Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Jalan bersama Valencia


__ADS_3

Blue dan Genta sampai di apartemen, Genta yang membawa semua belanjaan dan langsung menatanya di dapur. Sedangkan istrinya bilang ingin mandi karena gerah sudah menyentuh tante teman Genta.


"Belum selesai juga ternyata bel, harus gue peringatkan berapa kali jangan ganggu keluarga gue." Karena sekarang memang Blue adalah istrinya, otomatis juga keluarga Genta.


Genta menyimpan sebagian di kulkas dan juga di lemari, Genta tersenyum saat mengambil tempat makan yang dibeli Blue.


"Anak-anak? Apa itu mungkin?" Ia masih saja tertawa dan meletakkan nya di dalam lemari. Setelah menyelesaikan semuanya, Genta menonton televisi sambil menunggu Blue selesai mandi.


Tapi kenapa sampai ia bosan diluar, istrinya malah tidak ada timbul. Akhirnya Genta menyusul ke kamar nya.


Ia melihat istrinya malah sedang menonton drama kesukaan nya, Genta mengepal tangannya. Bukan karena marah, tapi karena pakaian Blue yang membuat dirinya akhirnya kembali keluar.



"Gue gak yakin bisa bertahan lama, pada akhirnya gue akan goyah." Ucapnya keluar kembali menonton televisi, lalu berdiri dan melakukan push up ringan.


"Gue lama-lama gila, stress, mental gue terganggu." Genta sangat marah pada dirinya, entahlah dia juga tidak tahu kenapa.


Blue keluar sambil mengelap rambut nya, bingung dengan Genta yang sedang olahraga. Tidak sesuai dengan yang di lihat di televisi adalah breaking news.


"Lo kenapa, gen?" Tanya Blue mendekati Genta, sedangkan Genta langsung berhenti dan duduk. Saat matanya mengarah lagi ke Blue, ia dengan cepat mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Olahraga, gue lihat tadi di berita banyak sekali orang jahat. Maka dari itu gue mau olahraga."


"Shittt!!!" Batinnya ketika Blue malah duduk di samping nya, memperlihatkan sebagian tubuhnya terpampang sangat nyata.


"Sudah ada berita seperti itu baru mau olahraga? Kapan kuatnya?" Tanya Blue.


"Memangnya gue kurang kuat?"


"Mana gue tahu, gue belum pernah tahu kekuatan lo." Blue mengambil camilan di meja.


"Kalau lo penasaran biar gue tunjukkan." Genta mendekatkan dirinya pada wajah Blue.


"Mau apa lo?" Blue membulatkan matanya.


Tanpa pikir panjang Genta mengecup bibir Blue, tentu saja membuat Blue melototkan matanya. Bukan hanya kecupan, Genta hampir saja **********. Namun Blue mendorong kuat tubuh Genta.


"Apaan sih lo? Main nyosor aja." Ucapnya mengelap bibirnya.


"Kenapa? Gue ini suami lo, Sky. Gue ngelakuin lebih dari ini bisa, biar lo juga tahu kehebatan gue seperti apa." Genta dengan watadosnya malah memainkan alisnya.


"Jadi ceritanya lo mau nunjukin kehebatan lo? Gue gak mau lihat sekarang, nanti kalau gue sudah siap lo juga akan dapat." Blue langsung pergi meninggalkan Genta.


"Oke, gue tunggu kesiapan lo. Tapi gue yang gak siap nunggu lama. Lama-lama gue beneran gila, gue dulu ngatain dia kurus atau apa, sekarang malah gue seperti mengemis. Kenapa jantung gue jadi gini, gak aman banget." Genta keluar dari apartemen untuk jalan-jalan di sekitar nya menghilangkan rasa yang aneh pada dirinya.


"Jantung gue, Genta dengar gak sih? Rasanya mau copot nih." Blue memegang dadanya yang terasa mau keluar dari tempatnya.


"Kenapa gue bilang tunggu siap, emang nya gue mau sama Genta. Gue kan nolak dulu nikah sama dia." Blue menggelengkan kepalanya, tidak tahu lagi mau gimana. Sekarang keadaan nya adalah menunggu kesiapan dari nya.


