
Arystan, Carel dan Valen sudah sampai di apartemen Genta. Mereka langsung dibukakan pintu oleh Genta, karena ia membujuk istrinya yang ada di dalam tak kunjung membuka pintu.
"Cepat len, lo bujuk Sky. Gue takut terjadi apa-apa sama dia dan calon bayinya." Genta terlihat sangat khawatir menyuruh Valencia untuk segera membujuk Blue.
"Gue bukan siapa-siapa nya gen, suaminya itu lo harusnya bisa dong bujuk Sky."
"Lemah banget jadi cowok, awas aja terjadi sesuatu sama adek gue." Arystan dan Carel mengetuk pintu kamar nya agar adiknya keluar.
"Sky, buka pintunya yuk kita udah bawain jajan buat kamu nih." Arystan dan Carel tidak mempan membujuk adiknya, Genta menatap kesal dengan mereka apalagi pada Valencia yang hanya diam saja.
"Lo bisu? Gue nyuruh lo buat bujuk Sky, kenapa cuma diam aja."
"Minta tolong bukannya mohon malah maki, anjing lo, gen." Valencia ikut kesal dengan mereka yang ada disana, lalu mendorong Arystan dan Carel agar menyingkir.
"Sky, kakak datang nih! Yakin gak mau ketemu sama aku? Kakak pulang deh kalau kamu gak mau keluar."
"Malah makin digituin bego lo, makin gak keluar anjing." Dari tadi Genta hanya mampu mengumpat dan mengeluarkan kata-kata mutiara miliknya.
"Lo apanya anjing? Babi? Gak ada bedanya gue lihat." Genta kembali ingin mengeluarkan kata baiknya untuk membalas ucapan Valencia, namun suara pintu kamarnya terbuka dan Blue keluar dari dalam. Pakaian tidur dengan celana pendek dan baju yang juga seperti tank top, membuat Genta ingin sekali mengusir semua teman-teman nya.
"Kak Valen," Blue langsung memeluk Valencia, lalu mengajaknya untuk ke ruang tamu.
"Gue suaminya dilewati anjir."
"Kita kakaknya serasa jadi tembok, kek cuma Valen yang dia lihat." Akhirnya mereka mengikuti ke ruang tamu, melihat Blue sudah memakan jajanan yang dibawakan oleh kedua kakaknya dan Valencia.
"Sky, lo gak nawarin gue juga? Gue belum makan lo." Genta ingin juga makan yang dibawain temannya.
"Siapa? Oh iya mantan nya Bella." Namun Blue masih memberikan pada Genta.
"Udah Sky, gue minta maaf, jangan dibahas lagi!" Genta ingin sekali menjadi dukun yang bisa membuat Blue menghilangkan ingatan tentang Bella.
"Kak Valen ngantuk gak? Tidur yuk di kamar."
"Sky tidur sama Genta aja ya, gak baik tahu marah lama-lama sama suami. Kakak pulang sama mereka." Nunjuk Arystan dan Carel.
"Sky kira kakak sayang dan anggap Sky sebagai adik, ternyata Sky salah berpikir gitu. Pulang aja, Sky tidur sendiri." Valencia dapat tatapan tajam dari Genta dan kedua kakak Blue.
"Kakak cuma bercanda, ayo kita langsung tidur." Blue tersenyum dan mengajak Valencia masuk.
"Sky, gue mau tidur sama lo, gue yakin anak gue mau dipeluk bapaknya 'kan?"
"Bapaknya meluk Bella aja katanya, anaknya lagi mau sama kakak ipar."
"Bukan, tai lo."
"Apa sih kak, sewot amat cocok tau sama kakak aku."
"Sampai kapan Bella terus yang lo sebut, Sky?"
"Basi, Until I get bored and don't remember your ex anymore. Beda sama lo, Until whenever will not forget." Blue malas berdebat dan masuk mengajak Valencia.
"Untung bini gue dan lagi hamil, coba kalo kagak."
"Mau lo apain adek gue? Berani lo nyakitin Sky, akan berhadapan dengan keluarga besar di rumah gue." Keluarga besar mereka beserta bodyguard yang akan menghajar Genta jika sampai membuat Blue terluka.
"Kalau bukan dan untungnya bini gue, elah sensi amat. Jangan bikin gue makin kesel dong, Sky lagi gak mau ngomong sama gue." Genta duduk lalu mengambil remote tv untuk menonton berita.
