
Carel dan Arystan pulang ke rumahnya, mereka mencari mami nya ke tempat latihan.
"Mami, dimana Sky?"
"Keluar kalian! Mami sedang sibuk. Mami juga bilang jangan tanya dulu dimana Sky."
"Bukannya mami bisa menjawab walaupun mami sedang melatih."
"Bisa, tapi kali ini tidak ada jawaban untuk pertanyaan kalian."
"Kenapa mi? Kenapa kita tidak boleh tahu Sky dimana?"
"Tanya pada papi, biar kalian lebih tahu. Marah sama papi kalau kalian berani. Keluar!"
Carel dan Arystan keluar, tidak ada jawaban dari mami nya. Tidak mungkin mereka bertanya juga pada papi nya, yang ada mereka akan dimarahi.
"Rel, menurut lo. Sky sekarang dimana ya?" Tanya Arystan.
"Kalau gue tahu, gue gak bakal nanya sama mami kak. Lo pikir gue peramal?"
"Hanya di suruh kira-kira, bukan bilang lo tahu."
"Gue mau mandi, biar segar badan gue."
__ADS_1
...******...
Makan malam mereka hanya berempat, karena Blue tidak makan bersama mereka.
"Mau makan apa rel?" Tanya papi nya karena Carel di dekatnya.
"Nasi ayam daging kentang sambal." Papi Edward langsung mengambil kan, dan Arystan juga di ambil kan oleh mami nya. Mereka tidak ada bertanya dimana Blue sekarang.
"Makan yang banyak kalian, jangan makan sedikit-sedikit biar kuat."
"Iya pi."
Makan tanpa mengobrol lagi, mereka langsung makan makanan yang sudah di ambilkan oleh orang tua nya.
Setelah makan mereka langsung menonton tv, tidak ada percakapan tentang Blue. Arystan dan Carel juga tidak mau bertanya, mereka takut jika bertanya pada papi nya.
"Gimana kuliah kamu rel? Apa sudah hampir selesai?"
"Iya pi, sudah nyusun tinggal sebentar lagi Carel selesai."
"Baguslah jika begitu, jika cepat selesai kamu cepat mengurus kantor."
"Carel tidak suka di kantor Pi, Carel suka musik." Carel sudah banyak berlatih tentang musik, ia memang tidak tertarik dengan pekerjaan kantoran.
__ADS_1
"Kamu kan belum mencobanya, dicoba dulu baru mengatakan tidak suka. Papi tidak melarang kalau kamu mau main musik sambil kerja di kantor."
"Arystan aja dulu tidak mau di kantor, tapi sekarang dia buktinya enjoy dengan pekerjaannya."
"Mami juga setuju dengan papi, kalau bukan kalian yang melanjutkan siapa lagi?"
"Sky juga ada Pi, bukan cuma kita."
"Sky beda, dia nanti mau apa terserah karena dia wanita. Dia juga belum kuliah."
"Terserah kalian, nanti Carel akan mencobanya setelah selesai kuliah." Ucap Carel karena tidak mau membantah ucapan papi dan mami nya.
"Bagus, semua memang butuh mencoba dan proses yang berjalan. Kalau kamu tidak mencoba tidak akan pernah tahu mau suka atau tidak."
"Iya Pi, Carel tahu kalau sebelum mencoba kita gak bakal tahu. Tapi jika hobi misalnya di paksakan untuk hobi lain sedikit sulit dilakukan." Hobi tidak bisa untuk dipaksa, kalau kita tidak menyukai yang lain tapi di haruskan menyukai nya.
"Papi percaya, dan papi tidak akan memaksa jika nantinya kamu tidak menyukai kerja di kantor. Tapi pesan papi coba saja dulu karena hanya kalian harapan papi dan mami."
Carel hanya bisa melirik kakak nya sambil menghela nafas ringan, ia tidak tahu lagi harus menolak nya dengan cara apa.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...