"Gue mau ketemu kak Valen, apa kak Arys belum ada bilang ya? Coba gue hubungi kak Valen dulu." Panggilan nya masuk, Valencia mengangkat telepon dari Blue.


"Apa Sky?"


"Kak Arys gak ada bilang apa, kalau kak Sky nyuruh kak Valen kesini?"


"Keluar dulu, ini tadi kakak ketemu Genta diluar. Tadi diantar Arys, tapi dia balik lagi ke kantor."

__ADS_1


"Yaudah sih, Sky gak butuh kak Arys kok. Tapi kakak beneran udah diluar?"


"Iya sudah hampir sampai, nanti kakak bilang Arys ya kalau kamu gak butuh dia."


"Ih jangan cepu dong, Sky keluar sekarang. Bye." Blue membawa ponsel nya dan keluar untuk menyambut Valencia.


Blue membuka pintu bersamaan dengan Genta yang juga dari luar, saling bertatapan dan terasa canggung karena kejadian kecil di depan televisi.


Genta menyuruh Valencia untuk masuk, lalu dirinya menyusul.


"Kak Valen, apa kabar?" Tanya Blue.


"Baik Sky, kamu kalau di rumah makin seksi aja." Melihat penampilan Blue yang seperti itu.


"Kak Valen apaan, orang baju Sky panjang."


"Tapi celana kamu seperti dalaman." Blue hanya tersenyum dan membawa Valencia untuk duduk.


"Kak Valen mau gak kalau Sky ajak keluar? Mau ya?" Blue memohon, sedangkan Genta yang di depan televisi menatap Blue dan Valencia.


"Mau kemana? Gue gak izinin lo keluar. Bukannya sudah ada Valen, lo mending di rumah aja. Lo itu baru sembuh, dan sekarang mau keluar lagi? Kuliah aja gak masuk, malah mau jalan-jalan." Blue memutar matanya malas mendengar Genta.


"Iya Sky, nanti kamu malah sakit lagi."


"Sebentar aja gen, mau jalan sama kak Valen. Please!!! Cuma jalan-jalan aja kok, mau lihat sunset. Gue mau pakai celana panjang sama mantel." Genta tidak mau mengizinkan Blue, tapi melihat wajahnya sangat gemas saat memohon Genta tidak tega.


"Kalau bisa jam lima harus pulang, jangan sampai malam. Arystan akan menjemput Valen nanti disini, gue dan Arys gak mau cari kalian." Mereka berdua mengangguk, Valencia ikut saja apa yang Blue mau. Karena ia memang se sayang itu sama Blue seperti adik sendiri.


Blue langsung ke kamar dan mengganti pakaian, celana panjang dan mantel. Tapi di dalamnya hanya crop, ia tutupi dengan mantel dari luar supaya diizinkan Genta pergi.


"Gue pamit ya, jaga rumah baik-baik. Assalamu'alaikum," ucapnya.


"Wa'alaikum salam."


"Jangan terlalu lama, gue nungguin lo disini cup." Genta mengecup telinga Blue sangat sensual, membuat Blue merinding.


"Gue tabok juga nih orang, dasar om-om cabul." Genta tertawa mendengar ucapan Blue, melihat istrinya pergi bersama Valencia, Genta langsung mandi dulu sambil menunggu Arystan datang dan mereka pulang.



Valencia tertawa setelah melihat baju dalam Blue, ternyata hanya crop untuk latihan.


"Kamu bohongin Genta? Pinter banget mau pakai mantel segala, eh ternyata dalamnya kutang."


"Tampilan udah biasa aja, rambut di cepol baju dan celana panjang. Kurang berbakti apa lagi coba, Sky sebagai istri."


Valencia mengangguk, "ya ya ya, luar biasa sih."


"Sudah waktunya pulang Sky, nanti kita telat. Arys pasti udah jemput kakak, nanti kalau mereka marah malas banget." Valencia lebih baik pulang tepat waktu atau mengerjakan sesuatu yang memang sudah di janjikan dari awal, dari pada harus ribut atau dimarahi. Ia paling tidak suka dengan itu.


"Sky bisa mengatasi mereka kak, kak Arys gak akan berani marah sama Sky."


"Iya sama kamu, tapi sama kakak?"