"Kita cuma gak mau adek kita kenapa-kenapa, lo juga yang salah gak bisa jagain sampai buat Sky marah."
__ADS_1
"Gue lagi yang salah bangsat, Bella yang selalu datangi Sky."
Di dalam berita tersebut banyak sekali orang tewas karena begal dan pembacokan dimana-mana. Arystan, Carel dan Genta langsung berhenti berdebat dan melihat berita yang sedang disiarkan.
"Lihat? Kalian malah biarin Sky keluar sendiri saat lagi hamil begini, gue yang lebih marah kalau kalian lakuin lagi. Karena bini dan anak gue bisa bahaya kalau itu sampai terjadi." Genta langsung mengambil selimut yang sudah di ambilkan Valencia dari dalam kamarnya.
"Lo tenang aja gen, semua itu tidak akan terjadi."
...******...
Pagi-pagi sekali Blue mengajak Valencia untuk cepat keluar dari apartemen, Valencia sudah tidak mau karena itu akan membuat Genta marah. Namun Blue memaksa karena alasan ada kelas.
"Woi bangun lo semua, malah molor mulu bikin sarapan kek karena numpang di apartemen gue." Genta membangunkan teman-teman nya, ia mengetuk pintu kamar Blue agar bangun karena memang jadwal kelas pagi.
"Sky, bangun yuk udah pagi nanti kamu telat ke kampus." Tidak ada sahutan dari dalam kamar, Genta mengetuk pintu kamar nya, baru sekali mengetuk sudah terbuka.
"Ajaib banget gue langsung dibukain pintu." Genta masuk ke dalam kamarnya dengan pelan.
"Sky, Valen, loh kosong? Apa sudah ke dapur ya, perasaan gak ada orang di dapur." Genta langsung kembali keluar setelah mengecek kamar mandi tidak ada istrinya.
"Lo berdua ngapain molor lagi? BANGUN!!!"
Arystan dan Carel cepat duduk dari tidur nya.
"Lo apaan sih gen, gak ada sopan-sopan nya sama kakak ipar sendiri. Untung udah nikah sama adek gue, kalau masih pacaran udah gue blacklist dari calon adik ipar." Genta mencari Blue di dapur juga tidak ada istrinya disana.
"SKY HILANG...!!!"
Arystan dan Carel berlari saat mendengar teriakan Genta.
"Lo jangan bercanda gen, mana mungkin Sky hilang orang tadi malam tidur sama Valen di kamar lo."
"Gak bisa dihubungi, gue harus hubungi Valen." Arystan dengan cepat menghubungi Valencia, dan segera diangkat oleh sekretaris nya itu.
"Len, lo dimana? Kenapa gak ada di apartemen Genta? Sky sama lo atau gak?"
"Anjing kalau nanya satu-satu." Ucap Carel.
"Gue juga masih ngantuk rys, Sky ngajak gue cepat berangkat karena dia ada kelas pagi. Tapi gue gak tau lagi karena tadi gue sama Sky pakai ojol sendiri-sendiri."
"Kenapa gak lo temenin dia sampai kampus sih len, gue gak habis pikir sama lo kenapa biarin Sky pakai ojol."
"Sky bilang bisa, gue minta maaf karena gak antar dia tapi ojol nya masih muda kok ganteng juga tadi dua-duanya."
"Apa maksud lo? Mau bilang kalau kalian beruntung? Orang ojol nya juga bekas mbak-mbak cakep."
"Serah lo dah, kalau ada kabar dari Sky kabari gue." Mereka memutuskan sambungan telepon nya.
"Sial, Sky semarah itukah sama gue? Mau gue beri pelajaran si Bella, dia yang buat hubungan gue kembali renggang." Genta langsung masuk ke apartemen nya untuk mengambil kunci motor.
"Jangan gerasa-gerusu gitu gen, lo harus tenang. Mending kita cek keberadaan Sky ada di kampus atau gak." Akhirnya Genta mengiyakan yang dikatakan Arystan, ia akan menanyakan istrinya di kampus.
Mereka sampai di kampus dengan Genta yang mengendarai motor, Arystan dan Carel membawa mobil. Genta turun lebih dulu menghampiri security yang bertugas.
"Maaf pak, apa Blue Skyla masuk hari ini?"
"Mas siapanya yah? Mbak Sky tidak ada masuk mas, soalnya dari tadi saya gak kemana-mana."
