Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Akting yang jelek


__ADS_3

David masuk lagi ke dalam kantor saat melihat Edward datang bersama Genta, ia sudah mendengar itu dari kolega yang memang memvideokan saat Sharaine akan ikut foto bersama keluarga Sagara.


"David," panggil Edward membuat David berhenti, karena mereka masih berteman dan biasa saat bertemu di kantor. Tidak mungkin ia abaikan begitu saja saat banyak karyawan kantor menatap nya.


"Kenapa kamu berbalik saat aku memanggil, aku hanya ingin bicara denganmu."


"Aku sedang banyak kerjaan, tadi aku masuk ingin mengambil sesuatu yang belum diambil."


"Hm apakah seperti itu? Aku sepertinya datang diwaktu yang tidak tepat menemani mu."


"Yup, nanti aku hubungi jika sudah tidak sibuk." David tersenyum membuat Edward membalasnya walaupun dalam hatinya ia merasa kecewa dengan temannya yang selalu menerima dirinya sesibuk apapun saat bekerja.


Genta melihat itu sudah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh mertuanya, apalagi saat diceritakan nanti pada Carel dan Sharaine.


"Genta, kamu pergi saja lebih dulu ke kantor, papi masih ada urusan menemui klien di restoran dekat sini."


"Sama Genta aja Pi, biar Genta yang antar sampai restoran." Genta ingin mengantarkan mertuanya walaupun Edward mengatakan dekat dengan kantor David.


"Tidak perlu, kalau boleh kamu pulang ke rumah juga tidak masalah untuk menemani Sky."


"Pi, Genta belum waktunya pulang kantor dan sekarang masih siang, untuk apa pulang cepat dirumah juga Sky ada mami dan Valen."


"Cepat sana pulang, bukan hanya mami sama Valen yang dirumah papi yakin banyak yang menemani Sky."


"Maka dari itu Genta tidak perlu pulang, karena sudah ada yang menemani Sky."


"Oh iya papi lupa, staff yang mau Carel kenalkan dengan Sky ada di rumah, jadi kamu tidak perlu pulang sekarang dan boleh ikut papi bertemu klien." Edward sudah bosan berdebat dengan menantu yang tidak mau mendengar dirinya menjaga Blue.


"What? Maksudnya ngajak staff ke rumah ngapain? Oke Genta pulang tidak jadi antar papi."


"Tadi katanya mau menemani papi ke restoran."


Genta sudah keluar dari kantor David sambil menggelengkan kepalanya beserta lambaian tangan.


"Apa yang mereka ributkan ini," batin David.


Genta langsung mengemudikan mobilnya cepat menuju rumah mertuanya, yang ada dipikirannya saat ini adalah istrinya bertemu dengan staff kantor cabang yang tampan, bukan hanya satu tapi ada beberapa yang selalu Carel tunjukkan.


Genta sampai di rumah langsung masuk walaupun matanya sambil melirik ada kendaraan siapa diluar.

__ADS_1


"Kok lo dah pulang?" Tanya Blue yang baru saja akan keluar, ia biasa cari angin sambil lihat orang jualan keliling.


"Mau aja, ada siapa aja di dalam?" Tanya nya melihat sekeliling.


"Kak Carel tadi datang sama-


"Awas aja dia, mana dia sekarang?" Tanya Genta langsung melewati Blue.


"Lo sebenarnya pulang mau ngapain? Tiba-tiba nyari kakak." Blue mengikuti suaminya dari belakang yang nampak seperti marah saat mencari Carel.


"Apa lo cari-cari gue?" Tanya Carel menggendong Carl jalan keluar bersama Sharaine.


"Bawa siapa lo ke rumah?" Tanya nya tiba-tiba membuat Carel melirik Sharaine termasuk Blue, mereka tidak enak dengan ucapan Genta yang di maksudkan membawa sembarang orang.


"Apaan gue cuma bareng Sharaine dan Carl."


"Jangan bohong lo, papi bilang lo bawa orang selain Sharaine dan Carl." Genta tetap ngotot bahwa yang dibawa Carel adalah staff yang diucapkan papi Edward.


"Ngawur nih laki mu dek, bawa masuk dia sana aneh tiba-tiba nanya orang yang kakak bawa." Mami dan Valencia ikut keluar melihat siapa yang sedang berdebat.


"Ada apa lagi sih masih siang juga udah pada ribut."


