
__ADS_1
"Kalian ngapain bisik-bisik gitu?" Tanya Arystan yang langsung duduk bersama Genta.
"Kita lagi mesra-mesraan ya, sayang?" Ucap Carel langsung di angguki oleh Blue.
"Sky mau ke kamar kak, udah ngantuk." Blue terlihat masih jutek dan tidak suka dengan Genta, padahal dirinya hanya malu telah mengakui Genta sebagai pacarnya.
"Tunggu dulu Sky, kak Arys juga baru duduk." Arystan menahan tangan Blue agar tetap duduk.
Blue dan Genta merasa canggung dengan Arystan dan Carel, tidak ada yang mau membuka topik pembicaraan.
"Kenapa suasana nya jadi canggung begini sih, gimana tadi disekolah Sky, kamu lihat banyak cewek cantik 'kan gen?" Tanya Carel pada Genta.
Blue semakin salah tingkah mengingat dirinya mengakui bahwa Genta adalah pacarnya.
"Kalian aman kan? Sudah pasti lulus dong." Arystan yakin adik-adik nya lulus.
"Sky berharap gak lulus," ucapnya membuat tiga laki-laki itu menatap nya bingung, ternyata ada orang yang tidak ingin lulus dari sekolah seperti Blue.
"Aneh." Lirih Genta tersenyum, ia yakin Blue tidak ingin lulus karena harus menikah dengannya. Tapi disamping itu karena Blue sudah mengatakan pada Aaron, kalau ia akan segera menikah setelah lulus dan secepatnya memberikan undangan nya.
"Kamu mau di sekolah terus? Bukannya orang pada mau cepat lulus?" Arystan tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya.
"Tapi aku yakin kamu lulus, Sky." Carel juga menimpali, namun tiba-tiba Blue beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Genta memperhatikan Blue yang berjalan masuk kamarnya.
"Dia kenapa rel? Lo apain Sky?" Tanya Arystan.
"Lo nanya apa nuduh gue? Lagian gue apain Sky, dari tadi sama gue senderan santai aja, setelah ada kalian aja dia canggung."
"Jangan sok lebih dekat dari gue."
"Emang." Jawab Carel menjulurkan lidahnya.
"Anjing lo bangsat."
"Tai lo babi." Balas Carel tak mau kalah dan langsung masuk kedalam kamarnya.
"Miris sekali babi dan anjing disini."
"Diam lo!" Arystan bersender menghela nafasnya, sedangkan Genta sedang menertawakan kakak beradik di rumah itu.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...