"Saya suaminya, makasih ya pak." Genta langsung pergi untuk melacak ponsel yang dibawa Blue, sedangkan security itu bingung. Kalau memang Genta suaminya, kenapa tidak tahu keberadaan istrinya pikir nya.
__ADS_1
Ada pesan masuk di ponsel mereka bertiga, Arabella yang mengirim nya pada mereka.
"CEPAT DATANG!! SEBELUM WANITA TENGIL INI KITA HABISI, ATAU COCOK DI GILIR." Genta melototkan matanya, ia tidak menyangka Arabella bisa bertindak senekat itu.
"Anjing, mati lo semua." Genta mencoba menghubungi Arabella namun tidak di angkat nya.
"Sampai lo macam-macam atau menyentuh sehelai pun rambut istri gue, MATI LO SEMUA..!!" Arystan dan Carel juga ikut marah karena Arabella sebejat itu.
"Tapi lo tetap harus tenang, Sky akan baik-baik aja."
"Tenang lo bilang? Gue gak perlu kalian ajarin lagi, kalian gak bakal ngerti istri dan anak gue dalam bahaya. Kalau kalian gak mau ikut bebasin Sky, okay fine."
"Kita kesana bareng-bareng gen, lo gak lupa kalau kita kakak Sky 'kan?"
"Kita harus cepat susul Sky, gue benar-benar gak becus jadi suami. Cepat lo hubungi Valen juga, kita segera kesana!!! Gue gak mau terjadi sesuatu sama Sky dan anak gue." Setelah itu Genta melajukan motornya menuju ke tempat yang sudah di kirim lokasinya oleh Arabella. Arystan tak kalah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untungnya jalanan tidak begitu macet, sampai mereka tiba di gedung tinggi namun sedikit tua tak berpenghuni.
"Tunggu! Lo yakin ini lokasi yang tadi dikirim sama Bella?" Tanya Arystan.
"Apa lagi sih rys? Udah jelas-jelas ini lokasinya." Genta akan segera ke gedung itu, karena motornya sedikit jauh.
"Apa sih kak? Sky dalam bahaya." Carel seperti nya tidak sadar.
"Lo harus ingat, kita pernah kesini?" Genta melihat Carel yang sedang mengingat gedung tua itu.
"Ini gedung milik papi dan mami, tidak ada yang tau kecuali keluarga Sagara dan anak buahnya."
"Jadi maksud lo, Bella keluarga Sagara?" Tanya Genta tiba-tiba membuat Arystan ingin menggeplak kepala adik ipar nya itu.
"Maksud gue, ini milik keluarga Sagara. Jadi tidak mungkin Bella sendiri ke tempat ini. Atau ada seseorang yang membocorkan informasi tentang gedung milik keluarga Sagara."
"Tentu bukan gue kak."
"Apa lagi gue, gedung nya aja gue baru lihat."
"Mending kita masuk dan lihat di dalam, tapi kita harus tetap waspada." Arystan juga mulai menghubungi bodyguard nya, namun tidak diangkat. Carel juga begitu, sudah pasti hanya orang suruhan Genta yang datang untuk membantu atasannya.
Arystan dan Carel semakin terkejut, karena di dalam banyak bodyguard dan orang suruhan papanya untuk menjaga Blue dari jauh. Awalnya mereka mengendap-endap, tapi setelah semakin banyak orang yang mereka kenali, mereka berjalan biasa masuk.
"Jo, kenapa kamu disini?" Tanya Arystan sambil melihat orang suruhan orang tuanya membungkuk.
"Maaf tuan, kami tidak memberitahu anda lebih dulu. Silahkan masuk, kami sudah menunggu anda sejak tadi." Genta, Arystan dan Carel bingung dengan ucapan nya.
Genta berbisik, Carel juga ikut membisiki Arystan kalau mereka harus hati-hati, bisa saja ini jebakan.
"Jo, kamu sudah berapa tahun bekerja dengan papi?" Tanya Arystan.
"Sekitar empat belasan tahun tuan, saya bekerja dengan tuan besar, sejak anda masih sekolah SD."
"Apa kamu pernah mengkhianati papi saya?"
"Saya tidak berani untuk mengkhianati tuan besar tuan, saya seorang yang sangat setia pada tuan yang sudah membuat keluarga saya bertahan sampai sekarang."
Arystan melirik Genta dan Carel, ia langsung masuk ke dalam sambil tersenyum ramah melihat anak buah orang tuanya. Namun tetap berjaga-jaga ditakutkan sesuatu terjadi pada mereka.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...