Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
mengerjai Valencia


__ADS_3

Pagi ini Genta sarapan sebelum berangkat ke klinik nya, ia berpikir bagaimana caranya siang nanti dirinya bertamu mendadak atau mengintip saja dari luar.


"Gue salah, tapi gue cuma mau tahu Sky dan Geandra. Ternyata mereka memang berteman beda usia, dan Sky lihat secara langsung waktu Geandra dan ibu kecelakaan. Gue tahu mereka kecelakaan tunggal, tapi ada seseorang yang membuat mobil yang Geandra dan ibu bawa menjadi seperti itu. Gue sudah bisa menebak siapa yang membuat mobil mereka begitu."


Tring tring...


Genta di kejutkan dengan suara ponsel nya, saat ia lihat siapa yang menelepon Genta malas untuk mengangkat nya.


Tring tring...


Genta mengangkat ponselnya karena terus berdering, sambil memakai jaket dan tas nya berjalan keluar dari apartemen nya.


"Assalamualaikum, halo."


"Wa'alaikum salam, halo Genta."


"Ada apa? Genta mau berangkat kerja."


"Bisa tidak nanti siang atau sore kamu kesini, kita makan bersama."


"Genta sibuk pa, kerja di klinik pulang sore capek. Lagipula keluarga papa disitu sudah lengkap, tidak perlu mengundang Genta."


"Tidak Genta, kamu juga anak tertua papa."


"Genta tahu, tapi Genta sibuk maaf pa. Genta tutup dulu telepon nya, Genta mau berangkat ke klinik."


"Baiklah, kalau ada waktu di saat weekend juga papa tunggu."


"Iya, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam." Genta langsung mematikan ponselnya dan memasang helm, Genta berangkat dengan motor besar nya seperti biasa tidak terlihat seperti dokter.


...******...

__ADS_1


"Mau pakai mobil satu atau dua?"


"Hari ini gue mau pakai motor aja kak."


"Kalau gitu gue juga mau pakai motor."


"Lo kan susah, tas lo gimana?"


"Gue mau ganti tas punggung, di mobil kan ada biar enak juga gak macet."


"Yaudah kita bareng aja berangkat nya." Ucap Carel. Arystan mengambil tas nya di mobil, karena susah jika menggunakan tas laptop saja pakai motor besarnya.


"Ayo rel!" Arystan sudah siap berangkat mengetes motor nya yang jarang di pakai.


"Udah siap? Ayo berangkat!" Mereka berangkat bersama, menggunakan motor nya.


"Sudah lo bilang lagi ke Genta sama Valen, kalau nanti mereka kerumah." Tanya Arystan motor nya berdampingan.


"Oke."


"Kak, gue mau ke arah kampus. Nanti kita lanjut DM aja kalau udah sampai." Arystan melirik Carel dan mengangguk. Mereka berpisah di sana, arah menuju kantor Arystan dan kampus Carel beda arah. Jadi mereka berpisah di simpang jalan lampu merah.


Arystan sampai di kantor, banyak yang menatap kedatangan atasannya, karena biasanya atasannya itu menggunakan mobil jarang sekali menggunakan motor.


"Pagi pak Arystan," sapa security


"Pagi." Jawab Arystan sambil tersenyum. Namun terhenti saat melihat Valencia datang, ia langsung masuk ke kantor tanpa lagi mendengar sapaan staffnya.


"Valen, keruangan saya sebentar."


"Baik pak."


"Perlu apa sih, gue baru datang juga." Valencia kesal, karena dirinya baru datang langsung di suruh ke ruangan Arystan.

__ADS_1


Tok tok...


"Masuk." Valencia masuk ke dalam ruangan Arystan.


"Ada perlu apa, bapak menyuruh saya kesini?"


"Saya hanya ingin bilang, seperti biasa saya menugaskan kamu untuk melihat keadaan Sky di rumah setelah jam makan siang. Tapi setelah melihat nya langsung kembali lagi ke kantor."


"Biasanya di suruh pulang setelah nya." Lirih Valencia.


"Bicara apa kamu?"


"Tidak pak, siap saya akan melaksanakan tugas saya nanti setelah jam makan siang."


"Itu saja, kembali ke ruangan kamu dan bekerja."


"Baik pak." Valencia memutar badannya.


"Tapi sebelum kembali, buatkan saya kopi."


"Biasanya ada yang buatkan bapak kopi?"


"Sekarang saya mau kamu yang buatkan."


"Baik pak, saya permisi." Valencia tersenyum terpaksa, Arystan tersenyum mengerjai Valencia.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2