Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Pernikahan Magenta & Blue


__ADS_3

Pernikahan Blue dan Genta sudah tiba, dengan perasaan yang biasa saja mereka tersenyum pada semua tamu. Namun banyak orang yang ingin melihat Blue, karena saat ini wajah wanita itu di tutupi masker. Pihak keluarga juga menyetujui keinginan dari Blue untuk memakai masker demi keamanan nya juga. Papi Edward termasuk orang paling di kenal dengan perusahaan yang sudah ada cabang, dan memiliki rumah sakit besar. Apalagi anak-anak nya sudah pasti mereka mencari tahu, terutama Blue yang sangat tertutup. Berbeda dengan kedua kakaknya yang memang menggunakan sosial media memperlihatkan penampilan dan juga wajahnya, sementara Blue tidak pernah memperlihatkan wajahnya.





Akad dan resepsi nya mengenakan baju yang berbeda.


"Baju lo terlalu seksi Sky, minta kain sama orang untuk menutupi bagian dada nya." Genta tidak menyukai model baju yang di pakai Blue.


"Jadi lo udah mengakui kalau gue seksi?"


"Gue bilang baju nya, dan itu malah menampilkan bagian yang seharusnya lo tutup. Gue sebagai suami lo melarang keras berpakaian terbuka seperti ini." Genta dengan nada serius sedikit berbisik pada Blue, ia memang tidak menyukai baju pengantin Blue.


"Minta sama siapa? Pakai apa? Biarin aja lah gen, orang juga gak tahu kalau itu gue."


"Allah yang tahu segalanya, dan itu juga akan tercatat pada gue. Karena istri dari Genta melakukan dosa, lo tahu dosa istri itu di tanggung oleh suami." Blue memutar bola matanya malas, ia meminta syal pada mami Fera untuk menutupi bagian dada nya.


"Setelah semuanya selesai, kalian langsung ke hotel yang sudah kami sediakan." Orang tua Blue dan Genta menyuruh pengantin baru itu ke hotel, ibu tiri Genta juga mengikuti papa Angga ke acara anaknya.


"Tapi Pi, Sky mau pulang aja. Kita juga tinggal di rumah yang sama, kenapa harus ke hotel? Sky lebih nyaman di rumah." Genta juga ikut mengangguk mengikuti Blue, ia dimana saja, lagipula mereka tidak tidur bersama pikirnya.


"Tapi, kalian harus tidur di kamar yang sama. Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, jangan hanya tinggal serumah tapi pisah ranjang." Mami Fera ingin anaknya itu langsung tidur bersama.

__ADS_1


"Genta punya kamar sendiri, mi? Ngapain harus tidur bareng Sky?" Ucapnya yang sudah pasti membuat orang di dekatnya ingin sekali memarahi nya.


"Iya, Genta bisa tidur sendiri kok mi." Jawabnya sedikit memperlihatkan kesedihan di wajahnya sambil tersenyum tipis.


"No, mami tidak izinkan. Kalian sudah menikah dan harus tidur di kamar yang sama." Blue melirik Genta, ia sedikit kesal karena Genta seperti nya memang ingin tidur dengan nya.


"Baiklah, tapi karena Sky dan Genta butuh ketenangan malam ini. Kita ke apartemen kamu aja, ya?" Blue mengedipkan sebelah matanya.


"Lebih dekat ke rumah kamu, besok baru ke apartemen kalau mau nginep disana." Genta memperlihatkan wajah lelahnya.


"Ayo lah, gen! Setelah acara ini selesai kita ke apartemen kamu aja ya?" Blue sampai memohon sambil memegang tangan Genta.


Keluarga nya melihat Blue seperti seseorang yang manja dan lebih tepatnya kebelet.


Arystan dan Carel menyuruh Genta untuk membujuk Blue, namun Genta hanya menggelengkan kepalanya tidak mau.


Masih banyak tamu yang datang, dari kantor dan juga rumah sakit. Namun Blue merengek pada orang tua dan mertua nya agar dirinya dan Genta diizinkan pulang, karena selalu seperti itu akhirnya mereka mengizinkan.


"Lo 'kan gak suka sama gue, jadi gue membantu agar kita bisa tidur terpisah, yaitu di apartemen lo. Tapi lo malah milih di rumah yang jelas-jelas banyak orang dan kita harus tidur sekamar." Ucap Blue saat sudah di dalam mobil menuju rumah nya.


"Lo harus nya mikir, di apartemen gue hanya ada satu kamar. Kita juga akan tidur seranjang, apa salahnya juga kita sudah sah secara hukum dan agama." Jawab Genta sambil melajukan mobilnya.


"Maksud gue lebih aman gitu, jadi tinggal lo tidur di sofa."


"Gampang banget lo ngomong, gue harus tidur di sofa. Gue ini suami lo, Sky. Kalaupun tidur seranjang gue gak akan ngapa-ngapain lo, kalau lo gak mau gue juga gak bakal maksa." Blue melirik Genta yang sedang menyetir.

__ADS_1


"Baiklah, kita tidur seranjang." Ucapnya membuat Genta melirik sebentar dan kembali fokus menatap ke depan.


Sampai di rumah nya mereka langsung masuk ke kamar masing-masing, untuk membersihkan diri. Disana masih banyak art dan juga petugas yang berjaga, mereka semua menyambut kedatangan pengantin baru itu. Genta dan Blue berterima kasih karena mereka rela menunggu untuk menyambut nya.


Setelah selesai mandi, Genta mengetuk pintu kamar Blue untuk ia tidur disana. Blue memang sengaja setelah mandi tidak mengunci pintunya, Genta langsung masuk menghampiri Blue yang sedang berada di hadapan laptop nya.


"Lo ngapain lagi? Ini sudah malam sudah waktunya istirahat." Genta duduk di depan Blue.


"Lo ngapain di depan gue, pergi sana tidur."



"Gue bakal nungguin lo, yang lain nginep di hotel sekarang. Sudah jam sebelas, terus lo mau tidur jam berapa?"


"Gue diterima di universitas yang gue pengen disini, jadi gue lihat lagi kampus nya itu seperti apa." Genta menutup laptop Blue, ia meletakkan di meja belajar Blue. Lalu menyuruh Blue berbaring di tempat tidur nya. Genta memberi jarak dan meletakkan bantal guling di tengah, agar tidak sampai bersentuhan kalau bisa.


"Selamat tidur, Sky." Blue hanya menatap nya lalu memejamkan matanya, diikuti oleh Genta yang membelakangi nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2