Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Membohongi staff


__ADS_3

Blue memilih makanan di kantin, ia memesan lumayan banyak. Blue memulai melahapnya tanpa peduli dengan orang yang menatap nya.


Mungkin mereka banyak yang bertanya-tanya kenapa anak remaja di kantin kantor. Namun Blue tetap bodo amat dengan sekitar.


Setelah selesai makan, Blue ingin menemui kakak nya. Blue berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas, karena ruangan kakak nya berada di atas.


"Eh, maaf dek ini khusus untuk staff tertentu di kantor ini, di bagian atas. Jadi tidak boleh pakai lift ini."


"Saya mau ke lantai atas." Jawab Blue santai bersedekap.


"Nah itu, di lantai atas hanya ada ruangan pemilik kantor, sekretaris dan beberapa staff tinggi lainnya."


"Kalau saya pemilik kantor ini, percaya?" Tanya Blue pada orang itu yang langsung meneliti pakaian Blue.


Memang dari pakaian yang di kenakan Blue, memungkinkan jika dirinya seorang bos. Namun dari usianya tidak meyakinkan, bahwa Blue seorang pemilik perusahaan.


"Saya bercanda, jangan serius gitu dong." Ucap Blue tersenyum.


"Tapi kamu tidak boleh memakai lift ini."


"Siapa yang melarang itu? Arystan? Pak Edward? Atau mas nya sendiri? Tolong jangan menghalangi pintu lift, supaya saya bisa cepat sampai diatas." Ucap Blue pada staff kantor itu. Orang itu tidak lagi menghalangi, ia masuk dan berdiri di sebelah Blue.


"Mas nya ini mau kemana?" Tanya Blue yang menurut staff itu tidak tahu malu, harusnya dia yang bertanya seperti itu pada anak remaja seperti Blue.

__ADS_1


"Saya mau ke ruangan pak Arystan, ada berkas yang harus di tandatangani beliau." Jawabnya dibalas anggukan kepala sambil tersenyum oleh Blue.


Staff itu terus melirik Blue, yang di lirik hanya lurus saja tatapannya. Blue peka saat orang itu melirik padanya.


Ting.


Pintu lift sudah terbuka, Blue lebih dulu melangkah kan kakinya keluar. Namun yang jadi pertanyaan lagi, Blue menuju ruangan Arystan.


"Kamu mau kemana? Disitu ruangan pak Arystan." Ucap nya staff tadi memberitahukan kalau disana ruangan Arystan.


"Saya tahu, dan saya memang ingin menemui Arystan."


"Tapi, apa kamu sudah buat janji? Soalnya pak Arystan sibuk."


"Tapi kamu ada perlu apa menemui pak Arystan?" Staff itu masih penasaran ada anak remaja akan menemui pak Arystan, apa Blue sugar baby?


"Ngapel, kepo banget privasi saya terbongkar deh." Jawab Blue mengerucutkan bibirnya.


"Biar saya yang lebih dulu masuk." Orang itu berjalan lebih dulu, dan mengetuk pintu Arystan untuk masuk.


"Masuk!"


"Permisi pak, saya mau meminta bapak menandatangani berkas ini." Arystan sibuk memeriksa berkas yang lain.

__ADS_1


"Tapi pak-


"Apa lagi?" Tanya Arystan mendongak.


"Itu ada wanita mau menemui bapak." Staff itu menunjuk Blue. Blue dengan kepura-puraan nya menghampiri Arystan.


"Sayang, kamu sibuk banget yah? Aku datang" ucapnya membuat staff itu menunduk, karena ternyata gadis itu pacar dari atasan nya. Blue langsung memeluk Arystan.


"Kamu boleh pergi, nanti kamu ambil kalau saya sudah selesai menandatangani berkasnya."


"Baik pak, permisi." Arystan hanya mengangguk.


Blue tertawa setelah orang itu keluar, ia senang mengerjai orang.


"Pacarmu terlalu kekanakan rys." Ucap seseorang dari arah kursi, membuat Blue menoleh. Blue bahkan tidak sadar jika ada orang sedang duduk di sana.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2