
Blue sudah pulang dari tempat latihan nya, ia berjalan kaki seperti biasanya. Ketika sampai dirumahnya ia melihat ada motor Genta ada di rumahnya.
"Kamu baru pulang Sky?" Tanya mami Fera, disana sudah ada Carel dan Arystan juga.
"Baru selesai les mi, Sky naik dulu capek." Genta hanya tersenyum smirk mendengar ucapan Blue.
Blue melirik Genta yang seperti tidak mempercayai ucapan nya.
"Apa lo?" Tanya Blue pada Genta.
"Apaan? Gue dari tadi duduk aja gak ngapa-ngapain." Carel dan Arystan melirik Genta, memang biasa saja. Tapi bisa jadi meledek Blue tanpa sepengetahuan mereka.
"Lo ngeledek gue 'kan?" Blue tidak suka Genta menatap dirinya seperti itu.
"Gue cuma gak percaya jam les hampir sama dengan jam sekolah, pulang sudah sore." Genta tersenyum tidak percaya sama sekali dengan ucapan Blue, mana ada jam les nya sampai berjam-jam.
"Tempat les nya beda, karena hampir ujian dan harus lebih lama." Blue mencoba untuk ngeles dari Genta, karena disana juga ada mami nya.
"Mami juga bingung, les nya sering seperti itu. Tapi kadang hari libur juga les, dan hari biasa libur." Mami Fera bingung dengan tempat les Blue.
"Gimana kalau kamu les di rumah saja? Lebih santai dan enak guru les nya yang kesini." Sambung mami Fera membuat Blue melototkan matanya, namun langsung tersenyum sambil mendekat ke arah Genta.
"Mami, Sky sudah cocok di tempat les ini."
"Pufffhhh," Genta menutup mulutnya menahan tawa.
__ADS_1
Blue melirik Genta, ia kesal lalu menginjak kaki Genta dengan kuat.
"Arghhh, kenapa lo injak kaki gue?" Tanya Genta sambil meringis memegang kakinya.
"Sky, kenapa kamu gak sopan sama tamu. Minta maaf sama Genta!" Mami Fera tidak suka melihat anaknya tidak sopan pada tamu, apalagi Genta sudah dianggap anak olehnya.
"Sky gak mau mi." Blue langsung pergi meninggalkan mereka, berlari menaiki tangga.
"Sky," panggil mami Fera dan juga kakaknya.
"Genta gak apa kok tante, cuma di injak dikit aja." Ucapnya tersenyum pada mami Fera, menunjukkan bahwa dirinya tidak apa dengan Blue yang menginjak kakinya.
"Kuat banget dia nginjak gue, anak setan." Batinnya memaki Blue, karena kakinya terasa sakit oleh injakan kaki wanita yang dirinya sebut anak setan.
"Gue gak pa-pa."
...******...
Genta turun untuk mengambil sesuatu di kulkas, saat ke dapur ia melihat Blue disana.
"Senang lo nginjak kaki gue?" Tanya Genta sambil menuju kulkas.
Blue hanya melirik saja tanpa memperdulikan bahwa Genta berbicara padanya.
"Kenapa selalu memakai baju yang besar, tapi bawahan minim? Apa takut ketahuan?" Genta mencari sesuatu di kulkas sambil berbicara.
__ADS_1
"Apa maksud lo?" Tanya Blue, karena yang di takutkan dirinya hanya diketahui oleh papi dan mami nya.
"Tidak ada maksud apa-apa, maksud gue mungkin lo takut ketahuan badan kecil selama ini yang lo tutupi di bagian atas." Ucap Genta sudah memegang minuman yang ia pilih dari dalam kulkas.
"Badan kecil, mata lo buta? Gak lihat tubuh seksi gue?" Ucap Blue sambil memegang pinggang nya.
"Seksi dari mana? Badan kecil tubuh kurus dan biasa aja seperti itu yang lo bilang seksi?" Genta meledek tubuh Blue yang sudah ideal, sebenarnya tidak dipungkiri jika tubuh wanita di hadapannya seksi dan ideal. Namun Genta tidak mau mengatakan itu.
"Awas lo naksir sama gue, kalau jodoh lo ternyata gue gimana? Masih berani lo berkata seperti itu? Tapi amit-amit, semoga jodoh gue bukan lo yang gak bisa menghargai tubuh ideal orang." Blue sendiri yang bertanya, dia juga yang merasa geli dan tidak terima jika berjodoh dengan Genta.
"Lucu lo, gue aja belum tentu mau jadi jodoh lo. Lagipula kalaupun jodoh gue tubuhnya kek lo begini bentukannya, akan gue rawat biar seperti gitar spanyol." Tangan Genta di lambaikan membentuk tubuh seksi atau gitar spanyol.
"Makan tuh gitar spanyol, gue doain istri lo nanti sabar punya suami bentukannya juga begini aja, tapi berharap sangat tinggi." Blue keluar dari dapur akan kembali ke kamarnya.
"Malah marah, gue cuma bercanda kali. Aamiin istri gue nanti sabar, baik hati dan tidak sombong juga boros menabung." Ucapnya tersenyum.
"Lah, kok boros? Maksud gue rajin menabung, goblok gue. Tapi boros menabung juga benar, kan gue gak bilang boros belanja." Genta malah bingung sendiri dengan ucapan nya sendiri, lalu keluar dari dapur dan menaiki tangga menuju kamar Arystan.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1