Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Cara halus


__ADS_3

Lama mengobrol di luar setelah makan malam, mereka kembali ke kamar atas untuk beristirahat. Arystan dan Genta shalat dulu sebelum mengobrol di kamar. Carel juga ke kamar nya, entah akan shalat juga, atau hanya menghindar agar tidak diajak oleh kakak dan temannya.


Arystan dan Genta berdoa setelah mereka selesai melaksanakan shalat, meminta apa yang mereka harapkan.


Carel masuk bertepatan juga dengan Arystan dan Genta yang sudah selesai, Carel langsung duduk di kursi game kakaknya.


"Lo bosan gak sih gen, tinggal sendirian di apartemen?" Tanya Carel tiba-tiba.


"Namanya tinggal sendiri bosan lah, cuma karena memang gue gak ada siapa-siapa lagi jadi nyaman aja." Jawabnya tersenyum.


"Ngapain lo nanya Genta bosan apa gak? Lo mau tinggal sama Genta?" Tanya Arystan karena tiba-tiba adiknya bertanya seperti itu.


"Gue gak terima Carel di apartemen gue, gue yang irit bakalan boros kalau ada dia rys." Jawab nya bercanda.


"Yaelah, gue masih betah tinggal disini. Gue cuma mau tanya sama Genta. Apa gak ada niatan gitu mau nikah?" Tanyanya membuat Arystan dan Genta saling pandang, sambil mengernyitkan keningnya. Kenapa Carel bertanya seperti itu.


"Memangnya kenapa lo nanya gue, ada niatan mau nikah apa gak?"


"Kalau ada niatan mau nikah gue udah ada calon yang terbaik buat lo, sempurna menurut gue dan pas banget buat lo." Ucapnya tersenyum sambil memikirkan bagaimana jika Genta bersanding dengan wanita yang akan ia jodohkan.


"Lo jangan ngada-ngada ya rel. Cukup Arystan dan Valen yang cocok, jangan gue juga di cocok-cocokin sama orang." Genta tidak terima jika dirinya di cocokkan dengan orang yang tidak ia kenal, memangnya dirinya tidak laku sampai Carel ingin menjodohkannya.


"Kalau dia sempurna, kenapa gak sama lo aja sih rel?" Arystan juga tidak suka jika di jodoh-jodohin.


"Jangan bahas jodoh-jodohan, gue mau cerita tentang Arabella tadi ke klinik gue lagi." Genta memutuskan obrolan tentang perjodohan yang sudah Carel siapkan.


"Kenapa lagi dia? Bukannya udah sering lo usir gen?" Tanya Carel yang juga tahu Arabella mantan pacar nya saat kuliah.


"Tadi di terima sama karyawan gue, karena yang dia bawa bukan anjing peliharaannya, tapi kucing mama nya."

__ADS_1


"Sampai segitunya dia mau ketemu lo, gen."


"Gue juga gak tahu. Dia bilang karyawan gue yang nyuruh ke ruang kerja gue. Padahal sudah jelas setiap tamu dan hewan yang mau di periksa ada ruangan periksa nya. Tapi dia bilang karyawan gue nyuruh dia langsung ke ruangan gue aja, biar ke ruang periksa nya bareng." Terang Genta pada Arystan dan Carel.


"Alasan banget tuh dia, cari cara terus supaya bisa dekat lo, gen."


"Kalau gue mah, pasti suruh usir aja dia jangan sampai diizinin masuk." Carel akan seperti itu jika dirinya memiliki mantan yang seperti Arabella, tapi sayangnya Arystan dan Carel jomblo dari lahir. Percuma bule ganteng, tapi jomblo.


"Nah gue tanya sama karyawan gue yang bagian menerima tamu itu kan, terus dia bilang sudah mau antar ke ruang periksa langsung, tapi Bella jawabnya lebih kenal dia dari pada karyawan gue."


"Terus lo marah sama dia?" Tanya Carel.


"Dia bilang jujur, karyawan gue bohong. Gue jawab memang lo paling jujur bel." Arystan dan Carel terkejut karena hanya seperti itu jawaban dari Genta.


"Bisa-bisa nya lo cuma jawab gitu gen."


"Lo aneh banget sumpah, kalau lo cuma jawab gitu dia makin suka kesana dan semena-mena sama karyawan lo." Arystan juga tidak suka ada wanita seperti Arabella, yang sudah di putusin masih saja mendekati Genta. Tidak berguna hanya paras yang cantik, jika mengemis perasaan pada orang yang sudah tidak menyukai nya.


"Gue mana tahu, yang jelas kalau dia kesana selalu gue marahin."


"Lah itu tadi?"


"Dia pengen cepat kucingnya di periksa, gue lihat kucingnya baik-baik aja. Tapi gue tetap periksa di ruangan gue, seperti biasa gue pakai masker dan sarung tangan. Ini yang lucu." Genta tertawa dulu sebelum menceritakan tentang Arabella tadi di klinik nya.


"Lo kalau mau cerita besok aja, sekarang ketawa aja." Carel paling tidak sabaran.


"Tenang gen, gue mau dengar apa yang lucu?" Tanya Arystan penasaran.


Genta mencoba menenangkan diri nya untuk tidak tertawa.

__ADS_1


"Oke, saat gue periksa karena Bella bilang kucing nya bersin dan langsung dia bawa ke klinik. Gue punya ide buat kerjain dia. Gue bilang kalau kucing mamanya terkena penyakit dan akan menularkan virus pada yang merawat, tapi tidak lama hanya sekitar beberapa minggu saja demamnya. Terus dia langsung menjauh gitu, gue masukin lagi kucing itu ke keranjangnya. Kalian bakal ketawa lihat ekspresi wajah Bella, karena dia kayak jijik dan ambil tisu untuk jinjing keranjang kucing itu." Genta kembali tertawa diikuti oleh Arystan dan juga Carel. Mereka seperti bahagia mendengar cerita dari Genta.


"Tapi gue kasihan kalau kucingnya gak dirawat lagi, karena gue kan bilang aka mengenai yang merawat."


"Gue kasihan juga sih sama kucingnya kalau di biarkan aja, tapi gak yakin juga kalau kucing mahal." Carel berpikir kalau kucing nya mahal akan tetap di rawat dengan cara selalu di bersihin dengan cara menyuruh orang, karena kalau yang di pelihara kucing mahal, sayang jika di telantarkan dan di buang. Apalagi Genta hanya mengatakan demam beberapa minggu jika terkena virus nya.


"Gue yakin, nanti dia bakal ke klinik lo lagi gen. Pasti ada lagi alasan yang di buat supaya bisa bicara sama lo."


"Tenang aja, gue dulu putus bukan hanya karena tentang agama, tapi karena perilaku dan sikap dia yang gak baik. Gue selalu bentak dia untuk keluar dan gak ke klinik lagi, tapi masih aja."


"Mungkin bukan dengan cara kasar gen." Saran Arystan.


"Dengan cara apa?" Tanya Genta.


"Dengan cara halus." Jawab nya tersenyum.


"Yaelah kak, kasar aja masih datang apalagi makin di halusin."


"Giling." Jawab Arystan membuat Carel bergidik, sedangkan Genta tersenyum.


Seperti nya akan keluar jiwa kehalusan Genta yang terpendam, jika Arabella masih terus mengganggu nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2