"Kak Valen tenang aja, kapan lagi kita ada waktu jalan bareng coba? Sky sudah aktif kuliah, kak Valen juga kerja. Kecuali kak Valen sudah jadi istri kak Arys dan tidak boleh kerja." Valencia ikut lagi dengan Blue, ia menuruti apa yang diinginkan Blue.


"Nanti kalau ada waktu kita latihan ya, kak? Soalnya badan Sky sakit karena gak ada gerakan apapun."

__ADS_1


"Iya nanti kalau kamu sudah sehat betul, dan kita akan latihan seperti biasa." Blue memeluk Valencia, ia merasa mempunyai kakak perempuan.


Sudah hampir adzan maghrib, mereka pulang ke apartemen.


Blue dan Valencia membuka pintu, ternyata sudah ada dua orang yang berdiri menunggu kedatangan mereka berdua.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam."


"Oh kak Arys, duduk dulu kak. Nanti Sky bikinin teh ya, Sky udah bisa bikin minum. Eee kak Valen ayo masuk! Nanti bantuin Sky masak ya." Blue menarik Valencia ke kamarnya, melewati Arystan dan Genta.


"Luar biasa 'kan, adik lo? Pinter banget biar gak dimarahi."


"Gue berdiri bukan mau marahin Sky, tapi mau omelin Valen karena sudah bawa Sky jalan terlalu lama."


"Walaupun adik lo yang salah?"


"Tentu. Tapi karena adik gue baik, jadi gue ikut baik." Arystan berjalan ke arah sofa untuk duduk.


"Sakit emang, harusnya adik yang ikutin kakaknya, ini malah kebalik." Genta masih saja aneh dengan keluarga istri dan temannya, padahal sudah lama ia mengenal Arystan dan Carel yang memang aneh.


Blue dan Valencia keluar dari kamar, Blue sudah mengganti pakaian nya dengan pakaian rumah yang membuat Genta selalu marah.


"Lo gak ada gitu nafsu sama adek gue? Dengan pakaian seperti itu? Kalau gue emang biasa karena dia adek gue. Lo kan udah tinggal serumah berapa hari." Arystan menanyakan itu karena adiknya dan Genta belum pernah melakukan apapun, melirik Genta yang menatap adiknya biasa aja.


"Gue juga biasa aja, Sky juga adik gue." Arystan menggeplak kepala temannya.


"Apaan sih rys?" Blue dan Valencia menatap kedua orang yang sedang berdebat.


"Lanjut aja kalian mau ngapain, biasa ini lagi bercanda sama Genta. Iya 'kan gen?" Genta melirik kesal Arystan sambil mengangguk.


"Lagian lo ngapain anggap Sky adik lo, peak. Dia istri lo. Harusnya gue gak Setuju adik gue nikah sama lo, mending gue tawarin staff kantor yang baru." Ucap Arystan berbisik.


"Sampai lo lakuin itu, gue bunuh lo." Genta dengan kilatan marah pada Arystan dan Carel, karena ancaman mereka selalu akan menawarkan adiknya pada staff kantor.


Ucapan Genta di dengar oleh Blue dan Valencia karena sedikit keras


"Lagian lo juga gak tertarik dengan Sky."


"Kalian lagi obrolin apaan sih? Kenapa jadi mau bunuh segala? Kalau ada apa-apa tuh obrolin baik-baik, Sky bilang papi yah." Valencia hanya melihat mereka, menenangkan Blue yang juga marah.


"Kita cuma bercanda Sky, jangan diambil serius."


Blue menatap tajam Genta, "lo bilang sama gue, ada apa?"


Genta menghembuskan nafasnya pelan, "gue-


"BANCI!!" Blue marah langsung masuk lagi ke dapur diikuti oleh Valencia.


"Kenapa jadi marah sama gue?"


"Lo terlalu diambil serius, gue juga dan Carel gak bakalan ngasih adik kita sama orang gitu aja. Dia udah nikah sama lo, jadi yaudah berdua gak usah macem-macem." Genta menyandarkan kepalanya, ia merasa marah jika Blue akan diberikan pada staff kantor atau siapapun. Arystan menepuk pundak Genta dengan pelan, ia hampir meledakkan tawanya melihat Genta.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2