
Pagi hari mereka sudah siap untuk berangkat beraktivitas seperti biasa, karena Carel sambil menyiapkan skripsi, ia sekarang ikut Arystan ke kantor.
"Kamu ikut kakak kamu aja Sky, kalau mau berangkat sekolah." Ucap papi Edward ingin anaknya aman sampai ke sekolah.
"Sky jalan kaki aja Pi, lagian gak bakal telat juga dekat dari sini." Jawabnya sambil memakan roti.
"Yaudah kakak kamu kawal sampai sekolah."
"Sky gak mau pakai kendaraan, dan gak mau di antar ataupun di kawal Pi." Karena saat di bonceng Valencia saja, Blue masih gemetaran dan sedikit takut. Namun Blue sempat memakai motor besar.
"Kenapa tidak mau? Bukannya kamu juga sudah pernah belajar motor besar? Motor dan mobil kamu masih ada di garasi, tidak pernah kamu pakai."
"Bisa untuk Sky saat kuliah nanti, atau untuk anak Sky." Jawabnya menghabiskan roti di tangannya.
"Sampai kapan kamu akan seperti itu? Kamu saja memilih untuk kuliah di luar negeri, supaya tidak perlu memakai kendaraan 'kan?" Mami Fera tahu alasan Blue mau kuliah di luar negeri, agar tidak perlu lagi menggunakan kendaraan ke kampus.
Blue terdiam, karena yang di katakan mami nya benar. Ia tidak mau menggunakan kendaraan, padahal Blue bisa memilih jika dirinya ingin memakai kendaraan apapun.
"Kalau gitu, Sky akan kuliah disini." Membuat semuanya tersenyum, namun mengerti pasti ada syarat dari Blue. Genta hanya memperhatikan dan mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
"Perlu syarat?" Tanya papi Edward yang mengerti.
Blue mengulum senyum nya, "menikah."
Semua orang syok mendengar jawaban dari Blue, yang mengatakan bahwa syarat nya adalah menikah.
"Kamu masih kecil, bagaimana bisa kamu sudah berpikir akan menikah?" Tanya mami Fera. Ia lupa jika ke indonesia telah menikah dengan papi Edward saat kuliah.
"Mami lupa, kalau mami dan papi saat kuliah sudah menikah? Kalian sendiri yang cerita, dan sekarang Sky yang akan mengikuti jejak kalian." Balasnya membuat mami Fera dan yang lainnya terdiam. Apa mungkin anak nya yang baru akan lulus sekolah, dan akan melanjutkan kuliah akan menikah.
"Sky akan telat kalau terus mengobrol, seperti tidak ada waktu lain. Nanti malam kita obrolin lagi, Sky berangkat sekolah dulu." Blue beranjak dari kursi nya, dan memang tidak ada jawaban dari keluarganya.
Blue menoleh, sambil memutar bola matanya malas.
"Assalamu'alaikum," ucap Blue dan melangkah cepat keluar rumahnya.
"Wa'alaikum salam." Jawab semuanya.
"Papi sudah ada calon untuk Sky, jika dia menginginkan syarat yang diinginkan nya adalah menikah." Semuanya menatap ke arah papi Edward yang sedang tersenyum.
__ADS_1
"Siapa calonnya Pi? Jangan sembarangan deh, dia belum kuliah Pi." Mami Fera tidak setuju dengan keputusan suaminya.
"Bagi papi adalah apa yang di inginkan Sky harus terwujud, apalagi menikah dengan calon yang papi pilih."
"Kalau gitu, papi harus bersaing dengan Carel. Karena Carel juga ada calon terbaik untuk Sky." Carel tidak mau kalah dari papi nya, kalau dirinya juga punya calon terbaik untuk adiknya.
"Jangan bilang, yang Carel maksud itu gue." Batin Genta.
"Jangan bilang, yang Carel maksud itu Genta." Batin Arystan bersamaan dengan Genta. Mereka berpikir seperti itu, karena Carel tadi ada calon terbaik untuk Genta. Bisa jadi ini jawabannya.
"Kita lihat saja, pilihan siapa yang terbaik dan yang akan Sky pilih." Papi menyunggingkan senyum miring, ia tidak akan kalah dari Carel soal memilihkan pasangan untuk anak kesayangan nya. Carel juga seperti itu, tidak akan sembarangan memilihkan calon untuk adiknya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1