
Genta keluar dari klinik jam makan siang, memang tidak terlalu banyak yang ke sana. Genta ingin kembali menemui Blue, tapi apakah Blue sudah pulang dari sekolah atau belum.
"Aku harus tunggu di jalan biasa yang dilalui Sky setiap hari, kenapa aku merasa Sky tidak pernah di antar ataupun memakai kendaraan. Apa Sky orang tidak mampu? Aku yakin seperti itu, makanya Arystan dan Carel kasihan dengannya." Pemikiran Genta selalu seperti itu, karena menurutnya Arystan hanya kasihan.
Genta menunggu di jalan yang biasa Blue lalui, ia duduk di atas motornya menunggu Blue pulang.
"Sudah sekitar setengah dua, anak sekolah sekarang pulang jam berapa sih? Kenapa aku ngerasa makin sore aja pulangnya."
Tak lama Blue berjalan ke arah yang Genta tunggu, ia melihat dari sana dan bersiap untuk mencegah nya.
"Sky," panggil nya.
"Genta, apa lagi? Kenapa lo belum juga berhenti gangguin gue?"
"Sky, gue cuma mau bicara sama lo."
"Mau bicara apa?" Tanya Blue penasaran.
"Sky, ayo cepat pulang!" Valencia menyuruh Blue cepat naik ke motornya.
"Tapi Genta mau bicara dulu kak, dari kemarin aku mau tahu apa yang mau Genta bicarakan."
"Sky, aku gak mau Arys dan Carel marah sama aku gara-gara gak bisa jaga kamu."
"Oh, jadi lo yang jaga Sky? Gue Genta ingin berbicara dengan Sky sebentar saja, tidak akan lama dan membuang waktu kalian."
"Gue udah tahu, dan gak ingin tahu apa yang mau lo omongin, Genta. Nanti Arys dan Carel marah karena kamu bertanya pada Sky."
__ADS_1
"Cepat Genta, lo mau ngomong apa?" Tanya Blue ingin tahu apa yang akan di tanyakan Genta.
"Gue cuma mau nanya, kenapa pili-
"Sky, ayo cepat naik! Nanti Arys dan Carel akan marah sama aku dan kamu, kalau kamu belum juga pulang."
"Lain waktu saja Genta, lo mau ngomong aja lama." Blue pergi berlari menuju motor sport milik Valencia. Genta tidak jadi lagi menanyakan tentang pili pada Blue, karena Blue harus cepat pulang ke rumah nya. Tidak tahu harus cepat, atau Valencia takut kalau Carel dan Arystan tahu bahwa Genta akan bertanya sesuatu yang akan menyakiti Blue.
"Kenapa sih kak, Genta mau nanya aja susah banget. Genta kan hanya ingin nanya sesuatu, tapi kenapa kak Arys dan kak Carel akan marah?"
"Aku gak tahu Sky, tanya sama kedua kakak kamu." Valencia tidak mau salah berbicara.
"Kak Valen kan suruh jagain Sky, berarti tahu alasan nya kenapa aku harus di jaga. Apa hubungannya dengan Genta? Apa Sky mengenal seseorang yang ingin Genta tanyakan?"
Valencia tidak menjawab, dia langsung menghentikan motor nya karena sudah di samping gerbang rumah Blue. Ia menunggu Blue turun, baru setelah itu ia akan pergi. Bertepatan dengan Arystan yang entah kenapa pulang dari kantor.
"Kak Valen kenapa gak mau ikut masuk? Kak Valen kan kenal sama mami juga."
"Nanti aku akan mampir." Arystan menatap Valencia tajam, ia tidak suka sebenarnya Valencia menjaga Blue.
"Sky, ayo masuk!" Perintah nya menyuruh adiknya cepat masuk.
"Iya kak sebentar."
"Ayo kak, ikut Sky masuk kerumah." Blue masih terus membujuk Valencia agar ikut ke rumahnya.
"Kakak harus pulang Sky, kamu cepat sana masuk." Valencia juga menatap tajam ke arah Arystan, ia tidak mau takut hanya karena di tatap seperti itu oleh Arystan.
__ADS_1
Arystan turun dari mobil nya menghampiri Blue dan Valencia, karena tak kunjung masuk ke gerbang. Valencia bersiap dengan motor yang akan melaju kencang.
"Kamu dengar kakak Sky? Ayo masuk!"
"Kak Valen, Sky masuk ya." Blue masuk dengan melambaikan tangannya pada Valencia, Valencia juga tersenyum manis pada Blue.
"Kalau sudah mengantar sampai disini, langsung suruh masuk. Jangan diajak ngobrol lagi disini."
"Sudah seperti itu, tapi Sky yang belum mau masuk."
"Menurut lo, gue bisa di bodohi? Kalau tidak di ajak ngobrol, Sky tidak akan tetap disini." Arystan menganggap bahwa adiknya tidak akan berbicara jika tidak diajak berbicara.
"Terserah lo, Arystan. Lo memang gak akan percaya sama gue. Gue cabut, malas jelasin sama lo juga percuma." Arystan menahan tangan Valencia.
"Lo jangan macam-macam sama gue, Valencia." Arystan masih menatap tajam Valencia yang sepertinya tidak takut dengannya.
"Gue gak takut, walaupun lo lebih kuat dari gue sekalipun, Arystan." Jawab Valencia langsung melajukan motornya menjauh dengan kecepatan tinggi.
"Sangat menantang." Ucapnya tersenyum dan berbalik menuju mobilnya untuk masuk gerbang rumah nya, sambil sesekali menoleh melihat Valencia yang sudah menjauh dengan motor besar nya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1