"Kamu percaya gitu aja sama papi, mana mungkin Carel ngenalin adiknya yang sudah menikah." Mami Fera dan Valencia tertawa dengan pemikiran Genta.


"Lo gak lihat perut gue, siapa yang mau kenalan sama yang perutnya udah buncit gini?" Blue menunjukkan perutnya yang memang sudah membuncit.


Genta menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya juga bingung percaya begitu saja.


"Genta tadi disuruh pergi dari kantor om David, soalnya om David juga sibuk saat papi dan Genta datang, tiba-tiba papi ada mau ketemu klien dan bilang Sky mau dikenalin ke cowok makanya Genta buru-buru aja pulang."


"Jadi papi udah ke kantor Daddy? Gimana udah bilang?" Tanya Sharaine menunggu jawaban dari Genta.


"Jangankan bilang, gue sama papi datang udah langsung seperti menghindar gitu om David. Bisa jadi udah tahu tentang kalian dan gak mau merestui." Sharaine menatap Carel dan ke anaknya, dirinya tidak tahu harus bagaimana dengan kelanjutan hubungan mereka.


"Lo jangan buat mereka jadi kepikiran deh, itu cuma omong kosong lo aja kan karena pengen cepat pulang."


"Gue gak bohong Sky," karena itu yang Genta lihat sewaktu di kantor david.


"Harusnya pulang cepat itu tanya gitu gue mau apa, anak gue pengen apa hari ini? Malah tanya staff kantor. Kakak kenapa gak sekalian aja bawa kesini biar Sky kenalan." Blue menatap Carel yang harusnya membawa staff kantor itu sungguhan.

__ADS_1


"Gue mau beliin lo makan, tapi papi suruh cepat pulang karena lo mau dikenalin sama staff kantor."


"Please gen sejak kapan lo cemburu, biasanya juga- eh tapi lo memang se cinta itu sama gue dan takut kehilangan gue, jadi lo takut staff kantor kakak dikenalin ke gue."


"Lo juga please Sky, enak kali emang yang mau kenalan sama lo. Gue udah buat lo bunting dan hamil anak gue malah dia yang mau dapat." Di depan mereka sudah pada geleng-geleng kepala mendengar obrolan yang harusnya di bicarakan berdua saja.


"Stop it! Obrolan kalian sudah ngelantur, kalian lihat Carl sampai bingung lihat om dan tante nya dari tadi ngobrol berdua." Mami Fera menyadarkan mereka bahwa ada Carl yang memperhatikan sejak tadi.


"Hm Carl, tante sama om biasa ngobrol tentang adek bayi, jadi lupa disini masih ada Carl."


"Om dan tante asik ngobrol sendiri, padahal papa sama mama dari tadi mau ngomong." Carl juga memperhatikan orang tuanya yang tidak jadi mengatakan sesuatu karena melihat Blue dan Genta yang berdebat sejak tadi.


"Maaf kak, Genta yang salah tuh." Genta hanya bisa tersenyum disalahkan seperti itu, apalagi di depannya ada mami Fera.


"Gue salah."


"Tapi gue cuma mau bilang seharusnya kalian yang bicara langsung, bagaimana pun ini untuk masa depan kalian berdua. Papi kayaknya gagal bilang sama om David, soalnya saat ditemui om David juga pura-pura sibuk."


"Gen, gak mungkin dong sama temannya pura-pura."


"Kelihatan banget akting om David jelek, maaf Sha tapi memang om David kelihatan banget lagi menghindar." Genta meminta maaf pada Sharaine karena yang ia lihat memang David terlihat menghindari Edward tadi.


"Daddy memang seperti itu, biar gue sendiri yang ngomong nanti."


"Gue juga ikut sha, disini gue juga termasuk orang pertama yang salah. Jadi sudah seharusnya gue izin buat nikahin lo, urusan di tolak itu belakangan yang penting kita usaha terus."


"Mami doakan juga semoga lancar dan berhasil, mami ingin sekali sering bermain dengan Carl." Carl masih tinggal dengan Sharaine dan orang tuanya, jadi akan jarang bermain ke rumah keluarga Sagara.


"Mami tenang aja, nanti mami akan sering main sama Carl. Carl mau kan main sama nenek?" Tanya Carel.


"Mau sama oma juga."


Mereka mengangguk, Carl tetap tidak mau melupakan oma nya walaupun sudah ada nenek dan Kakek yang baru ia ketahui.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2